Belajar Dari Keledai

Posted: 1 October, 2009 in Inspiration

Suatu hari seekor keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur tua yang sudah tidak terpakai. Hewan itu pun menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara petani pemilik keledai itu memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya ia memutuskan bahwa hewan yang sudah tua dan sumur tersebut pun harus ditimbun dengan tanah karena berbahaya, jadi tidak berguna baginya untuk menolong keledai itu. Petani itu pun mengajak para tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah itu ke dalam sumur.

Pada mulanya ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia makin menangis menjadi-jadi. Tetapi kemudian semua orang menjadi takjub, karena si keledai itu menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walau punggung terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan, ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu ia menaiki tanah itu. Sementara tetangga-tetangga petani itu terus menuangkan tanah kotor ke atas punggungnya, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tembok sumur dan melarikan diri.

Kehidupan terus saja menuangkan segala macam tanah dan kotoran kepada kita. Cara untuk keluar dari “sumur” atau kesedihan, masalah dan lain sebagainya adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran itu dari diri kita sendiri, yaitu dari pikiran dan hati kita, kemudian kita melangkah naik dari “sumur” dengan menggunakan hal tersebut sebagai pijakan.

Apa yang menjadi masalah Anda hari-hari ini ingatlah bahwa itu merupakan sebuah batu pijakan untuk melangkah keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang. Jangan pernah menyerah! Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa Anda dan melangkahlah naik untuk keluar dari situ.

Sarana untuk melangkah keluar dari masalah terkadang datang dari masalah itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s