Mengemudi Hemat BBM

Posted: 18 March, 2011 in Tips

Gaya mengemudi memegang peranan sangat penting dalam konsumsi bahan bakar sebuah mobil.

Berikut adalah teknik-teknik mengemudi secara efisien yang bisa dicoba dalam berkendara sehari-hari :

1. Pulse & Glide
Sesedikit mungkin / sejarang mungkin menginjak pedal gas dan meluncurlah sebanyak mungkin.

Ibarat bersepeda jarak jauh, untuk menghemat tenaga biasanya pesepeda menerapkan teknik ‘Gowes – Meluncur – Gowes – Meluncur’, maka kombinasi ‘Gas – Meluncur’ juga berlaku untuk kendaraan.

Pada teknik Pulse & Glide gunakan rem secukupnya, agar energy kinetik / momentum saat meluncur tetap terjaga, dengan catatan “Tetap awas & siaga, serta cermati kondisi lalu lintas dengan seksama”.

Untuk mobil dengan transmisi otomatik pada saat meluncur posisi tuas transmisi tetap di D.
2. Pindahkan Gigi Secepat Mungkin
Saat berakselerasi pindahkan gigi* secepat mungkin dan hindari mesin berputar ke RPM tinggi.

Perpindahan gigi bisa dilakukan pada saat Torsi mesin mencapai 70 – 80%, untuk kendaraan Diesel MPV / SUV sudah bisa ganti gigi pada RPM 1500 – 1800, untuk mesin Gasoline Normal Aspirated bisa ganti gigi pada RPM 2100 – 2400, dengan catatan “Sesuaikan dengan beban yang diangkut serta kontur jalanan (apakah datar / menanjak)”.
*) pindah ke gigi lebih tinggi
3. Traffic & Road Anticipation
Antisipasi kondisi lalu lintas, hal ini sangat terkait dengan teknik Pulse & Glide.

Misal saat menghadapi lampu merah / lalu lintas padat di depan, maka sejak jarak masih jauh kita bisa segera lepas gas dan biarkan mobil meluncur dengan sendirinya.

Juga pahami kontur jalan yang sering anda lalui, pada bagian dimana jalanan agak menurun maka Anda cukup tekan pedal gas sedikit saja atau bahkan meluncur (Gliding).

Saat menghadapi tanjakan maka Anda bisa ancang-ancang dari jauh dengan meningkatkan kecepatan kendaraan sehingga pada saat menanjak beban mesin menjadi lebih ringan.
4. Hindari Idle Berkepanjangan, seperti halnya :
a. Memanaskan mesin terlalu lama
b. Menunggu di dalam mobil untuk waktu yang lama dengan kondisi mesin hidup.
5. Berakselerasi dengan Halus
Berakselerasi dengan halus membuat beban kerja mesin lebih ringan daripada berakselerasi dengan sangat cepat.

Jika memungkinkan boleh mencoba akselerasi bertahap, misal dari diam lalu berakselerasi hingga 30 – 40 km/jam, setelah itu kendurkan gas sedikit selama beberapa detik (kecepatan stabil), lalu kemudian tingkatkan lagi kecepatan hingga 70 – 80 km/jam.
6. Gunakan AC Secukupnya
AC bisa digunakan secukupnya, dimana pada saat suhu luar sejuk maka Termostat bisa dikecilkan atau pada saat berakselerasi / jalanan menanjak, kompressor AC dimatikan* (dengan tombol ‘AC’ atau mengecilkan Termostat). Setelah jalan mendatar kembali / suhu kabin mulai berkurang dinginnya, AC dihidupkan kembali.
*) Kompressor AC mati tetapi blower AC tetap hidup
7. Menjaga Tekanan Ban & Kondisi Mesin
Selalu menjaga tekanan ban & menjaga kondisi mesin tetap prima.
8. Membuang / Membilas Endapan Karbon
Bila mesin jarang berputar ke RPM tinggi, maka 2 – 3 bulan sekali lakukan ‘Italian Tune Up’ utk membuang / membilas endapan karbon pada ruang bakar.

Proses Italian Tune Up bisa dilakukan di jalan tol saat sepi, dimana mobil meluncur dengan gigi 3 (manual), untuk otomatik gunakan gigi 2 atau 3, lalu geber mesin hingga jarum RPM bergerak mendekati Redline (500 RPM menjelang batas merah) dan sesudahnya segera pindah ke gigi lebih tinggi dan mengemudi normal kembali.

Catatan : Saat melakukan Italian Tune Up pastikan pelumas mesin dalam kondisi prima.

 

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s