Kacamata

Posted: 21 November, 2008 in Inspiration

“Segala yang kita lihat sehari-hari mempengaruhi pikiran kita; yang kita pikirkan membentuk perilaku kita; perilaku kita akan memjadi kebiasaan; dan kebiasaan kita akan membeberkan siapa kita sebenarnya.”

Di sebuah optik terkenal, seorang karyawan pembeli sedang menimang-nimang sebuah frame kacamata merek terkenal. Sorang pria lain –saya duga teman kantornya– mendampingi.

“Udah, ambil aja! pas jatuhnya di wajah kamu!” kata temannya itu.
“Mahal man!”
“Eh, kan bukan elu yang bayar ini, kan dituker full ama kantor!”
“Iya sih, tapi belon pernah pake fame semahal ini.”
“Udah, nggak usah sok.”

Pegawai optik yang melayani hanya senyum-senyum mendengar percakaan ini. Selama bertahun-tahun melayani pembeli kacamata bantu, ia sudah hapal betul dengan karakter para pembeli. “Kebanyakan orang kantoran semacam mereka nggak pernah nawar serius. Malah mereka sering sengaja minta kuitansinya ditulis lebih mahal, supaya mereka dapat ‘uang ekstra’ dari perusahaan.” tutur pegawai optik itu setelah mereka berlalu.

Pantas negeri ini menjadi salah satu negara terkorup, pikir saya. Bagaimana tidak, lha wong kacamata yang dipakai sebagai alat bantu penglihatan saja hasil ngemplang, tentu alat bantu penglihatan itu tidak akan menjadi berkat dalam pekerjaan mereka. Malah ia akan menjadi alat bantu penglihatan iblis untuk “melihat” celah-celah per-kemplang-an lebih lanjut. Kita secara tidak langsung akan diarahkan untuk melakukan (kembali) hal-hal yang tidak baik. Bukankah sekali tercebur maka kita akan semakin “basah” karenanya? Demikian pula dengan kejahatan. Sekali Anda berkompromi dengan kejahatan, Anda akan terus diikat oleh kuasa kejahatan itu.

Seperti halnya mata, nurani kita dalam beberapa hal juga memerlukan alat bantu “penglihatan”. Kita harus memastikan bahwa “kacamata nurani” yang kita pakai benar-benar “bersih”. Apabila “kacamata nurani” yang kita pakai “kotor” maka tentu nurani kita tidak bisa “melihat” dengan baik.

Lalu, di mana kita bisa mendapatkan alat bantu penglihatan yang “bersih” bagi nurani? Ada banyak “optik” yang membagikan “kacamata nurani” itu secara gratis, yaitu tempat-tempat ibadah sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Di sana nurani kita akan disegarkan setiap saat, dan kita akan dilengkapi dengan “kacamata nurani” yang kita perlukan, melalui firman dan perenungan pribadi kita. Silahkan datang dan mendapatkannya.

Selamat pagi dan selamat bekerja !

Sumber

7 Kebiasaan Buruk Kaum Jomblo

Posted: 17 November, 2008 in Article

Being single, pilihan atau bukan, jawabannya pasti akan berbeda-beda tetapi menjadi single juga banyak happy-nya asalkan kita menikmati ke single-an kita itu.

Nah ini ada kebiasaan buruk para jomblo’ers yang sekiranya bisa kita simak..

1. Enggak doyan mandi.
Apalagi keramas, terutama para cowok yang dari sononya udah punya bakat kayak gitu. Kebiasaan ini yang kadang mengganggu bagi lingkungan sekitar.

2. Enggak peduli sama penampilan.
Mereka pikir, buat apa dandan. Toh enggak akan ada yang muji.

3. Negatif thinking.
Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang nanya, “Koq sendiri”, langsung deh reaksinya seperti ini: “Sudah tau gua jomblo, pake tanya-tanya. Nyindir, ya?”

4. Orang yang jomblo kerap mencitrakan dirinya secara negatif.
Mereka menjadi pribadi yang pesimistis, rendah diri, loyo alias enggak punya semangat hidup. Dari tindak tanduknya, seolah mereka mau bilang, “i’m loser !” dan seringkali hal ini mereka lakukan dengan sengaja. Mungkin dengan maksud agar orang bersimpati.

5. Kurang mensyukuri hidup.
Dalam pandangannya rumput di halaman tetangga kelihatan lebih hijau. Apalagi, kalau lihat orang lagi asyik pacaran. Padahal dia belum tau kalau punya pacar enggak selamanya enak. hehe.. 🙂

6. Penuh dusta.
Status sebagai jomblo kadang bikin orang enggak jujur. Bahkan terhadap diri sendiri. Enggak apa adanya. Sebagai contoh, jika ada orang bertanya, “Kenapa sih kamu belum punya pacar juga?” Lantaran gengsi, kamu jawab “Aku memang belum mau pacaran koq!” Padahal alasan sebenarnya adalah karena belum ketemu yang suka sama kamu.

7. Nelangsa.
Para jomblo kadang terlalu hanyut dengan perasaan. Mereka sering kali merasa iba pada dirinya sendiri. Seakan, dengan status jomblo dia menjadi orang paling malang sedunia.

Nah loo…, pasti ada yang ngomong, “Ah..enggak gitu-gitu  amat seh…”, atau “Ah enggak juga ya…”
Dengan kata lain Jomblo itu berbeda-beda tetapi tetap satu juga.. Wakaka…

For Couples Out There…

Posted: 17 November, 2008 in Relation

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh
megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan
menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria
dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju
mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku
baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali
pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

“Masing-masing kita! akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari
pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal
tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…”

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang
tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya
mencatat
hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka
bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa
yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri.

Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3
halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia
sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai!
mengalir…

“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya.

“Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali
melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
“Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di
kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin
merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…”

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta
serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia
menunduk dan menangis…

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit
hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal
tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan
dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di
sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia
jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba
melupakan yang buruk…

(Moral of the story : Girls, when you found someone who would accept you
for who you are, be THANKFUL if it’s not a dream. Don’t shrug him off
just because he’s not exactly your Mr.Right, ‘coz there’s always a BIG
possibility that you’re not his Ms.Right, but he still loved you anyway.
Learn to give and take, it’ll save you a lot of heartaches & energy when
yo! u’re bragging & complaining about it to your friends. Boys, live with
the fact that you’re ALWAYS the ones that had to accept
your girl for who they are. Never EVER expect anything in return. But
when they do, make sure that it ain’t a dream, ‘coz it’s just WAAYYY Too
good to be true)

Sumber

Jangan Lepaskan Cinta

Posted: 17 November, 2008 in Relation

Fiter: Cerita berikut dimaksudkan untuk para wanita..

The story begins

Cerita saya ini hanyalah sebuah cerita biasa dari kehidupan seorang
wanita. Saya membagi cerita karena ingin membagi kebahagian yang telah
saya dapatkan dalam kehidupan. Saya dilahirkan dari sebuah
keluarga pekerja keras. Papa adalah seorang pengusaha yang berhasil.
Sejak kecil, saya lebih dekat dengan Papa, hal itu membuat saya
menjadi seperti seorang laki-laki.Bukan dalam penampilan, tapi dari
cara berpikir dan cara mengambil keputusan dan cara saya berbuat. Dan
saya pun seorang pekerja keras seperti Papa. Dengan bekerja keras
dan adanya emansipasi, saya berhasil memiliki semua yang saya inginkan
dalam hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, saya agak nakal, keras kepala
dan suka berganti pacar dan mencoba sesuatu yang baru. Saya
mempunyai jiwa petualang layaknya seorang laki-laki mungkin karena
dekat dengan Papa saya.

Pada suatu kegiatan, saya bertemu dengan seorang pria, yang kemudian
menjadi suami saya. Calon suami saya itu sebenarnya bukan type ideal
saya. Saya melihat banyak kekurangan dari nya karena dia tidak
seperti layaknya laki-laki yang saya idamkan sebagai laki-laki ideal.
Tapi ada hal yang menarik dari nya dan saya pun tidak tahu itu apa,
yang membuat saya senang bersama dengan dia. Dan anehnya kami pun
berpacaran.

Pacaran kami tidak seindah seperti layaknya cerita cinta Cinderella.
Kami sering bertengkar, kami sering saling menyakiti satu sama lain.
Mungkin calon suami saya tersebut malu karena dia tidak
memiliki banyak hal seperti yang saya miliki. Dia sangat angkuh dan
sombong seakan-akan dialah orang yang paling pintar diantara kami
berdua. Kami pun seperti kucing dengan tikus, selalu bertengkar
sehingga kami pun berpisah, walaupun kami kembali pacaran lagi. Yang
terjadi kemudian adalah kami menjadi putus dan sambung berulang kali.
Saya pun lelah dan menjadi sangat membenci dia lalu memutuskan untuk
meninggalkannya. Lagipula keluarga Saya tidak menyukainya karena
dianggap hanya akan mengambil keuntungan materi yang keluarga kami miliki.

Saya pun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain. Ketika gagal, saya
mencoba pria lain lagi dan begitulah seterusnya. Satu hal yang saya
tidak mengerti kenapa saya selalu mengingat pada calon suami
saya tsb. Begitulah saya melewati hari-hari dalam tahun-tahun yang
berlalu dalam kehidupan saya.

Waktu berjalan dan secara kebetulan saya pun bertemu dengannya lagi di
suatu kota. Dia mengajak saya untuk meluangkan waktu luang bersama.
Saya pun setuju walaupun sebenarnya saya sangat enggan karena mengingat
rasa benci saya kepadanya dan sikapnya yang angkuh dan sombong.

Kami pun bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Saya
melihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan seorang pria ketika bercerita
tentang keinginannya dan bagaimana menjalani hidup dengan
kesendiriannya. Sampai pada akhirnya kami pun
bernostalgia tentang hubungan kami. Saya melihat perubahan wajah
padanya, matanya seakan-akan menerawang dengan kosong. Tiba-tiba saya
melihat wajahnya seperti seorang yang tak berdaya. Saya tidak melihat
lagi keangkuhan dan kesombongan dari seorang pria dalam dirinya,
yang saya rasakan kelembutan hati seorang pria.

Saya melihat dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba bertahan
tegar dalam masalah-masalah yang dihadapinya. Saat itu juga saya
menyadari, bahwa dia tidaklah seangkuh dan sesombong yang selama ini saya
rasakan. Saya bisa merasakan sedih yang dia rasakan ketika saya
memutuskan untuk berpisah dengan dia. Saya baru menyadari bahwa
dia sudah merasa tidak mampu membuktikan betapa dia
sangat mencintai saya.

Ketika saya kembali ke hotel, saya pun menangis dan menyesali semua
kebodohan yang telah terjadi. Saya kehilangan calon suami saya karena
saya menginginkan dia sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan ketika
dia tidak mampu seperti yang saya inginkan, saya pun marah dan membenci
dia tanpa melihat diri saya sendiri apakah saya juga mau berubah
seperti apa yang diinginkan olehnya. Saya tidak bisa melihat dia
sebagai seorang yang sempurna dengan kekurangan dan kelebihan yang
dimiliknya dan saya tidak menyadari bahwa dia telah berubah
seperti kemauan saya dengan semua kemampuan dia.

Saya pun jadi membenci diri saya karena tidak mampu melihat
begitu banyak hal baik yang diberikan olehnya untuk membahagiakan saya.
Saya tidak mampu melihat kebahagian dan tawa yang diberikan olehnya
dalam hidup saya.

Kemudian saya akhirnya menyadari, apa yang saya suka darinya yang tidak
mampu diberikan oleh pria lain adalah dia telah membuat hidup saya
seperti alunan nada yang indah. Terkadang, nada itu sangat tinggi
sehingga menyayat hati, terkadang sangat rendah sampai tidak bisa di
dengar kemudian mengalun dengan cepat dan penuh dentaman tetapi penuh
keriangan.Calon suami saya bukan seperti pria lainnya.Dia mengajar
saya melihat dengan cara yang berbeda.Kejujuran dia kadang menyakitkan
hati saya, tapi itulah yang membuat saya mencintai dia, karena
dia mau mencintai saya dengan cara yang berbeda dengan pria lain.

Dia ingin agar saya menjadi lebih baik. Dan saya pun melihat bahwa dia
sama seperti Papa saya, seorang laki-laki yang tahu apa yang diinginkan
dalam hidupnya dan mau berjuang untuk cita-citanya. Saya memutuskan
mengajaknya bertemu dan saya pun melamar dia.

Suami saya kaget tapi dia menerima lamaran saya. Saya menangis bahagia
dan untuk pertama kali saya melihatnya menangis. Saya bahagia karena
saya telah menyia-nyiakan cinta saya selama ini dan ketika saya
memutuskan untuk merengkuh cinta itu kembali, cinta masih berpihak
pada saya. Dan itulah keputusan paling gila yang saya lakukan dalam
hidup saya.

Saya mendapat banyak cobaan untuk cinta yang saya inginkan terutama
dari keluarga saya, tetapi saya tetap percaya pada cinta. Memang saya
tidak mendapatkan semua yang saya inginkan dalam hidup, tetapi saya
mendapatkan satu hal yang paling indah dan berharga yang dapat
diberikan oleh kehidupan yang tidak mungkin saya tukar dengan apapun.
Saya mempunyai keluarga dan anak-anak yang membuat saya bisa ketawa
dan bisa menangis, bisa membuat saya senang dan marah, tapi itulah
kehidupan. Dan seperti itulah kehidupan semestinya di jalani.

Saat ini sebagai wanita, saya pun menyadari bahwa saya memang diambil
dari tulang rusuk laki-laki. Dan saya sadar bahwa Pria adalah mahluk
paling sempurna yang di ciptakan Allah. Pria adalah mahluk yang paling
tegar tapi juga paling sensitif setelah saya menyadari bahwa sebagian
besar perancang busana, juru masak, ahli seni, arsitek, akuntan dll
adalah pria. Mereka, kaum pria mampu kelihatan tegar dan keras di
depan orang banyak bahkan mungkin di depan wanita yang dicintainya tapi
hatinya tetap sensitif melebihi wanita. Saya selalu mengutamakan
kepentingan suami dan anak-anak saya.
Saya mau mengorbankan karir dan keinginan saya pribadi.

Ketika saya mengorbankan kepentingan pribadi demi cinta, saya
memperoleh lebih dari yang saya inginkan, karena saya mendapatkan
seorang suami yang selalu mempunyai waktu untuk selalu berbagi. Suami
yang mau mengajak saya jalan berdua di malam hari, mencuci piring
bersama dan memberi kejutan-kejutan yang menyenangkan hati saya
di kala gundah.

Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil
masalah pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan,sampai masalah
besar seperti suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya
daripada ke rumah orang tua yang membuat saya membenci dia lalu kami
diam bermusuhan selama beberapa hari. Terkadang kami bertengkar
karena suami saya melakukan sesuatu yang saya tidak suka tanpa mau
menyadari bahwa apa yang dibuat oleh suami saya adalah untuk kebaikan
saya. Tapi itulah cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan
diri saya apa adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu
tidak ada artinya dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami
saya berikan.

Saya dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa
anak-anak kami dan semua pintu dan jendela pada malam hari.Ketika
saya berpura-pura tidur dengan sembarangan maka suami saya akan merapikan
selimut saya dan menyingkir agar saya tidur tenang. Suami saya akan
membereskan berkas-berkas di meja saya agar saya bisa langsung
berangkat ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami mau memutar balik
kendaraan kami walaupun dia tetap marah. Tapi apapun yang terjadi kami
tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah pernikahan tetapi
kami mengikatkan diri dalam cinta kami.Saya dapat bertengkar
dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin cinta kami lebih besar
dari keegoisan kami masing-masing.

Apa yang ingin saya sampaikan kepada anda semua kaum wanita adalah hal
yang sederhana. Pertama adalah salah ketika anda berpikiran anda akan
berhasil meraih karir atau cita-cita pribadi anda dengan hidup sendiri
dengan alasan apapun, karena sudah tertulis bahwa manusia hidup
berpasangan. Karena setiap pria dan wanita akan saling memberi dan saling
berbagi. Kedua, kehidupan berkeluarga itu sangat rumit dan kompleks, jauh
melebihi mengurus perusahaan-perusahaan, karena tidak ada struktur
organisasi, SOP, manajemen tertulis dll. Bisa anda bayangkan anak anda
yang tidak mau menurut perintah anda, tetapi anda tidak bisa memecat
dia atau pun ketika anda sedang capek dan tiba-tiba suami anda bertanya
dimana kaos dalam di taruh dan anda tidak bisa menggantung di pintu anda
tulisan “Jangan Diganggu, Lagi Sibuk” karena anda satu kamar dengan
dia atau anda harus mengeluarkan dana non budget hanya karena tembok
anda di coret-coret oleh anak anda tanpa bisa mengeluarkan Surat
Peringatan. Tetapi kalau anda bisa mengatasi dan menikmati kehidupan
keluarga anda dan mampu belajar dari kehidupan berkeluarga, maka percayalah
anda akan menjadi wanita yang berhasil.

Tidak ada wanita yang berhasil dan terkenal dalam dunia ini yang hidup
sendirian. Semua wanita yang berhasil selalu mempunyai keluarga yang baik,
karena wanita lah yang mengatur sebuah keluarga. Dan saat itulah anda
akan menyadari kenapa wanita diambil dari tulang rusuk pria.
Bahkan saya berbagi cerita ini untuk wanita-wanita yang menginginkan
semua hal yang terbaik dalam dirinya. Saya tetap seorang isteri
yang menyiapkan pakaian suami saya, menyiapkan makan di rumah saya dan
segala sesuatu dalam rumah tangga saya. Dan jika saya harus memilih,
maka saya memilih keluarga saya dibanding dengan karir saya yang
terkenal.

Akhir kata, jika anda percaya sudah menemukan cinta anda dan pasangan
hidup anda, berjuang lah mendapatkannya dan jangan lepaskan cinta anda.
Mungkin jalan cerita cinta anda tidak semulus cerita teman anda atau
orang tua anda, tetapi ketika anda mau berjuang demi cinta anda, anda
akan melihat dalam cinta, segala sesuatu akan tampak lebih
indah.Jangan terpaku pada hal-hal kecil, nasehat saya, jika anda mampu
menghitung semua kesalahan dan sikap dia yang membuat anda benci pada
pasangan anda, percayalah anda tidak akan pernah sanggup
menghitung kebaikan,tawa dan kebahagiaan yang dia berikan pada anda,
dan itulah cinta.

Hidup itu indah bukan karena jalan yang harus kita lalui itu mudah
tetapi karena jalan kehidupan itu berat dan berliku kadang menanjak
dan menukik turun dengan tajam dan bergelombang dan akhirnya anda akan
merasa bahagia tanpa mengingat apa yang telah anda lalui jika anda mau
tetap teguh dengan cinta anda.

Saya tidak mau anda mengalami hidup seperti saya yang telah
menyia-nyiakan cinta saya karena ke egoisan saya. Terkadang kita
baru menyadari sesuatu itu begitu berharga ketika kita kehilangan.

Diantara semua yang ada didunia, maka cintalah yang paling terbesar
Saya adalah seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika
bahkan di dunia. Dan saya lebih bangga menyebut diri saya sebagai
seorang isteri dan ibu yang bahagia karena untuk itulah Allah
menciptakan saya di dunia ini.

–Wanita Biasa–

Simple Story but Deep Meaning

Posted: 7 November, 2008 in Relation

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.

Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.

Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata.

PERTANYAAN :
1. Apa 3 kata itu ?
2. Apa makna cerita ini ?

.

.

.

JAWABAN :
(1) Sang Suami hanya mengatakan “SAYA BERSAMAMU SAYANG”

Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif.
Si anak sudah meninggal,tidak bisa dihidupkan kembali.
Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri.
Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi.

Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya.
Apa yg si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yg diberikan suaminya sekarang.

Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini.

“Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil”

Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.

(2) MORAL CERITA

Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan org lain atau siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan org yg kita kenal. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari. Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.
Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.
Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya.
Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.

Buat para wanita, sudah menemukan mataharimu belum? Kalau sudah, jangan sia-siakan atau gak dihargai yah. Nah buat pria, kualitas pria seperti apa yang kalian punya? mungkin tanggapan masing-masing orang berbeda ketika membaca ilustrasi diatas. Biar gimanapun pria harus tau apa yang perlu, apa yang baik. Tapi sayangnya di ilustrasi diatas, akhirnya pria dan wanita itu nggak bisa bersatu. Hmm… saya rasa ada yang kurang, menurut saya yg kurang yaitu KASIH. Karena kasih itu bisa mempersatukan, melengkapi dan menyempurnakan. Cieee…  (tumben kali ini gw ngomongnya agak2….ehmm)

Cermin Diri by Andrie Wongso

Posted: 28 October, 2008 in Motivation

Dikisahkan, ada seorang pria yang sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya tidak harmonis. Bersamaan dengan itu, dia pun terkena perampingan karyawan di perusahaannya sehingga dia harus berhenti bekerja.

Pada waktu yang senggang, dia berpikir dan mengevaluasi diri. Apa yang salah dengan hidupku? Mengapa aku gagal terus? Bagaimana caranya untuk merubah kegagalan dengan kesuksesan?

Dimulailah pencarian jawaban atas pertanyaannya dengan pergi ke toko buku dan membeli buku-buku yang dianggapnya mampu memberi jawaban. Setelah beberapa buku habis di baca, dia merasa tidak puas dan tidak pula menemukan jawabannya. Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya, kenapa aku tidak menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku itu? Pasti akan lebih berhasil bila aku bisa mendapatkan petunjuk langsung dari si penulis. Maka ditemuilah si penulis buku. Setelah menceritakan semua kegagalan yang dialaminya, dia berkata, “Tuan penulis, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa membuat saya sukses”. Si penulis pun menjawab, “Kalau anda membaca buku saya dengan teliti, dan menjalankan dengan nyata , tentu akan ditemukan cara-cara menuju sukses” ”Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku anda, tetapi tetap saja belum menemukan rumus sukses. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk bertanya langsung”.

Si penulis berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah, saya akan ketemukan kamu dengan seseorang. Biar dia yang memberitahu kamu bagaimana cara sukses dalam hidup ini”. Dengan gembira si pria bertanya, “Dimana orang itu bisa saya temui?” Si penulis mengajak pria itu ke sebuah kamar, “Dia ada di dalam kamar ini”. Maka Pria itu pun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun dia heran karena tidak ada seorangpun di dalam kamar tsb, yang ada hanya sebuah cermin besar. Lalu si Penulis berkata, “Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di cermin itu adalah sang penolong yang kamu cari untuk menunjukkan bagaimana caranya meraih sukses. Sesungguhnya hanya kamu yang bisa menolong dirimu sendiri, tanpa kamu berani memulai dari dirimu sendiri untuk berusaha dan berjuang maka kamu tidak akan meraih sukses!”
Seketika itu juga si pemuda tersadar, “Terima kasih pak penulis. Saya akan berusaha lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk mempraktekkan teori yang telah saya dapat dan pelajari!

Hidup adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari, kalau perasaan malas, tidak disiplin, bimbang, ragu2 dan lain sebagainya menguasai diri kita , tentu nasib buruklah yang kita dapat.

Sukses bukanlah teori, sebagai manusia yang telah di karuniai segenap kelebihan-kelebihan olah Tuhan, kita harus berani mengembangkan diri dan mengandalkan diri sendiri untuk berpikir, bergerak dan berjuang .
Kalau mental kemandirian telah kita miliki, dan tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup, berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil . maka pasti nasib kita akan berubah dan meraih sukses yang membanggakan!

Untuk artikel lain bisa Anda dapatkan setiap hari di : AndrieWongso.com

Sumber