TUHAN Peduli, TUHAN Mengerti!

Posted: 2 November, 2008 in Faith

Di sebuah desa seorang kakek tua sedang membuat sebuah biola yang di buatnya dari pohon yang ia tebang sendiri di dekat rumahnya. dengan teliti dan semangatnya si kakek mulai membentuk kayu tersebut dengan hati-hati dan tak kenal lelah ia terus dan terus mengukir kayu tersebut hingga nampak menjadi indah. pekerjaan yang ia lakukan cukup menyita waktu yang panjang sekali,namun ia tetap dengan gigihnya memebuat kayu tersebut hingga menjadi sebuah biola.

Setelah kayu tersebut menjadi biola, ia tidak tinggal diam dan tidak cukup puas sampai di situ, ia mulai mengukir biola tersebut dan membuat biola tersebut menjadi makin indah di pandang.

Biola yang tadinya terbuat dari kayu yang di tebang dekat rumahnya kini berubah menjadi sebuah biola yang mempunyai harga nilai sangat tinggi, kemudian ia menjual ke kota biola tersebut.

Bioal tersebut pun terjual, rupanya si pemilik tersebut belum begitu pandai menggunakan biola tersebut. si pemilik tersebut memainkannya tanpa penuh perasaan,setelah di pakai biola tersebut di campakan begitu saja, bahkan sering sekali biola tersebut di buat mainan olehnya bersama sang adiknya.

Hingga pada suatu hari biola tersebut patah dan sampai di gudang tua tempat barang-barang yang tidak lagi mempunyai nilainya. Bioal tersebut pun akhirnya di jual lalu di lelang setelah di betulkan begitu saja,namun bila di lihat benar-benar tidak ada menariknya sekali. Hingga biola tersebut pun di masuk ke tempat pelelangan.

Dimana semua barang-barang yang mahal sudah terjual hingga sang pelelang mau tidak mau mengeluarkan biola tersebut karena acara pelelangan belum lah usai.

Hampir 15 menit di tawarkan ta satu pun menyambut dengan baik,justru ereka sibuk dengan kesibukannya sendiri-sendiri. Beberapa saat kemudian seorang sepasang suami istri menawar dengan harga yang sangat murah. Yang lain mulai ikut menawar namun tetap saja dengan tawaran yang sangat murah sekali.

Hingga di detik terakhir suasana menjadi sunyi saat seorang kakek tua datang dan berjalan ke depan,lalu meraih biola tersebut kemudian ia bersihkan dengan penuh kasih. Beberapa saat kemudian biola tersebut menjadi cantik sekali.

Kakek tua tersebut mulai memainkan biola tersebut dengan alunan musik yang indah sekali di dengar. Suasana pun menjadi hening, semua pandangan tak satu pun lepas dari si kakek tua dan biolanya tersebut. Semua nampak begitu terpesona dan kagumnya.

Satu persatu semua yang hadir di acara pelelangan mulai mengacungkan tangan dam menawarkan dengan harga bersaing.Hingga biola tersebut laku terjual dengan harga yang sangat mahal sekali!

Si kakek tua tersebut meninggalkan tempat tersebut lalu tersenyum manis memandang dari kejauhan.

Dapat di bayangkan kita seperti biola tua yang tidak punya nilai bila bukan Tuhan lah yang membentuk kita. Sering sekali kita cuek dengan Tuhan kadang kita sering melupakan kita, hingga saat dunia tidak lagi menerima kekurangan kita namun TUHAN TETAP PEDULI, Ia mengambil kita dan mulai membentuk kita kembali agar dunia tau betapa indah dan berharganya diri kita ini.

Comments
  1. randy says:

    NICE gan…. benr banggget

  2. Uppps ada yg salah nulis

  3. kita sering melupakan kita (salah gan!(tapi gak penting))
    tpi tetep salut.smuanya bener yg ditulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s