Einstein Juga Manusia

Posted: 4 November, 2008 in People

Seorang Albert Einstein yang terkesan hanya berkutat dengan penelitian ilmiah ternyata tidak lepas dari kisah percintaan dan perselingkuhan. Einstein diketahui berhubungan dengan banyak wanita, dua di antaranya dinikahi.
Kisah-kisah asmara Einstein terkuak dari beberapa surat yang dikoleksi Albert Einstein Archieves di Hebrew University, Jerusalem. Surat-surat yang berasal dari anak dan istri Einstein ini akhirnya dipamerkan ke publik 20 tahun setelah kematian Margot. Anak perempuan tiri Einstein itu sebelumnya memang meminta pihak universitas tidak menguak kehidupan keluarganya sampai batas waktu yang ditentukan.
“Melalui surat-surat tersebut, kita mengetahui informasi sisi lain kehidupan Albert Einstein,” kata Barbara Wolff dari Hebrew University. Bukti-bukti ini mengambarkan Einstein sebagai manusia biasa dan bukan seorang manusia yang lepas dari intrik sebagaimana tertulis dalam biografinya sejak 30 tahun lalu.

Biografi yang kebanyakan ditulis berdasarkan data sekretarisnya selama tahun 1950-an menampilkan sosok Einstein sebagai jenius tanpa petualangan di kehidupan seksualnya. Sejauh ini, kehidupan pribadi Einstein hanya dikenal sebagai bapak dari dua anak laki-laki dengan istri pertamanya Mileva. Setelah bercerai, Einstein menikah dengan Elsa.
Pada biografi tersebut, ia digambarkan sebagai orang yang dingin dan kasar terhadap Mileva. Namun, surat-suratnya kini menggambarkan betapa hubungannya dengan anak-anak dan istrinya penuh kasih sayang, terutama pada pernikahannya yang kedua.
“Aku mimpikan Margot menikah dengan baik-baik. Aku mencintainya seperti anak perempuanku sendiri,” tulis Einstein kepada Elsa pada 1924. Einstein menulis surat hampir setiap hari kepada istri keduanya Elsa dan anak tirinya Margot.
Relatif selingkuh
Namun, dengan surat-surat itu pula, Einstein mendiskusikan perselingkuhannya secara terbuka kepada istri dan anaknya. Misalnya, dengan menuliskan “perempuan itu menghujaniku dengan perhatian yang tidak terkira.”
Pada salah satu surat yang dikirimkan ke Margot pada 1931, Einstein mengeluh terhadap penaklukannya pada seorang wanita terkemuka dari Berlin, Mrs M yang dimaksudkan kepada Ethel Michonowski. Dalam suratnya dituliskan, “Mrs M mengikutiku hingga ke Inggris dan memburuku sampai lepas kontrol. Di antara sekian wanita, aku hanya tertarik pada Mrs L yang sopan dan pantas.” Pada surat lainnya yang dikirim ke Margot, Einstein memintanya menyerahkan surat kecil kepada Margarita yang diketahui sebagai petualang cinta dari Rusia.
Ilmuwan yang lahir di Jerman itu sangat sering bepergian ke berbagai negera sepanjang hidupnya. Ratusan surat telah ditulis dan dikirimkannya kepada keluarga maupun sahabat-sahabatnya. Sekitar 3500 lembar surat dikirimkan kepada istri pertama, kedua, dan anak-anaknya sepanjang 1912 hingga 1955.
Selain surat-surat yang berisi kehidupan percintaannya, Einstein juga menuliskan banyak hal. Misalnya, ketidaksenangannya pada anak laki-lakinya yang terkena schizophrenia. Beberapa kali ia mengungkapkan bahwa akan lebih baik jika anaknya tidak lahir.
Di surat lainnya yang dikirm tahun 1921 atau setahun setelah percobaan teori relativitas diakui, Einstein mengatakan, “Aku akan segera bosan dengan relativitas. Segala sesuatu akan kabur jika selalu dihubungkan dengannya.”

Surat-surat pribadi yang dikirimkan Einstein kepada anak dan istrinya menggambarkan sisi lain kehidupan ilmuwan jenius pencetus teori relativitas.

Pesan moralnya apa?? Bingung kan? Saya juga… hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s