Kita Tidak Bisa Memberikan Yang Tidak Kita Miliki

Posted: 26 October, 2008 in Faith, Motivation

Mengasihi & dikasihi adalah 2 hal yg membuat hidup kita berarti. Banyak orang mengalami saat-saat dalam hidup mereka dimana mereka merasa tidak dikasihi. Selama waktu-waktu seperti itu, sangat mudah untuk berpikir tentang hal-hal negatif, tapi jika itu dibiarkan terus-menerus, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan dan depresi.

Kasih adalah energi kehidupan. Kasih memotivasi orang untuk bangun setiap pagi dan melanjutkan hidup. Kasih memberi tujuan dan arti pada kehidupan. Kemanapun Anda melihat, orang-orang mencari kasih, tapi banyak dari mereka mencari di tempat-tempat yang salah. Tuhan adalah Kasih, dan mereka tidak akan pernah menemukan apa yang mereka cari sampai mereka bertemu denganNya.

Orang-orang mencari pemenuhan kehidupan dalam berbagai cara. Ada cara-cara yang terlihat bagus di awalnya, tapi cepat atau lambat pencarian itu akan membuat mereka frustasi, kecewa, dan merasa hampa. Satu-satunya cara agar mereka menemukan pemenuhan hidup yang sejati, yang benar-benar mereka cari, adalah dengan memilih untuk berjalan dalam kasih, untuk melakukan kasih dengan menjangkau dan mengasihi orang lain.

Setelah saya membuat komitmen dengan Tuhan, saya mulai mendengar orang-orang membicarakan pentingnya mengasihi orang lain. Saya ingin hidup saya selaras dengan FirmanNya, saya mau berjalan dalam kasih, tapi saya tidak bisa. Saya mempunyai niat yang kuat, tapi tidak mempunyai kekuatan untuk mewujudkannya. Saya selalu membuat rencana-rencana tapi saya tidak bisa melakukannya.

Keinginan yang tidak terwujud seringkali membuat frustasi. Saya bertanya-tanya apa yang salah dengan saya. Saya sering tidak sabar dengan orang-orang, saya sering menghakimi, egois, dan sulit mengampuni orang lain. Semakin keras saya mencoba untuk melakukan kasih, saya menjadi semakin buruk.

Pelan-pelan saya mulai mengerti mengapa saya tidak bisa mengasihi orang lain, yaitu karena saya tidak pernah menerima dan mengakui kasih Tuhan kepada saya. Saya tahu dalam pikiran saya bahwa Alkitab mengatakan Tuhan mengasihi saya, tapi saya tidak merasakan kasihNya dalam hati saya. Saya membayangkan bagaimana Tuhan bisa mengasihi kita yang tidak sempurna ini.

Tuhan mengasihi kita karena Dia mau, ini menyenangkan hatiNya. Tuhan mengasihi kita karena memang Dia secara alamiah mengasihi, dan Dia akan selalu mengasihi kita. Dia tidak selalu menyukai segala sesuatu yang kita lakukan, tapi Dia benar-benar mengasihi kita. Kasih Tuhan tidak bersyarat. Faktanya, tidak ada yang bisa kita lakukan untuk berlari dari kasihNya. Kasih Tuhan adalah kuasa yang mengampuni dosa-dosa kita, menyembuhkan luka-luka emosional kita, dan memulihkan hati kita yang hancur.

Berkali-kali saya menyadari bahwa saya benar-benar dikasihi oleh Tuhan karena saya apa adanya, bukan karena pekerjaan apapun yang saya lakukan bagiNya. Saya akhirnya bisa berhenti berusaha untuk mendapatkan kasihNya dengan melakukan hal-hal yang saya pikir akan membuat saya bertambah layak dan berhak untuk mendapatkan kasihNya.

Sekali saya mulai menerima kasih Tuhan yang tidak bersyarat, saya mulai mampu untuk mengasihi Dia kembali dan menjangkau lebih bebas pada orang-orang lain serta mengasihi mereka. Karena kasih Tuhan yang tidak berkesudahan ada di dalam saya, saya bisa memberikannya kepada orang lain tanpa takut kehabisan kasih itu.

Setiap orang di dunia ini ingin dikasihi dan diterima. Dan kasih Tuhan, yang diberikanNya secara cuma-cuma kepada kita, memuaskan kebutuhan itu. KasihNya membanjiri kita, dan itu seharusnya mengalir melalui kita kepada orang lain.

Sekarang saya melihat diri saya sendiri sebagai wadah yang penuh dengan berkat. Saya ingin menjadi seseorang yang dapat menuangkan kasih Tuhan ke dalam kehidupan orang-orang di sekitar saya. Saya menemukan diri saya selalu menjadi lebih bahagia saat saya memilih untuk membuat yang lain bahagia.

Dalam Alkitab, Tuhan menyebut orang-orang Kristen adalah garam dunia (Matius 5:13). Dia mengharapkan kita untuk meng”garam”i kehidupan di sekitar kita. Setiap kehidupan terasa tawar tanpa kasih. Kasih adalah garam, energi kehidupan, dan alasan untuk bangun setiap pagi. Setiap hari dapat menjadi menarik jika kita melihat diri kita sendiri sebagai agen rahasiaNya, menunggu kesempatan untuk menaburkan sedikit garam ke dalam setiap kehidupan yang kita jumpai. Dan karena kita sangat dikasihi oleh Tuhan, kita tidak akan pernah kehabisan kasih, tidak peduli seberapa banyak yang kita berikan pada orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s