Sanguinis dan Melankolis: Pasangan yang Bertolak Belakang

Posted: 18 November, 2008 in Reflection, Relation
Santoso dan Melani sudah berpacaran kurang lebih 1 tahun. Santoso sangat menyukai Melani. Santoso kagum pada Melani krn Melani seorang yg serius, mendalam, terorganisai, punya agenda harian dan skala-skala prioritas dalam kehidupannya. Begitu pula dengan Melani. Melani juga menyukai Santoso. Melani kagum akan kemampuan bicaranya, Santoso yang selalu ceria dan cepat mengambil keputusan. Joke-jokenya Santoso yang menyegarkan.

Beberapa waktu kemudian, yakni 2 tahun setelah menikah, mulai kelihatan keretakan hubungan di antara mereka. Yg awalnya kagum, sekarang Santoso mulai bosan dengan daftar tugas pasangannya, sifat Melani yang suka mengkritik dan yang terlalu analitis. Begitu pula dengan Melani. Yg awalnya suka dengan kecerewetan Santoso, sekarang Melani mulai sebel melihat Santoso suka bicara sama siapa saja, panjang dan lamaaa, dan seringkali membesar-besarkan bahkan seringkali yg dibicarakannya terlalu over (tidak sesuai kenyataan). Joke-joke Santoso yg sering melecehkan Melani dan Santoso menceritakannya ke semua orang dengan enteng dan tertawa.

Apa yg terjadi? Dua pasangan yg pada awalnya sepertinya cocok, saling kagum satu sama lain; mengapa sekarang saling bertolak belakang? Apakah Santoso atau Melani berubah setelah menikah?

Tidak!!

Melani masih tetap seperti dulu, yakni masih suka membuat agenda harian, tabel-tabel, menganalisa hal2 dan membuat planning-planning. Begitu pula dgn Santoso yakni masih suka berbicara sana sini, haha hihi sana sini, ceria senantiasa, di sini senang, di sana senang, dsb..
Jadi boleh dibilang bahwa tidak ada perubahan karakter pada diri Melani & Santoso yang terlalu mencolok baik sebelum maupun sesudah menikah. Tetapi.. justru inilah yang menjadi bumerang. Ketika kedua orang tersebut tidak berusaha saling menyesuaikan, tidak saling menutupi kelemahan-kelemahan pasangannya, tidak adanya saling pengertian, akan menyebabkan retaknya suatu rumah tangga.

Ketika kekuatan menutupi kelemahan pasangan, kombinasinya sangat baik, tapi ketika kekuatan keduanya dibawa dan dipertemukan pada titik yang ekstrim, sering malah menjadi kelemahan.
Kalau pasangan ini tidak siap menghadapi kelemahan-kelemahan ini, pernikahan mereka segera nadanya menjadi sumbang. Hal yg dulu dikagumi, bisa jadi mengesalkan kalau tidak mengerti.

Ditinjau dari kepribadian/karakternya, Santoso bisa digolongkan ke dalam karakter SANGUINIS yang pada umumnya mempunyai:
KEKUATAN:
* Suka bicara
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
* Antusias dan ekspresif
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu
* Hidup di masa sekarang
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
* Umumnya hebat di permukaan
* Mudah berteman dan menyukai orang lain
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
* Menyukai hal-hal yang spontan

KELEMAHAN:
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
* Susah untuk diam
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
* Mudah berubah-ubah
* Susah datang tepat waktu jam kantor
* Prioritas kegiatan kacau
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
* Egoistis
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
* Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

Sedangkan klo Melani bisa digolongkan ke dalam karakter MELANKOLIS yg pada umumnya mempunyai:
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain

KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan

Dengan semakin menyadari kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan juga kekuatan dan kelemahan pasangan, diharapkan bisa semakin mudah menjalin komunikasi yg lebih baik dan berpengertian. Dan tiap pribadi bisa mengoreksi diri sendiri dan mengembangkan karakter/kepribadian yg lebih baik.

Selamat mencoba dan berusaha! 🙂
“to know me & love you more”

.
Advertisements
Comments
  1. kuyun says:

    wah kayanya saya masuk kategori melankolis nih

  2. Chan says:

    Finally i found the answer…,thanks ya ini emang yang gue hadapin sekarang. saya Sanguinis dan pasangan saya Melankolis… yang saya sangat tidaak suka dari pasangan saya adalah ketika menghadapi sesuatu sangaat cepat terhubung ke pikiran negatif, daripada mengambil hikmah dari suatu kejadian.., ketika saya membutuhkan tempat berbagi pikiran, pasangan saya tak pernah memberikan jawaban yang bisa membuat saya nyaman…, tanpa saya sadari sikap saya berubah dengan sendirinya, yang semula dulu perhatian kini saya mulai tak peduli, yang semula dulu saya suka berlama-lama bersama kini semenit saja terasa lama sekali… namun meski sikap saya berubah pasangan saya pun tak bisa mentela’ah dan mengkoreksi diri, yang ada dipikirannya justru saya sudah bosan dengannya, pasangan saya justru balik menyalahkan saya…. dan pada akhirnya tak tersisa lagi rasa kagum di hati saya dan cinta itu entah terbang kemana………………….

  3. Viona says:

    Thanks,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s