Piano

Posted: 25 November, 2008 in Faith
Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia
kurang lebih 5 tahun,
memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu
melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang
sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah
terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan
anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi
penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti
layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu
lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa
putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat
anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri
piano yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan
piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little
star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira
bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung
menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat
yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.
Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak
tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata,
“Teruslah bermain” dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan
permainannya.

Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi
permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan
akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka
seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,
karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala,
pikirnya, “Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!” Ia lupa bahwa
yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya,
mengisi semua kekurangannya dan
menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-
perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa
semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita. Kita adalah anak kecil
tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia.
Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita
lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita
sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah
lupa bahwa ada Tuhan di samping kita.

***May God always be with you in everything that you do***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s