Bayarlah Orang Sesuai dengan Harganya

Posted: 25 October, 2008 in Motivation

“Berapa yang harus kubayar kepadamu, John?” tanya ayah kepada laki-laki muda pertama yang dia serwa untuk membantu menyabit rumput pekarangan.

“Semuanya lima puluh dolar, Tn. Burres,” jawabnya. Ayah menuliskan cek sebesar lima puluh dolar untuknya. “Terima kasih atas bantuanmu John,” kata ayah menghargai pekerjaannya.

“Berapa yang harus kebayar kepadamu, Michael?” tanya ayah kepada laki-laki kedua yang bekerja dangan jumlah jam yang sama dengan John.

“Anda harus membayar saya tujuh puluh limab dolar,” kata Michael.

Dengan pandangan terkejut, ayahku bertanya sekali lagi dengan pelan, “Bagaimana kamu menghitungnya, Michael?”

“Oh,” kata Michael, “saya menghitungnya sejak saya masuk ke dalam mobil dan berkendaraan ke tempat kerja, sampai waktu pulang ke rumah, ditambah bahan bakar yang saya pakai dan tunjangan makan.”

“Aku mengerti,” kata ayahku sambil menuliskan cek sebesar tujuh puluh lima dolar itu kepadanya.

“Dan bagaimana denganmu, Nathan?” kata ayah. “Berapa yang harus kubayar kepadamu?”

“Anda harus membayar saya tiga puluh delapan dolar lima puluh sen, Tn. Burres,” kata Nathan.

Sekali lagi ayah terkejut dengan perbedaan jumlah yang diminta  Nathan. Orang ketiga ini, seperti lainnya, disewa ayah untuk pekerjaan yang sama, seperti dua orang lainnya dan dengan bekerja dalam jumlah yang sama (dia datang dari kota kecil yang sama yang jauhnya hanya beberapa mil). Ayah minta penjelasan dari Nathan.

“Bagaimana kamu menghitnungnya, Nathan?”

“Baiklah,” kata Nathan, “Saya tidak meminta Anda membayar untuk makan siang karena istri Anda telah menyediakannya. Ada beberapa kesempatan ketika saya harus menunggu atau tidak bekerja sampai tumput kering diangkut dari ladang sampai ditaruh di dalam kandang. Saya tidak mengeluarkan biaya bensin karena saya datang dengan teman-teman saya. Jadi jumlah jam kerja yang harus Anda bayar adalah tiga puluh delapan dolar lima puluh sen.”

Ayah menuliskan cek sebesar seratus dollar dan menyerahkannya kepada Nathan.

Lalu ayah memandang ketiga orang muda itu — yang semuanya mematung dan tidak mengerti tindakan ayah — mereka sedikit bingung dengan perbedaan cek jumlah cek yang mereka terima.

“Aku selalu membayar orang sesuai dengan harganya.”

Ayah menatap dengan penuh kebajikan kepada ketiga orang yang ada di depannya denga sikap kebapakannya yang khas, dan menambahkan, “Aku senang mempunyai pekerja yang bekerja dengan sepenuh hartinya.”

Sumber: “Gifts of the Heart” by Bettie B. Youngs. Ph.D., Ed.D

Comments
  1. Andry says:

    Sungguh cerita yang bagus..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s