Faktor plus Ketekunan

Posted: 21 November, 2008 in Inspiration

Berikut pandangan seorang Presiden Calvin Coolidge, yang dikenal
dengan sebutan “Silent Cal”
Di dunia ini, tak ada yang dapat menggantikan ketekunan. Bakat tidak
dapat menggantinya, Genius juga tidak. Ketekunan dan keteguhan saja
adalah maha kuasa.

Winston Churchill selalu mengatakan “Jangan menyerah. Sekali-kali
jangan pernah menyerah”.

Inilah kamus mengenai istilah :
Bertekun : Melanjutkan melakukan, terus-menerus dan dengan tabah
dalam suatu keadaan, tujuan, atau proses tindakan-tindakan tertentu,
terutama melawan rintangan, bantahan, dsb

Bertahan dengan gigih : Bertekun dalam usaha apa pun mempertahankan
suatu tujuan sekalipun mengalami kesulitan, rintangan, berjalan
terus dengan tabah.

Seorang ibu rumah tangga Alice Vonk, tinggal di kota kecil di daerah
pertanian yang kaya, dan ia senang sekali bercocok tanam, khususnya
bunga. Ia mempunyai kebiasaan sendiri yaitu menanam bibit sambil
berdoa. Ia berpikir bahwa manusia dapat menanam bibitnya tetapi
Tuhan yang membuatnya bertumbuh.

Suatu malam ia membaca dalam daftar penawaran bibit bahwa
ditawarkan hadiah untuk bunga marigold yang putih bersih. Ia sendiri
suka memelihara bunga itu, tetapi warnanya kuning, orange atau warna
karat. Perusahaan bibit menginginkan warna putih murni, karena itu
memungkinkan mereka mengadakan silangan dengan beraneka warna dan
mereka menawarkan hadiah sebesar $10.000.

Alice , ibu delapan anak, bukan ahli genetika bunga, tetapi
ia mengetahui sedikit tentang kembang hibrida dan sesuatu dalam
dirinya mengatakan ,”Mengapa tidak dicoba saja?” Ia tergerak untuk
bertindak oleh Faktor Plus.

Maka Alice mulai dengan mari gold kuning yang terbesar yang
terdapat dalam daftar bibit itu. Seperti biasa, ia menyampaikan doa
kecilnya, sementara menaruh bibit-bibit itu ke dalam tanah yang
subur. Ia menunggu.

Akhirnya muncullah bunga-bunga itu, sekuning sinar matahari. Alice
memilih yang paling pucat warnanya, membiarkannya mati dan mengambil
benihnya dan ditanamnya lagi tahun berikutnya. “Entah dimana, tetapi
marigold putih itu ada dan saya akan menemukannya!” katanya kepada
keluarganya yang kritis terhadap usahanya. Jelas, bukan? Tidak ada
patah semangat disini; tidak ada keraguan., tidak ada indikasi
kegagalan. Ia akan bertekun terus. Ia akan bertahan dengan gigih.
Tidak peduli berapa lama diperlukan.

Dan memang itu yang terjadi, tahun demi tahun, lambat laun
marigold Alice menjadi makin bule, tetapi tidak ada yang putih
bersih seperti yang ia inginkan. Anak-anak menjadi dewasa, ada yang
menikah dan pindah. Suaminya meninggal, dan untuk beberapa lama
Alice mengalah terhadap kesedihan. Tetapi kemudian ia mengambil
napas panjang dan kembali kepada marigold-marigoldnya. Saat itu ia
sudah mempunyai cucu, dan mereka senang membantu. “Bunga dan anak-
anak banyak sekali persamaannya,”katanya. “Orang harus mengerti
mereka — dan jangan patah semangat terhadap mereka.”

Hampir dua puluh tahun ia bertahan terus menanam dan berdoa,
dan selalu bertekun. Kemudian, pada suatu pagi, ia memandang keluar
ke kebunnya dan melihat, bunga besar yang mekar dengan indahnya
marigold yang putih bersih! Bukan hampir putih. Bukan sedikit lagi
putih. Tetapi putih bersih!

Alice Vonk mengirim 100 bibit dari marigold ini kepada
perusahaan bibit itu. Lama sekali ia menunggu sementara bibit-bibit
itu diuji dan bertumbuh dalam kondisi laboratorium. Namun harinya
tiba ketika pimpinan perusahaan bibit itu menelepon. “Ny. Vonk,”
katanya,”saya senang sekali memberitahukan bahwa nyonya sudah
memenangkan hadiah kami!”

Jangan remehkan kekuatan ketekunan. Bertahanlah terus dan
selalu. Dan sekali-kali jangan menyerah kalah. Realisasi dan
pencapaian sasaran diberikan kepada mereka yang bertekun.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s