Isyarat I Love You

Posted: 17 November, 2008 in Relation

Treat every love as last love…

Sejak semula, keluarga dari si gadis tidak menyetujui hubungannya  dengan sang pemuda. Mereka mengajukan alasan mengenai latar  belakang keluarga, bahwa jika si gadis memaksa terus bersama dengan  sang pemuda, dia akan menderita seumur hidupnya….. Karena tekanan  dari keluarganya, si gadis jadi sering bertengkar dengan pacarnya.  Gadis itu benar2 mencintainya, dan dia terus-menerus
bertanya, “Seberapa besar kamu mencintaiku?” Sang pemuda tdk begitu  pandai berbicara, dia selalu membuat si gadis marah. Dan komentar- komentar dari orangtuanya membuatnya bertambah kesal. Sang pemuda  selalu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya. Dan sang pemuda  selalu membiarkannya melampiaskan kemarahannya kepadanya….

Setelah beberapa saat, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Ia  bermaksud meneruskan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia  pergi, dia melamar gadisnya, “Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan
kata2 manis, tapi saya tahu bahwa saya mencintaimu. Jika kamu  setuju, saya ingin menjagamu seumur hidupmu. Mengenai keluargamu,  saya akan berusaha keras untuk meyakinkan mereka agar meny etujui
hubungan kita. Maukah kamu menikah denganku?” Si gadis setuju, dan  keluarganya setelah melihat usaha dari sang pemuda, akhirnya  merestui hubungan mereka. Sebelum pemuda itu berangkat, mereka
bertungan terlebih dahulu. Si gadis tetap tinggal di kampung halaman  dan bekerja, sementara sang pemuda meneruskan kuliahnya di LN…..

Mereka melanjutkan hubungan mereka melalui surat dan telepon. Kadang-kadang timbul kesulitan, tapi mereka tidak menyerah terhadap keadaan. Suatu hari, dalam perjalanan ke tempat perhentian bis
sepulang dari kerja, si gadis tertabrak mobil hingga tak sadarkan diri. Ketika siuman, dia melihat kedua orangtuanya dan menyadari betapa beruntungnya dia dapat selamat. Melihat air mata orangtuanya,
dia berusaha untuk menghibur mereka. Tetapi dia menemukan… bahwa dia tidak dapat berbicara sama sekali. Dia bisu….. Menurut dokter kecelakaan tersebut telah mencederai otaknya, dan itu menyebabkannya bisu seumur hidupnya. Mendengar orangtuanya membujuknya, tapi tidak dapat menjawab sepatah kata pun, gadis tersebut pingsan… Sepanjang hari hanya dapat menangis dan membisu…Ketika akhirnya dia boleh pulang dari RS, dia mendapati rumahnya masih seperti sedia
kala. Hanya jika telepon berdering, dia menjadi pilu. Dering telepon telah menjadi mimpi terburuknya. Dia tidak dapat memberitakan kabar buruk tersebut kepada pacarnya dan menjadi bebannya. Dia menulis
sepucuk surat untuknya, memberitahukan bahwa dia tdk mau lagi menunggunya. Hubungan antara mereka sudah putus, bahkan dia mengembalikan cincin pertunangan mereka. Mendapat surat dan telepon
dari si pemuda, dia hanya bisa menitikkan air mata… Ayahnya tidak tahan melihat penderitaannya, dan memutuskan untuk pindah. Berharap bahwa dia dapat melupakan segalanya dan menjadi lebih bahagia…

Pindah ke tempat baru, si gadis mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha melupakan sang pemuda… Suatu hari sahabatnya memberitahukan bahwa pemuda itu telah kembali dan mencarin ya ke
mana-mana. Dia meminta sahabatnya untuk tidak memberitahukan dimana dia berada dan menyuruh pemuda tsb. untuk melupakannya…. Lebih dari setahun, tidak terdengar lagi kabar pemuda itu sampai akhirnya sahabat si gadis menyampaikan bahwa sang pemuda akan menikah dan menyerahkan surat undangan. Dia membuka surat undangan itu dengan hati pedih, dan menemukan namanya tercantum dlm undangan. Sebelum dia sempat bertanya kepada sahabatnya, tiba-tiba sang pemuda muncul
di hadapannya.Dengan bahasa isyarat yang kaku, ia menyampaikan bahwa…. Aku telah menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mempelajari bahasa isyarat, agar dapat memberitahukan kepadamu bahwa aku belum melupakan janji kita, berikan aku kesempatan, biarkan aku menjadi suaramu.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s