Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku

Posted: 29 August, 2009 in Relation
Di tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan baik, sayangnya dia tidak sering tidak menghargai istrinya. Dia bukan seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk lalu memukuli anak dan istrinya.
Suatu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dengan mencuri uang tabungan isterinya ia naik bis menuju utara ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa teman bisnis baru dimulainya. Untuk beberapa saat kehidupan baru dinikmatinya. Bulan dan tahun berlalu, datanglah masa yang sulit bisnisnya gagal lalu ia mulai kekurangan uang. Selanjutnya dia mulai terlibat dalam perbuatan criminal yaitu membuat cek palsu dan menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat yang naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara dan pengadilan menghukumnya tiga tahun penjara. Menjelang akhir masanya di penjara, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istri dan keluarganya. Akhirnya ia menulis surat kepada istrinya menceritakan betapa menyesalnya dia. Juga disampaikannya bahwa dia masih mencintai istri dan anak-anaknya. Dia berharap pintu maaf masih terbuka untuknya pulang…
Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, mungkin engkau telah melupakan dan tidak menungguku lagi. Namun sebaliknya jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih menerimaku kembali, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku di satu-satunya pohon Oak yang berada di pusat kota. Nanti apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, itu tidak mengapa, aku paham dan mengerti perasaanmu. Aku tidak akan turun dari bis dan akan melanjutkan perjalanan menuju Miami serta aku berjanji tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku”.
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Tidak tahu juga apakah isterinya telah menerima surat itu atau sekalipun dia telah membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Kelihatan sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar kisahnya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, nanti waktu lewat di White Oak kendaraan di pelankan …. Kita ingin lihat apa yang akan terjadi”
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Tidak berani dia mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya pohon Oak sudah di kelihatan dikejauhan. Tak kuasa ia menahan tetesan air mata yang mulai membasahi pipinya… Oh Tuhan, tidak kelihatan sehelai pita kuning … tapi yang terlihat adalah ratusan pita kuning bergantungan di pohon Oak… Ya Tuhan, seluruh pohon dipenuhi pita kuning !!!
Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih lebih manis jika kita melakukan apa yang disiratkan oleh liriknya.
ON ROUND THE OLD OAK TREE ON ROUND THE OLD OAK TREE
I’m coming’ home, I’ve done my time
Now I’ve got to know what is and isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’ll know just what to do
If you still want me
If you still want me
Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Bus driver, please look for me
’cause I couldn’t bear to see what I might see
I’m really still in prison
And my love, she holds the key
A simple yellow ribbons what I need to set me free
I wrote and told her please
Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Now the whole damned bus is cheering
And I can’t believe I see
A hundred yellow ribbons round the old oak tree
I’m coming home
I’m coming’ home, I’ve done my time
Now I’ve got to know what is and isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’ll know just what to do
If you still want me
If you still want me
Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Bus driver, please look for me
’cause I couldn’t bear to see what I might see
I’m really still in prison
And my love, she holds the key
A simple yellow ribbons what I need to set me free
I wrote and told her please
Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Now the whole damned bus is cheering
And I can’t believe I see
A hundred yellow ribbons round the old oak tree
I’m coming home

Di tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan baik, sayangnya dia tidak sering tidak menghargai istrinya. Dia bukan seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk lalu memukuli anak dan istrinya.

Suatu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dengan mencuri uang tabungan isterinya ia naik bis menuju utara ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa teman bisnis baru dimulainya. Untuk beberapa saat kehidupan baru dinikmatinya. Bulan dan tahun berlalu, datanglah masa yang sulit bisnisnya gagal lalu ia mulai kekurangan uang. Selanjutnya dia mulai terlibat dalam perbuatan criminal yaitu membuat cek palsu dan menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat yang naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara dan pengadilan menghukumnya tiga tahun penjara. Menjelang akhir masanya di penjara, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istri dan keluarganya. Akhirnya ia menulis surat kepada istrinya menceritakan betapa menyesalnya dia. Juga disampaikannya bahwa dia masih mencintai istri dan anak-anaknya. Dia berharap pintu maaf masih terbuka untuknya pulang…

Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, mungkin engkau telah melupakan dan tidak menungguku lagi. Namun sebaliknya jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih menerimaku kembali, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku di satu-satunya pohon Oak yang berada di pusat kota. Nanti apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, itu tidak mengapa, aku paham dan mengerti perasaanmu. Aku tidak akan turun dari bis dan akan melanjutkan perjalanan menuju Miami serta aku berjanji tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku”.

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Tidak tahu juga apakah isterinya telah menerima surat itu atau sekalipun dia telah membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Kelihatan sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar kisahnya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, nanti waktu lewat di White Oak kendaraan di pelankan …. Kita ingin lihat apa yang akan terjadi”

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Tidak berani dia mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya pohon Oak sudah di kelihatan dikejauhan. Tak kuasa ia menahan tetesan air mata yang mulai membasahi pipinya… Oh Tuhan, tidak kelihatan sehelai pita kuning … tapi yang terlihat adalah ratusan pita kuning bergantungan di pohon Oak… Ya Tuhan, seluruh pohon dipenuhi pita kuning !!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih lebih manis jika kita melakukan apa yang disiratkan oleh liriknya.

ON ROUND THE OLD OAK TREE ON ROUND THE OLD OAK TREE

I’m coming’ home, I’ve done my time

Now I’ve got to know what is and isn’t mine

If you received my letter telling you I’d soon be free

Then you’ll know just what to do

If you still want me

If you still want me

Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Bus driver, please look for me

’cause I couldn’t bear to see what I might see

I’m really still in prison

And my love, she holds the key

A simple yellow ribbons what I need to set me free

I wrote and told her please

Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Now the whole damned bus is cheering

And I can’t believe I see

A hundred yellow ribbons round the old oak tree

I’m coming home

I’m coming’ home, I’ve done my time

Now I’ve got to know what is and isn’t mine

If you received my letter telling you I’d soon be free

Then you’ll know just what to do

If you still want me

If you still want me

Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Bus driver, please look for me

’cause I couldn’t bear to see what I might see

I’m really still in prison

And my love, she holds the key

A simple yellow ribbons what I need to set me free

I wrote and told her please

Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Now the whole damned bus is cheering

And I can’t believe I see

A hundred yellow ribbons round the old oak tree

I’m coming home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s