Ketika Kita Harus Memilih

Posted: 17 November, 2008 in Relation
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik,
ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena
terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan
tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati
ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia
membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil
kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu
sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana
yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana
yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari
sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan
mengambil satudari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya
lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas
hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan,
mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat
pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan
menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-
elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan
satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati
benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua
ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari
untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah
hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas
tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama
diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang
prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya! ,
“apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan
waktumu disini? “, jawab orang itu “tentu saja aku harus
berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu “, lalu
tanya prajurit itu lagi “seandainya emas 24 karat itu tidak
pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas
ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan
waktumu sangat terbatas “, jawab orang itu lagi “tentu
saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada
ditanganku begitu waktuku habis “.

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang
yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya,
bertanyalah prajurit itu kepadanya “hai orang kaya apa yang
kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup? ” ,
jawab orang kaya itu “bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa
mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah
keuntunganku “.

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu
dari mereka, maka tampak oleh nya seseorang, yang sejak
satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu
dihampirinya orang itu “mengapa engkau diam disini?, tidakkah
engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat
untuk mengambil emas itu? “, mendengar perkataan prajurit itu,
orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi “atau
engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga
engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain? “, orang
itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran,
lalu ia lebih mendekat lagi “tidakkah engkau mendengar
pertanyaanku? “, sambil menatap prajurit, orang itu
menjawab “tuan saya ini orang miskin, saya tidak
pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan,
tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu,
berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini
hanya kuninganpun saya juga tidak tahu “. “lalu mengapa
engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau
kepadaku kalau engkau tidak tahu ” tanya prajutit itu
lagi.

“Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut
saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana
yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24
karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja
untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih
penting ” jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran “mengapa bisa begitu? “,
“bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat
saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu
bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan ”
prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari
orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya “lagi
pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas
yang sudah Saya ambil “, “tidakkah engkau mengambil
emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang,
selagi masih ada waktu? ” tanya prajurit lagi,
“saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah
hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil
keputusan! , jika saya gantikan emas ini dengan yang
lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari
punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada
raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya
emas yang murni “,

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir
sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri
ditempat yang tinggi sambil berkata
“wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau
genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai
dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan
menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika
didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat
hukuman karena ia tidak menghargai raja ” kata-kata
raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin
memberitahu tentang satu hal “dan ketahuilah, bahwa
sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada
kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah
karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu
setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat
kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan
pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan
perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang
yang datang kepadaku untuk menanyakannya “.

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu
mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia
dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas
rakyatnya.

dikutip dari :
Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli:
When We Have to Choose
Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi
diri dalam
mencari pasangan hidup :

1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar
(setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh
tapi manusia tidak ada yang sempurna,jangan lupa
emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang
tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik
Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya
tentang pasangan Anda.

2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum
menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin
pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,
ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya
berkadar 10 karat.

Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan,
sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi
pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu
kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi
jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan
dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara
objektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan
komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan),
dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda
tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda
menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak
merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda
menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda
mengusahakan perubahannya atau tidak,

“cinta selalu berjuang “, dan jangan anggap tidak
pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika
dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah
dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin)
Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah
hubungan yang tidak sehat, berarti banyak
kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda
yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan,
sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu
selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini
Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk
memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan,
akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk
memutuskan)
Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah
mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir
untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika
ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan
orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak
pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak heran
banyak terjadi perselingkuhan.
Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda
sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan
rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.

Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan
Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang.
Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu
bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???,
ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah
dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah
setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan,
setelah itu Anda tidak boleh menukar atau
meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan
Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan
berikan.
Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda
komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang
memiliki hati setiap manusia. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s