TUHAN itu Baik

Posted: 30 October, 2008 in Faith

Dua orang laki-laki mengadakan perjalanan jauh.

Yang satu  adalah orang saleh, tetapi yang lainnya adalah orang yang  tidak percaya kepada TUHAN. Di dalam perjalanan tersebut, mereka membawa barang-barang berharga untuk dijual  beserta seekor kuda, seekor ayam jantan, dan sebuah obor.

Sepanjang perjalanan, kedua orang tersebut berdiskusi tentang TUHAN. “TUHAN itu sangat baik, DIA selalu merancangkan yang baik bagi kita,” kata orang yang saleh. “Aku tidak yakin dengan apa yang engkau katakan, dan kita akan melihat apakah TUHAN memang baik selama kita melakukan perjalanan ini,” jawab orang yang tidak  percaya TUHAN.

Menjelang sore, tibalah kedua orang tersebut di sebuah desa dan mereka berharap ada orang yang mau menerima  kedatangan mereka. Kedua orang tersebut sudah hampir mendatangi semua rumah di desa itu, tetapi tidak  seorangpun yang bersedia menerima mereka.

Terpaksa, kedua orang itu pergi ke hutan yang tidak jauh  dari desa itu.
“Kau bilang TUHAN itu baik,” kata orang yang tidak percaya TUHAN.
“Ya, pasti menurut TUHAN, bermalam di hutan ini merupakan yang terbaik bagi kita.”

Setelah menambatkan kuda, mereka pun memasang tenda.

Tidak lama berselang, terdengarlah suara binatang buas di  tempat di mana mereka menambatkan kuda, dan ternyata seekor singa menerkam kuda mereka. Kedua orang itu pun cepat-cepat menyelamatkan diri dengan memanjat pohon  besar di sekitar mereka.

“Masih beranikah kau mengatakan bahwa TUHAN itu baik?” kata orang yang tidak percaya TUHAN.   “Tahukah kau, kalau singa itu tidak menerkam kuda, maka ia pasti menerkam kita. TUHAN memang baik.”

Mereka masih berada di atas pohon ketika hembusan angin yang cukup kencang memadamkan obor mereka.  Sedangkan obor itu merupakan satu-satunya penghangat  yang mereka miliki di tengah cuaca yang begitu dingin. “Kelihatannya kebaikan TUHAN begitu nyata sepanjang malam ini” kata orang yang tidak percaya TUHAN dengan nada sinis.

Keesokan harinya, kedua orang itu kembali masuk desa untuk mencari makanan. Melihat keadaan desa yang porak poranda, mengertilah mereka bahwa tadi malam desa tersebut telah dijarah oleh sekelompok perampok.

“Telah terbukti bahwa TUHAN memang baik. Jika saja tadi malam kita menginap di desa ini, maka barang-barang kita yang berharga pasti ikut dirampok dan kalau saja angin tidak memadamkan obor kita. Maka perampok2 itu pasti bisa melihat barang2 kita  dengan jelas karena kita memasang tenda tidak jauh dari jalan menuju desa ini.”

Pesan moral:

Orang yang percaya TUHAN akan belajar melihat kebaikan TUHAN melalui kejadian2 yang TUHAN izinkan terjadi. Jangan pernah menilai TUHAN  hanya melalui sepotong kejadian, tetapi percayalah bahwa DIA selalu  bekerja untuk kebaikan kita melalui banyak perkara. Terkadang kita tidak mengerti apa rencan TUHAN, dan kita tidak melihat kebaikan TUHAN, tetapi percayalah dan HIDUP KARENA PERCAYA TUHAN akan mendatangkan kebaikan, bagi orang yang mengasihi DIA.

Keindahan karya seseorang akan kelihatan setelah karya itu selesai.
TUHAN memberkati

Advertisements
Comments
  1. langforce2 says:

    nice story…^^

    minta ijinnya buat di copy ke blog saya…

    kalau berminat, silahkan berkunjung

    deedee87.wordpress.com

    Trim’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s