Hati Manusia yang Sangat Menakjubkan

Posted: 18 October, 2008 in Did u know?

Selama berabad-abad dalam hampir setiap kebudayaan dan kepercayaan yang dikenal manusia, kata hati atau perasaan (heart) telah dipakai untuk menggambarkan asal perasaan kita; bahkan kadang-kadang sebagai tempat kelahiran perasaan. Tapi tentu saja masih banyak lagi hal lainnya. jantung manusia adalah organ utama dari sistem sirkulasi tubuh kita: masing-masing kita tergantung pada jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh guna menjaga kekhidupan kita. Secara medis, selama jantung masih berdenyut dia dianggap masih hidup. Kerena diakui sebagai pusat sirkulasi dari kehidupan setiap individu, jantung dianggap sebagai rumah tempat berlabuh dan berlindung, tidak hanya untuk kekuatan tubuh kita tetapi juga merupakan inti semangat dan kapasitas emosional perasaan-perasaan kita. Inilah yang menjadikannya berharga dan menjadi simbol untuk hampir semua pemberian yang tiada ternilai harganya–cinta dan kasih sayang. Simbol universal untuk hati adalah cinta, yang pada gilirannya, simbol untuk cinta adalah bentuk sebuah hati.

Betapa tepatnya. Simbol hati membangkitkan perasaan akan kelembutan, kasih sayang, perhatian dan kelembutan. Kekuatan apa yang lebih besar untuk kebaikan, emosi apa yang lebih dalam, kekuatan apa yang lebih besar bagi pekembangan dan penyembuhan dari semua yang ada di dunia ini?

Dualitas hati atau perasaan secara fisik dan emosiaonal tentu saja bukanlah gagasan yang baru muncul pada jaman modern ini. Ada catatan-catatan pada tahun 825 Masehi ynag mengacu pada “heorte” baik sebagai organ fisik maupun sebagai pusat emosi-emosi.

Kiasan “hati” tampaknya tepat jika digunakan untuk mengungkapkan definisi-definisi literalnya. Dalam setiap kamus, definisi anatomi hati mengarah kepada hal-hal seperti “pusat kehidupan seorang manusia, emosi dan perasaan tempat menyimpan perasaan dan kepercayaan seseorang yang paling dalam dan jujur.” Kita tidak harus mencari jauh-jauh untuk menemukan bagaimana aspek emosional dan fisik dari arti-arti yang digabungkan manjadi satu–kita meletakkan tangan kanan kita di atas hati ketika berdiri dengan khidmat selama mengucapkan ikrar kesetiaan; kita memakai cincin perkawinan pada “jari manis”, jari yang dianggap mampunyai vena yang mengacu menuju jantung dan kemudian menjadi “jari cinta”.

Kata heart (hati) seperti yang kita ketahui sekarang ini berasal dari kata bahasa Inggris Klasik yaitu heorte, yang pertama-tama berevolusi dari kata bahasa Inggris Pertengahan yaitu heart. Kata sederhana ini yang merupakan suku kata, dan terdiri atas lima huruf–yang merupakan satu kata inti dalam bahasa Inggris–mempunyai banyak konotasi; keberanian, stamina, amal, kedermawanan dan kebaikan yang semuanya sininim dengan hati di dalam kamus. Sebuah daftar lengkap dari idiom-idiom yang biasanya digunakan untuk menggambarkan arti hati atau perasaan manusia yang bermacam-macam dalam peribahasa sehari-hari tampaknya tidak akan pernah ada akhirnya.

Daftar berikut ini, meskipun hanya sebagian memberikan kepada kita beberapa gagasan betapa luasnya pemakaian kata heart (hati) :

> a broken heart – kekecewaan atau kesedihan yang teramat dalam.

> speaking from the heart – mengutarakan persaan dan kepercayaan yang paling dalam dengan jujur.

> at heart – pada dasarnya, kenyataannya, secara fundamental.

> by heart – mengingat secara tepat, kata demi kata.

> heart knowledge – menghayati segalanya melalui pengalaman pada tingkat yang lebih mendalam daripada sekedar mengetahui belaka.

> from the bottom of one’s heart – dengan penuh kejujuran.

> in one’s heart of heart – hati yang paling dalam.

> set one’s heart on – harapan yang sangat dalam, mengejar harapan denga penuh semangat.

> have one’s heart in the right place – mempunyai maksud yang baik, kebaikan yang tidak dibuat-buat, tulus.

> near one’s heart – minat atau kepedulian yang besar kepada seseorang.

> take heart – berusaha mendapatkan kembali keberanian atau keuatan.

> with all one’s heart – dengan penuh kesungguhan atau antusiasme.

> have a heart – mudah merasa kasihan atau pemurah hati.

> eat one’s heart out – mempunya rasa iri, kesepian atau keseidihan yang memdominasi emosi seseorang; sangat berduka cita.

> wear one’s heart on one’s sleeve – membiarkan perasaan kasih sayang atau hubungan pribadi diketahui oleh semua orang.

> cross one’s heart – menjaga kebenaran suatu pernyataan; menegaskan integritas seseorang.

> to one’s heart’s content – sampai seseorang itu merasakan kepuasan.

> do someone’s heart good – memberi kebahagiaan atau kesenangan kepada sseseorang.

> take or lay to heart – memikirkan atau mempertimbangkan sesuatu secara serius.

> have at heart – mempunyai tujuan, harapan atau keinginan.

> have one’s heart on one’s mouth – sangat cmas atau takut.

> set one’s heart at rest – manghilangkan kegelisahan atau kecemasan seseorang.

> not have the heart – tidak mempunyai keberanian yang diperlukan untuk melakukan sesuatu.

> heart and soul – dengan sepenuhnya; secara lengkap; sangat bersemangat atau antusuastis.

> lose one’s heart – jatuh cinta kepasa seseorang.

Bila kita mengungap masing-masing definisi, kita akan melangkah lebih mendekati dalam menjangkau makna kata heart secara luas. Kenyataanya, beberapa kamus menghabiskan lima halaman penuh untuk satu kata yang sederhana ini, mencakup asal, sejarah, dan penggunaannya.

Penggabungan semua definisi baik yang lampau maupun sekarang, makna kata heart ini dapat dibuktikan melalui pengamatan bagaimana kita sebagai manusia berhubungan dengan kehidupan ini dengan orang-orang, khususnya ketika kita mengalami dan mengatasi stress, ketegangan dan rintangan yang pasti akan kita hadapi. Ini merupakan suatu bukti yang menjelaskan inti dari hati atau perasaan kita; seorang pelari marathon yang mampu mengatasi semua keterbatasan fisik menyelesaikan setiap pertandingan; seseorang yang miskin dapat meningkatkan taraf kehidupannya, mengalahkan lingkungannya untuk meraih arti, tujuan, keberhasilan; orangtua yang dengan tulus selalu mencintai dan mendukung anak-anaknya dalam mengatasi semua rintangan yang dihadapi oelh anak-anaknya; seseorang yang merasa nenanggung beban ketika menemui suatu kegagalan; seorang anak yang berhasil, walaupun kasih sayang, cinta dan perhatian orangtuanya amat terbatas atau menyakitkan.

Pikirkan semua yang kita minta dari perasaan atau hati kita, dari mengagumi seluk-beluk keindahan seekor kupu-kupu yang rapuh, menimang dan selalu melindungi bayi yang baru lahir, menaklukan atau mengatasi tragedi, sampai menyembuhkan kehilangan dan menikmati kesenangan dan cinta. Tidak peduli hakikat tugas yang kita lakukan–apakah tugas itu besar atau kecil–kita bergantung kepada hati untuk menyaringnya, untuk mengahayati pengalaman ini dengan senang hati, dalam cara-cara yang menawarkan pengertian, kekaguman dan menerima kehidupan ini secara mendalam. Dalam suka-cita, penderitaan atau kehancuran, kita bergantung kepada hati agar bisa “tetap tabah” menghadapi segalanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s