Jejak Kaki

Posted: 2 March, 2009 in Faith

Semalam aku bermimpi sedang berjalan menyisir pantai bersama TUHAN. Di Cakrawala terbentang adegan kehidupanku. Pada setiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir, sepasang jejak kakiku dan sepasang lagi jejak kaki TUHAN.

Setelah adegan terakhir dari hidupku, terhampar dihadapanku, aku menoleh kebelakang melihat jejak kaki di pasir. Aku memperhatikan bahwa berkali-kali sepanjang jalan hidupku, terutama pada saat-saat paling gawat dan mencekam, hanya terdapat sepasang jejak kaki saja.

Hal ini benar-benar membuat aku sangat kecewa, maka aku bertanya kepada TUHAN, “TUHAN, dimanakah Engkau? Engkau mengatakan bila aku memutuskan untuk mengikuti Engkau. Engkau akan berjalan bersama aku sepanjang hidupku. Namun aku memperhatikan bahwa pada saat-saat paling gawat dan beban berat menindas hidupku, hanya terdapat sepasang jejak kaki saja, dan aku tidak mengerti pada waktu aku sangat membutuhkan Engkau justru Engkau meninggalkan aku.”

TUHAN menjawab, “Anak-Ku, engkau sangat berharga dimataku. AKu sangat mengasihi engkau dan Aku tidak meninggalkan engkau. Pada waktu engkau dalam bahaya dan penderitaan, engkau hanya melihat sepasang kaki saja, karena pada waktu itu Aku menggendong kamu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s