Apa Yang Kelihatan Baik, Belum Tentu Benar Adanya

Posted: 21 November, 2008 in Inspiration

Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual
ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke
taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan
yang romantis.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut.
Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan
restoran itu sebanyak 10jt rupiah. Pemuda itu kemudian
mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya.

Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan
namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan
stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan
menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang
akan mengilhami yang lain!

Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. “Kekasihku sedang
menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku.”
Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang
begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian
itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah
dan meminta ayam gorengnya.

“Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-
satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini
merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia
bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya
mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia
istrimu?”

“Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita
di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar
aku dapat pergi dari sini.”

Moral of the story :
Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yang tidak
mengenalmu. Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di
sana sini, pergi ke tempat ibadah, berkata benar, dan semua orang
mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak demikian.

Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah
Penting berapa banyak hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain
kira tentang dirimu. Yang penting adalah hal yang terdalam. Jangan
lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya seseorang
kagum padamu – lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu
seseorang yang lebih baik.

Sumber

Comments
  1. Joko says:

    Bener, itulah jawaban yang selama ini aku cari…
    aku terkenal sebagai orang baik2 di kampung, padahal g dikit yang jelek2…
    tapi yang penting aku percaya ma perbuatanku sendiri baik….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s