Membangun Dunia Baru

Posted: 1 October, 2009 in Inspiration

“Apa yang dalam pandangan kita hal remeh, tapi bagi orang lain hal itu adalah kadang berharga”.

Kemarin sore saya bersama teman boleh bersantai dan jalan-jalan di Mall Galeria simpang siur Denpasar. Sewaktu kami masuk ke supermarketnya, salah satu teman membeli roti yang panjang dan keras, kalau tidak salah roti “Itali” yang dimakan dengan dicelupkan ke susu atau kopi atau teh.

Saya tidak pernah makan roti itu dan saya sepertinya tidak suka roti itu. Saya tanya berapa harga roti itu, ternyata harganya cukup murah dan sebenarnya terjangkau sekali oleh bagi banyak orang.

Sewaktu kami sampai di kos teman saya itu, ada teman di depan kos bilang, “beli apa itu, bagi donk?”. Teman saya menjawab,” Roti, mau??”. Teman di depan kos itu menerima roti itu dan bilang, ” Roti apa ini??? keras amat” dan teman didepan kos itu mulai “menyobek” roti itu dan makan roti ini dengan bilang, ”keras amat dan rasanya kok…..”.

Lalu lewat seorang Ibu dan anaknya yang berumur 5 tahunan dan teman di depan kos ini menawarkan roti itu dan Ibu itu “memotek” roti itu dan langsung memakannya serta rekan di depan kos itu “memotek” roti itu untuk anaknya ibu itu. Ketiga orang itu makan roti “bantal” yang keras dan rasanya….. Tak terasa ketiga orang itu menghabiskan roti itu tanpa ada air ataupaun teh,” potek, makan, potek lagi dan makan lagi”. Pemandangan yang “menyenangkan”. Mereka dengan lahap memakan roti yang demkian itu dan berbagi antar mereka dan teman saya sesekali ikut memotek dan makan walaupun hanya sedikit, “maaf saya hanya melihat karena memang gigi saya memang sensitif dan sulit makan roti yang keras dan apalagi kalau dingin”.

Setelah roti habis teman di depan kos ini bilang, “aku lapar mas dan belum makan karena gak punya uang setelah pulang kampung lebaran”. Rasa lapar inilah yang membuat teman itu berusaha menganjal perutnya dengan “roti” yang notabene keras dan rasanya…. Karena memang harus dimakan dengan air biar lembek dan punya rasa, tapi rasa lapar mengalahkan “semua” itu dan dengan lahapnya menyantap roti itu dan anak kecil berumur 5 tahun pun ikut makan roti itu dengan “mengunyah-ngunyah” karena keras.

Saya lalu masuk kamar kos teman dan bilang, ” inilah orang lapar, mereka bisa ngawur dalam tindakan dan kalau ada makanan sikat saja yang penting masuk perut”. Sambung saya, ” dengan hanya bermodal uang rp….. yang jumlahnya tidak seberapa, kita bisa membahagiakan orang lain disekitar kita, maukah kita melakukan hal kecil ini untuk orang lain di sekitar kita??” Teman saya hanya diam dan saya katakan lagi,” sampeyan pernah bilang, der untuk apa ajak makan anak-anak….. segala di……? Sekarang sampeyan paham kan?” Jawab teman itu,”maksudnya??”. Jawab saya,” saya mengajak anak-anak makan di…., adalah memberikan kesempatan mereka untuk merasakan makanan yang lebih dibanding yang biasa mereka makan baik lebih secara rasa, gizi, penampilan maupaun lebih secara suasana, dengan memberikan kesempatan ini, kita telah menciptakan kegembiraan bagi mereka. Mereka mampu makan dimana saja tetapi perhitungan mereka menjadikan mereka berpikir lebih baik tidak makan di ……daripada hari berikutnya mengalami kesulitan untuk makan dan urusan lain”. Sambung saya, “ memberikan kesempatan dan kegembiraan adalah salah satu hal penting dalam kehidupan ini, karena dunia lambat tapi pasti akan dan telah kehilangan kegembiraan karena tuntutan hidup yang semakin berat dan persaingan yang ketat”.

Perbincangan berjalan lama antara saya dengan teman ini berkaitan dengan beberapa pola pikir dan pola tindakan saya yang tergolong “berbeda”, “aneh” dan “nyeleh”, termasuk berani ambil resiko menerima orang untuk ditolong walaupun tidak kenal dan jelas mengeluarkan banyak uang dan di akhir pembicaraan teman ini bilang, ” pola pikir seperti bruder ini yang saat ini sedang saya bangun bersama bruder”. Tambah teman ini,” pola pikir yang berbeda, aneh dan nyleneh yang tidak dipahami oleh banyak orang”. “Mengapa saya melakukan hal ini, karena saya mengalami banyak kebaikan Tuhan dan bisa mensyukuri kebaikan Tuhan ini dalam diri saya”, tambah saya.

Sambung saya,” kita harus bersyukur pada hidup ini karena hidup ini berharga karena kebikan Tuhan dan kebaikan orang sebelum kita dan orang yang selalu ada di sekitar kita saat ini, kita harus bersyukur karena boleh melanjutkan generasi sebelum kita dan belajar dari warisan mereka terutama warisan gagasan-gagasan mereka akan kebaikan kepada orang lain, kita bersyukur atas diri kita karena boleh menambahkan gagasan-gagasan baru serta memperkaya warisan mereka akan kebaikan itu, DAN kita bersyukur karena boleh mempersiapkan jalan bagi generasi setelah kita serta mempermudah jalan mereka dengan kebaikan kita.

Sungguh hidup kita ini sangat berharga dalam kehidupan ini, karena dunia lambat laun telah kehilangan kegembiraan karena tuntutan hidup yang semakin berat, jadi sungguh betapa berharganya keberadaan kita di dunia ini bagi orang lain dan generasi setelah kita. Pola pikir yang “berbeda”, “aneh”, dan “nyleneh” dibutuhkan dalam kehidupan ini terutama pola pikir yang bisa membangun hidup orang lain dengan kebaikan.

Dunia saat ini membutuhkan INOVASI dari pribadi-pribadi yang berpola pikir berbeda, aneh dan nyleneh agar dunia terisi dengan warisan yang istemewa dari setiap pribadi yang ada didalamnya. Memang dengan pola pikir yang demikian, kita kadang mengalami kelelahan, kadang mengalami patah semangat dan kadang nyaris putus asa Tapi hidup dan generasi akan terus berjalan jadi semua hambatan ini harus diatasi dengan satu kata yaitu KOMITMEN karena dengan komitmen untuk membangun hidup akan memperoleh tambahan energi baru yang berasal dari DIA yang lebih dahulu berkomitmen berbuat baik pada hidup kita.

Komitmen untuk melakukan hal-hal kecil yang kadang dilupakan oleh orang lain dalam hidup ini teristimewa perhatian kepada mereka yang mengalami “ketidakberuntungan” seperti kita.

Mungkin kita juga bagian dari orang yung “tidak beruntung “ ini, tapi setidaknya kita boleh melakukan lebih dibandingkan mereka yang sudah tidak beruntung dan hidup dalam “keterbatasan”.

Sungguh dalam hal kecil pun kegembiraan itu bisa diciptakan, seperti sepotong roti keras dengan rasa “hambar” ternyata bisa memberikan kegembiraan bagi mereka yang mengalami rasa lapar.

Dunia butuh komitmen dan keterlibatan kita untuk menjadi lebih baik dan saya mengajak Anda untuk melakukan apa yang berbeda, aneh dan nyleneh tapi memberikan kebaikan pada orang lain. Pendahulu mereka telah melakukan kebaikan ini untuk kita dan kita diharapkan mau meneruskannya dan mewariskan kembali pada generasi setelah kita.

Salam dalam cinta membangun dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s