Arti Seorang Sahabat

Posted: 1 February, 2009 in Reflection

saya melihat tulisan ini sebagai tulisan yang hanya menginginkan sesuatu yang baik-baik dan menarik saja dari seorang teman…

kalo teman itu menarik, maka dia akan menyebutnya sahabat…
kalo temannya bersikap tidak menarik, maka dia akan berkata : “belajarlah dulu supaya menjadi menarik…”

well, kesempurnaan itu tidak di lihat dari kelebihan semata, tapi juga harus memandang kekurangan, karena konsep dasar agar kesempurnaan itu dapat tercipta adalah menutupi segala kekurangan…

jaman memang terus bergerak, dimana yang merasa yang baik-baik saja, tidak pernah mau menatap diri, bahwa di dalam dirinya JUGA ada keburukkan…
demikian pula keadaannya dengan “hadiah” yang kulitnya terlihat buruk. karena belum tentu mereka yang tampak luarnya buruk, bila di tilik lagi apa yang dikatakan dan diperbuatnya, BELUM TENTU juga buruk…

the point is :

1. kalo kita hanya menuntut dan berharap memperoleh hal yang baik-baik saja, kita tak akan pernah bisa menjadi sahabat seseorang. minimal, kita tidak pernah belajar untuk itu…

2. kalo kita mendapatkan teman yang “terlihat kulitnya buruk”, terimalah itu sebagai sebuah HADIAH, karena belum tentu dalam tempo satuhari, kita akan mendapatkan seorang teman…

3. tuluslah kalo ingin menjadi seorang teman, terutama seorang sahabat…
karena tanpa ketulusan, kita hanya akan SELALU memandang seseorang dengan sebelah mata… ingat! orang lain juga bisa melakukannya…!!!

saya pernah menulis tentang ARTI SEORANG SAHABAT (HADIAH DARI TUHAN) adalah :
“…Semua orang yang telah membantumu dengan setulus hati dan seringan tangan mereka, untuk menghibur serta menceriakan hatimu disaat kamu sedih atau dalam kesusahan, menegurmu di saat kamu salah, membantumu dalam mengasah segenap kemampuanmu, membentuk dan menolong kamu dalam menemukan jati dirimu, di dalam segenap kelemahan serta kekurang-mampuanmu, hingga kamu bisa menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi, kelak…”
Apabila kita tak mampu berbuat kebaikan seperti apa yang telah sahabat kita perbuat pada kita, maka kita tak akan pernah bisa menjadi seorang sahabat…

saran saya,

1. janganlah pernah menilai dan melihat orang dari kulitnya…
2. mendapatkan yang senang-senang saja itu mudah… yang sulit adalah memperbaiki dan memanage apa yang kurang baik hingga akhirnya menjadi baik…
karena belum tentu “kulit” yang buruk, sebodoh hati dan pikiran kita, yang hanya mau menerima yang baik-baik saja…
bukalah telinga dan hati kita, serta gunakan pikiran kita, untuk menciptakan kebaikkan, bukan hanya mau menerima kebaikkan semata…

God Bless You All…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s