William James Sidis – Manusia Terpintar di Dunia

Posted: 2 November, 2008 in People

Siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenius-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–-300?..

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.

Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun – sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika – sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.

Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.

Sumber

About these ads
Comments
  1. Menyedihkan…
    Itulah kalau semuanya tidak pasa sesuai masanya.
    Masanya anak-anak untuk main ya main jangan dipaksakan utnuk belajar terus..
    Masnya sekolah nanti ada juga
    Mas remaja, dst..

  2. banun says:

    sayang banget orang sepinter itu musti meninggal muda dan ter asingkan dancuma dapet gaji seaadanya gue engga setuju sama yang memperkerjakan william dengan gaji yang dikit..

  3. Geniuzzzz says:

    Pengen kayak gitu juga….
    Ha ha ha …………..

  4. Name Me! says:

    sayang banget yah….
    harusnya dia udah digaji tinggi….
    IQnya tinggi banget….
    dia kurang terkenal padahal dia itu world miracle…

  5. akatsvki says:

    emang kalo terlalu diporsir waktu kecil, dewasanya akan habis tenaganya. dan mati dah!

  6. Rera says:

    Duhhh…. Sayang bwngt ya 0rang sep!nter it k0q hrus meninggal dgn cpt dan harusnya 0rang sp!ntar itu mendapatkan gaj! Yg tingg! Bkn rendah!

  7. Icha rtp says:

    T’nyata or9 t’ pntar d dunia william james sidis, koq bsa 9′ t’ knal y,,
    tp ksah hdupx sun99uh mengharukan,,,

  8. peny says:

    alamakkk iq 250-300.mantapp
    salutttttt

  9. togazz says:

    haahhh…andai aja IQ gua kayak Sidis.

  10. tubagus putra kencana says:

    Sungguh kasihan sidis,,, sebab dialah orang yang tak pernah muda karena ulah dan tingkah laku ayahnya sendiri,,,, ayah yang seperti itu tidak pantas disebut sebagai ayah karena ayah yang baik tidaklah membuat anaknya sendiri menderita……

  11. saat says:

    yaaah . . itulah kehidupan manusia. w pesen aja. klo ada orang indonesia yang pinter seperti itu. jgn buru” tergiur oleh uang yg ditawarkan oleh pihak luar. meskipun pejabat pemerintah d’bilang tidak memperhatikan. biarin aja lah.

    lebih baik kita majuin bangsa yang penuh hutang ini. betul

  12. Devi Safitri Perwakilan Putussibau says:

    Kirain sang idola albert einsting adalah org terpintar didunia,ternyata William James Sidis juaranya,wow,kasihan banget ya nasib william,seorang yang sangat pintar tapi tidak pernah bahagia,11 tahun masuk universitas,gue aja 11 tahun baru masuk SMP,wow ini sebuah keajabian,,salut buat William James Sidis

  13. edy says:

    gak da yang sempurna

  14. rahma says:

    uhh kalo gw sepinter itu wow….

    kira2 IQ gw berapa y

  15. Charles says:

    ternyata pada zaman dulu juga orang tua tetap berkuasa

  16. Haqi says:

    Kasihan,william,
    terpaksa menderita ulah ayahnya sendiri ,padahal william bsa dpet hdiah n0bel atas kejeniusannya,lho,
    ya,
    memang penyesalan sllu dtng trlmbat

  17. bella theressa says:

    ayahnya itu seharusnya dibakar hidup-hidup sama si William.pers nya juga sih, kenapa nggak tanya sama si william aja ?bukanya keayahnya… kasihan.. aku harap arwah nya william bisa ngentayangin ayahnya !biar ayanya itu mati ketakutan. aku suka akhir yang begitu

  18. farahdiba says:

    sangat mengarukan seandainya dia msih ada pasti dia udah buat penciptaan yg banyak tpi toh manusia itu ada kekurangan ada kelebihan

  19. mindri says:

    pengen donk kyk gitu

  20. indieweb says:

    udah ada yg ngalahin belum ya? :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s