Belajar Untuk Diam (Zen Flesh, Zen Bones)

Posted: 21 November, 2008 in Reflection
Ada empat murid yang bermaksud melakukan meditasi keheningan selama
tujuh hari di sebuah biara. Semasa masa meditasi mereka semua sepakat
untuk tidak saling berbicara.

Pada hari pertama, semuanya diam. Meditasi mereka berlangsung khusyu.
Namun ketika malam mulai tiba, nyala lampu lampion menjadi remang-remang.
Salam seorang murid tidak bisa menahan diri dan berteriak pada pelayan
biara, “Pelayan, tolong betulkan lampu itu.”

Murid kedua heran mendengar suara temannya. Ia lalu berbisik, “Ssstt,
bukankah kita tidak boleh berbicara.”

Melihat hal ini murid ketiga menegur, “Kalian berdua bodoh sekali.
Mengapa kalian berbicara?”

Murid keempat tersenyum-senyum sendiri, “Hm, sayalah satu-satunya yang
tidak berbicara,” katanya menyimpulkan.

Terkadang di saat kita menertawakan kesalahan orang lain, kita pun
sedang melakukan kesalahan yang sama.

(Zen Flesh, Zen Bones)

Have a positive day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s