Kisah: Nelson Mandela

Posted: 26 October, 2008 in Motivation, People

Nelson Mandela adalah seorang negarawan yang begitu pasti diingat oleh warga dunia. Dia menjadi ikon bagi Afrika selatan dan tetap terkenal walaupun sekarang dia sudah bukan presiden dan pensiun. Mengapa saya menulis tentang beliau? Karena, tepat hari ini, adalah hari dimana beliau dilahirkan 90 tahun yang lalu.

Afrika Selatan tidaklah sebebas sekarang. Dulu, disini terjadi politik apartheid, dimana bangsa kulit putih membedakan dirinya dengan orang asli yang berkulit hitam. Bangsa belanda yang menjajah mereka mempratekkan politik tersebut dan meperlakukan hukum dan undang yang begitu memberatkan yang menyebabkan bangsa kulit hitam tersisih . Nelson adalah salah satu orang yang menantang politik apartheid. Karena itu, dia dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1963 dan ditaruh di penjara di pulan Robben, sebelah selatan Afrika Selatan. Dia mengatakan sebelum masuk penjara, beliau adalah orang yang begitu keras kepala, emosional, dan mudah tersinggung. Namum, setelah lepas dari sana, dia menjadi seorang yang berimbang, disiplin, dan dewasa. Setelah di penjara selama 27 tahun lebih, pada 11 Fevruari 1990, Nelson dilepaskan. empat tahun berikutnya, Mandela menjadi presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam. Dia hanya menjabat 1 kali peroode. Pada tahun 1999, beliau menyerahkan tonggak kepemimpinanya pada Thabo Mbeki. Ini membuktikan bahwa beliau mempunyai jiwa besar. Selanjutnya, Mandela berkecimpung pada Yayasan sosial untuk memerangi berbagai masalah di Afrika Selatan. Hingga sekarang, suara Mandela tetap ditunggu oleh dunia.

Salah satu yang membuat saya kagum pada Mandela adalah sikap memaafkan. Ada satu cerita yang begitu indah. Selama Mandela dipenjara selama hampir 28 tahun, dia sering mendapat siksaan. Oleh sipirnya, dia selalu dihina, diejek, tak jarang diperlakukan kasar secara fisik. Tak lama, setelah menjadi presiden, Mandela kembali mengunjungi tempat penjara dimana dia pernah ditahan. Sipir- sipir yang dahulu memperlakukan kasar pada mandela begitu ketakutan ketika mereka berhadapan dengan Mandela. Lalu, Mandela berbicara dengan mereka, “Wah, kamu dahulu yang pernah menyiksa aku, yah? Aku masih mengingatnya dan tak mungkin aku lupakan. Di keningku, mataku, pipiku, badanku, punggungku, kakiku, kamu pernah menghajarnya(sambil menunjuk tempat-tempat tersebut).” Sipir-sipir tersebut makin ketakutan. Kemudian, Mandela menepuk pundak mereka sambil tertawa dan berkata, ” Tetapi aku sudah memaafkannya dan tidak akan membalasnya.”

Yup,
Mandela adalaha seorang pemimpin yang melaksanakan idenya dengan tidak menggunakan kekerasan sama seperti Mahatma Gandhi. Seumur hidup ketika dia memerintah, tidak ada balas dendam terhadap bangsa kulit putih. Dia menyerukannya dan juga melakukannya. Bahkan, Indonesia sudah kalah. Karena, tahun 2010 Piala dunia akan dilaksanakan disana.Mari kita mencontoh hidup Mandela yang begitu luar biasa. 27 tahun bukanlah tahun yang sebentar. Namum Mandela dapat memaafkan seterunya. Apakah kita sudah memaafkan lawan kita?

“Am I not destroying my enemies when I make friends of them?”- Abraham Lincoln

TAKEN FROM CHANWORKS.COM

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s