Terjebak Diantara Macan dan Ular

Posted: 1 October, 2009 in Reflection

Part 1 :

Seorang Lelaki berlari tunggang langgang, dikejar oleh seekor Macan di Hutan..
Macan dapat berlari lebih cepat daripada Manusia & mereka juga makan Manusia
Macan itu sedang lapar ;
Lelaki itu dalam kesulitan..

Ketika Macan hampir saja berhasil menerkamnya,
Orang itu melihat sebuah Sumur di pinggir jalan..
Dalam keputusasaannya, tanpa pikir panjang dia melompat ke dalam sumur itu..

Segera saja dia sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan fatal..
Sumur itu kering & di dasarnya, dia melihat segulung besar Ular hitam..

Secara naluriah dia menggapaikan lengannya untuk meraih tepi sumur & tangannya menemukan sebuah akar pohon yang mampu menahan laju kejatuhannya..

Ketika dia telah merasa cukup tenang, dia melihat si Ular Hitam menjulurkan tubuhnya setinggi mungkin untuk mencoba menyerang kakinya, tetapi kakinya sejengkal lebih tinggi..

Dia lalu mendongakkan kepala & melihat si Macan mencondongkan tubuhnya di bibir sumur untuk mencoba mencakarnya dari atas ;
Tetapi tangannya sejengkal lebih jauh dari cakar si Macan..

Selama dia merenungkan keadaannya yang mengenaskan itu,
Dia melihat 2 ekor Tikus, yang satu hitam & lainnya putih, muncul dari sebuah lubang kecil & mulai mengerat akar pohon yang dipegangnya..

Selama si Macan mencoba mencakarnya,
Kaki belakangnya berpijak pada sebuah pohon kecil di tepi sumur yang menyebabkan pohon itu bergoyang2..

Pada salah satu dahan pohon yang menjuntai dari atas sumur,
Terdapat sebuah sarang Lebah,
Madupun mulai menetes jatuh ke dalam sumur..

Melihat tetesan madu,
Lelaki itu menjulurkan lidahnya untuk menangkap tetesan madu tersebut..
‘Mmmm, Sedap sekali !’
Dia berkata kepada dirinya sendiri & tersenyum..

Sering dalam kehidupan ini kita bagaikan Terjebak di antara Macan lapar & Ular Hitam,
Di antara Kematian & sesuatu yang lebih buruk,
Dengan Siang & Malam (kedua tikus) mengunyah2 seutas tali Kehidupan tempat kita bergantung..

Bahkan dalam situasi yang menakutkan seperti itu,
Selalu ada saja Madu yang menetes entah dari mana..
Jika kita Bijaksana,
Kita akan menjulurkan Lidah untuk menikmati tetes2 madu itu..
Mengapa tidak?
Ketika tak ada yang perlu dilakukan, ya jangan ngapa2 in,
Nikmati saja tetes2 Madu Kehidupan..

Part 2 :

Tatkala Lelaki itu tengah menikmati tetesan Madu,
Tikus2 terus mengerat akar Pohon sehingga menjadi makin tipis & makin tipis saja..

Si Ular Hitam pun terus menjulur2 kan tubuhnya makin dekat dengan kaki si Lelaki ;
Sementara si Macan terus mencondongkan tubuhnya lebih dalam lagi, hingga cakarnya nyaris menjangkau tangan si Lelaki..

Lalu si Macan dengan penuh Semangat mencondongkan kembali tubuhnya lebih dalam lagi..
Tiba2 Macan terjatuh ke dalam Sumur,
Meluncur melewati Lelaki itu
& Menimpa si Ular sampai mati..
Macan itupun sekarat di dasar Sumur..

Dan saat Macan & Ular mati,
Itulah saat yang tepat bagi Orang tersebut untuk melakukan sesuatu..
Dia berhenti menikmati madu,
& Dengan segenap daya memanjat sumur,
Lalu berjalan keluar dari Hutan menuju Keselamatan..

Sesuatu yang tak terduga bisanya terjadi..
Begitulah Kehidupan kita..
Jadi mengapa menyia2kan momen manisnya madu,
Bahkan bila kita berada dalam masalah yang benar2 pelik sekalipun..

Masa Depan itu tak pasti,
Kita tak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi kemudian..

Dan saat segala Masalah yang pelik telah sirna,
Hidup tidak selalu harus tidak berbuat apa2,
Menikmati Madu..
Hidup juga harus diperjuangkan dengan segenap daya,
Agar Hidup dapat semakin Hidup..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s