Archive for the ‘Family’ Category

Bagaimana agar anak jadi suka membaca? Berikut ini 8 hadiah yang bisa membuat si kecil mau membaca buku, seperti dikutip dari Scholastic:

1. Kursi yang Nyaman
Sebelum anak membuka sebuah buku, dia tentu membutuhkan tempat yang nyaman untuk membaca. Jadi tidak ada salahnya Anda mencari kursi yang nyaman untuk ditaruh di pojok kamar tidurnya.

2. Satu Set Buku Favorit
Apakah anak Anda punya seri buku favorit? Jika iya, kenapa tidak Anda memberinya satu set buku cerita favoritnya. Dengan hadiah tersebut, anak jadi tidak akan ketinggalan satu ceritapun dari buku favoritnya itu.

3. Pembatas Buku
Hadiahkan si kecil pembatas buku dengan tema atau gambar yang disukainya. Di toko buku, sekarang ini dijual berbagai jenis pembatas buku, mulai dari yang bergambar lucu sampai berisi rangkaian kata penyemangat.

4. Mug
Tidak ada yang lebih menyenangkan dengan membaca buku sambil ditemani segelas minuman cokelat favorit. Dengan hadiah mug, kegiatan membaca si kecil pun bisa jadi lebih menyenangkan. Pesan khusus mug dengan desain Anda atau gambar favoritnya.

5. Buku Mewarnai
Untuk anak-anak yang baru berusia balita, buku mewarnai bisa jadi hadiah yang tepat untuk membuat mereka suka membaca. Anak bisa menggunakan crayon atau alat tulis lainnya untuk berimajinasi.

6. Lampu
Buat liburan si kecil jadi makin menyenangkan dengan menaruh lampu cantik di kamar tidurnya. Lampu ini bisa membuatnya tetap memiliki penerangan cukup saat ia ingin membaca di atas tempat tidurnya.

7. Langganan Majalah
Kejutkan si kecil dengan memberinya bonus setahun berlangganan majalah favoritnya. Cara ini bisa membuat anak menyukai membaca dan tertarik untuk membaca hal lain, selain majalah.

8. Diary
Meskipun terkesan kuno, tapi sampai sekarang masih ada beberapa orang yang menulis di diary. Jadi tidak ada salahnya Anda memberikan si kecil diary plus pulpen untuk membuka imajinasinya. Diary atau jurnal mendorongnya menulis atau menggambar. Hal ini juga bisa membuatnya mengembangkan ide dan pendapatnya.

 

Inspired from here.

Advertisements

Seorang Ibu mengeluh bahwa putranya yang berumur 10 tahun memiliki memori yang kurang baik, karena baru 5 menit si Ibu berpesan pada anaknya, sang anak justru lupa dengan pesan ibunya. Lain halnya dengan seorang ayah yang memiliki putri berusia 7 tahun. Setiap hari ayahnya selalu mengingatkan si kecil untuk tidak lupa membawa pulang kotak makannya. Tapi si anak justru sering lupa.

Penelitian di bidang psikologi menemukan bahwa daya ingat dapat dikembangkan. Berbagai strategi dapat diterapkan untuk mengasah memori anak.

Bagaimana Memori Bekerja?

Sistem Penyimpanan memori anak seperti komputer, menyimpan informasi yang saling berhubungan dengan informasi lainnya. Pertama-tama informasi penting akan selalu disimpan di memori jangka pendek, berkisar 10-20 detik.

Itulah sebabnya penyusunan dan pengulangan informasi sangat penting jika orang tua ingin anak mudah mengingat informasi. Kemudian, informasi yang penting dan berkesan bagi anak akan disimpan di memori jangka panjang. Di sini, informasi akan di-arsip dan dihubungkan dengan informasi lain yang berkaitan.

Aspek emosi sangat berperan dalam membantu anak mengingat. Misalnya mengingat saat-saat membahagiakan di masa kecil anda.

Anak belajar dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, anak belajar tentang konsep pohon. Maka, anak terus mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang pohon, makhluk hidup yang mempunyai batang, akar dan daun. Secara bertahap, kumpulan informasi tentang pohon akan disimpan dan digunakan sewktu-waktu saat dibutuhkan. Ketika jaringan informasi di otak memadai, anak akan bisa membedakan antara tanaman hias, bunga dan pohon.

Dalam hidup sehari-hari orang tua tidak perlu khawatir saat si kecil berkata lupa atau tidak ingat. Ini bukan berarti si kecil tidak menyimak informasi itu. Tetapi informasi tersebut disimpan di otak dan kelak dapat dipergunakan kembali di situasi tertentu. Bahkan orang dewasa saja cenderung hanya sanggup mengingat 30% dari informasi yang didengarnya. Tapi bila kita melihat dan mendengarkan di saat bersamaan, maka informasi tersebut akan lebih terekam di memori otak. Selanjutnya, bila anak melihat, mendengarkan, merasakan (menyentuh) dan melakukan suatu kegiatan, maka mereka akan mengingatnya sekitar 90%. Itu sebabnya, pendidikan yang baik selalu melibatkan aktivitas yang memacu seluruh panca indera anak.

Sebagai contoh, ibu mengajarkan tentang konsep berat dan ringan pada anak. Jauh lebih baik bila kita mengajak anak langsung bereksperimen tentang berat benda daripada menghafalkan satu buku yang tebal tentang berat benda. Melibatkan seluruh panca indera sangat efektif digunakan saat belajar di rumah, yaitu dengan menunjukkan pada si anak suatu tulisan (visual), minta ia menyebut kata itu, lalu mintalah si kecil menyusun alphabet yang sama dengan tulisan itu (sentuhan dan visual). Kemudian ucapkan kata itu (auditori dan visual). Dan akhirnya lakukan pengulangan yang disertai kegiatan sehari-hari dengan kata-kata yang akan mudah diingat oleh anak, karena mengalami pengulangan setiap hari di rumah.

Meningkatkan DAYA INGAT Anak dengan Permainan

Bermain adalah sarana yang sangat efektif untuk meningkatkan daya ingat anak. Beberapa permainan dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Permainan ini akan bermanfaat untuk mengasah daya ingat dan berguna bagi si kecil saat berkonsentrasi pada pelajaran di sekolah.

Mengurutkan Benda

Susun tiga benda berurutan dan minta si kecil menyebutnya satu persatu. Acaklah ketiga benda itu, lalu minta si kecil menyusunnya kembali. Bila si kecil berhasil, tingkatkan kesulitannya dengan menambah jumlah benda Permainan ini sangat menyenangkan bila dilakukan bersama pasangan.

Permainan Kim

Taruhlah beberapa benda dalam sebuah kotak. Minta si kecil melihat dan menyebut nama benda itu satu persatu. Lalu minta si kecil memejamkan matanya. Sembunyikan satu benda. Kemudian minta si kecil mengingat benda apa yang hilang dari kotak itu. Bila berhasil, tambah jumlah benda dalam kotak dan sembunyikan lebih dari satu benda.

Sentuhan Ajaib

Berjalanlah ke sekeliling ruangan dan sentuhlah beberapa benda secara berurutan sambil menyebut nama benda itu. Lalu mintalah si kecil mengulangi gerakan anda sambil menyebut benda yang anda sentuh sesuai urutan.

Mencocokkan Benda Berpasangan

Siapkan kartu yang berjumlah dua set (sama). Susunlah beberapa pasang kartu yang sama dalam posisi terbalik. Mintalah anak menemukan kartu yang bergambar sama dengan cara membalik dua kartu secara bersamaan (dalam posisi acak).

Imajinasi

Memerlukan peran orang tua dengan si anak, dengan membuat permainan seolah-olah sedang berada di suatu tempat (mal) lalu mengingat-ingat apa yang akan dilakukan di tempat tersebut secara bergantian sampai akhirnya pemain kewalahan mengingat informasi yang ada.

Tips membantu anak mengingat lebih baik:

1. Pastikan si kecil melihat wajah ibu dan ayah saat berbicara dengannya.

2. Mintalah si kecil mengulangi kembali yang anda ingin dia ingat.

3. Periksa kembali pemahaman anak.

4. Bimbing si kecil untuk menghubungkan informasi yang baru diperolehnya dengan pengetahuan yang sudah diketahuinya.

5. Bila memungkinkan, perbolehkan si kecil melakukan eksperimen (melakukan) kegiatan sehubungan dengan informasi yang harus diingatnya.

6. Pilih tugas yang rumit (kompleks) menjadi tahap-tahap yang sederhana, lalu latih si kecil untuk mengingat sesuai dengan urutan informasi.

7. Tetap tenang, karena anak lebih mudah mengingat bila berada dalam suasana santai dan nyaman. Bila si kecil merasakan ketegangan dan tekanan psikologis dari orang tuanya untuk mengingat, konsentrasinya akan terpengaruh.

8. Tetaplah berlatih dan nikmati saat-saat indah bersama anak.

Inspired from here.

Letter from Mom and Dad

Posted: 22 March, 2011 in Family

My child,

When I get old,
I hope you understand and have patience with me.
In case I break a plate,
Or spill soup on the table because I’m loosing my eyesight,
I hope you don’t yell at me.

Older people are sensitive.
Always having self pity when you yell.
When my hearing gets worse and I can’t hear what you’re saying,
I hope you don’t call me “Deaf!”
Please repeat what you said or write it down.

I’m sorry my child.
I’m getting older.

When my knees get weaker,
I hope you have the patience to help me get up.
Like how I used to help you while you were little,
Learning to walk.

Please bear with me.

When I keep repeating my self like a broken record,
I hope you just keep listening to me.

Please don’t make fun of me, or get sick listening to me.

Do you remember when you were little and you wanted a balloon?
You repeated yourself over and over until you got what you wanted.

Please also pardon my smell,
I smell like an old person.
Please don’t force to shower,
My body is weak.
Old people get sick easily when they’re cold.

I hope I don’t gross you out.

Do you remember when you were little?
I used to chase you around because you didn’t want to shower.

I hope you can be patient with me,
When I’m always cranky.
It’s all part of getting old.
You’ll understand when you’re older.

And if you have spare time,
I hope we can talk.
Even for a few minutes,
I’m always all by my self all the time,
and have no one to talk to.

I know you’re busy with work.

Even if you’re not interested in my stories,
Please have time for me.

Do you remember when you were little?
I used to listen to your stories about your teddy bear.

When the time comes,
And I get ill and bedridden,
I hope you have the patience to take care of me.

I’m sorry,
If I accidentally wet the bed or make a mess.

I hope you have the patience to take care of me during the last few moment of my life,
I’m not going to last longer, anyway.

When the time of my death comes,
I hope you hold my hand,
And give me the strength to face death.

And don’t worry,
when I finally meet our Creator,
I will whisper in His ear,
to BLESS you,
because you loved,
Your Mom and Dad.

Thank you so much for your care,
We love you.

With much love,

Mom and Dad

 

Sebagian orangtua sering mengeluhkan sulitnya mengajak anak bercerita mengenai harinya. Padahal, orangtua perlu tahu apa saja yang sedang terjadi pada kehidupan si kecil. Ketika ia menolak menceritakan harinya, jangan serta merta menyalahkan si anak yang tertutup. Bisa jadi, cara bertanya kita, sebagai orangtualah yang belum tepat.

Michele Borba, Ed.D., menyarankan untuk menggunakan beragam strategi untuk berkomunikasi dengan si anak. Carilah yang paling tepat untuk Anda dan si kecil, dan latihlah hal tersebut berulang-ulang hingga menjadi hal yang cukup alamiah. Berikut tipsnya:

1. Jangan segera menghadangnya
. Begitu ia sampai di rumah atau duduk di mobil Anda, jangan langsung menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai harinya. Umumnya, anak-anak merasa kelelahan dan tak bersemangat begitu tiba di rumah. Jadi, tunggulah setidaknya 30 menit sebelum memulai percakapan mengenai harinya. Beri ia kesempatan untuk menenangkan diri, makan sedikit camilan, dan beristirahat sejenak.

2. Jangan mengubah perbincangan menjadi sebuah sekolahan di dalam rumah
. Coba bayangkan apa yang Anda perlukan untuk bisa mengutarakan isi hati saat Anda berusia dirinya? Sama seperti si kecil, ia tidak suka jika orangtuanya memaksa, bercanda yang menyinggung, mengancam, menuduh, menguliahi, atau memarahinya.

3. Berikan perhatian penuh
. Pikirkan bagaimana jika sahabat Anda menanyakan mengenai hari Anda. Gunakan contoh itu. Pastikan Anda berada dalam kondisi tenang, tampak tulus, dan tertarik akan cerita si kecil. Tentu hal ini akan terlihat dari bahasa tubuh Anda. Jangan sampai Anda sibuk main BlackBerry atau Facebook-an saat ia sedang bercerita.

4. Pertanyaan terbuka. Jangan berikan pertanyaan yang bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya terbuka, jangan yang bisa dijawab dengan selintas lalu saja.

5. Jangan bertanya pertanyaan yang sama. Anak yang sudah agak besar akan “ilfeel” jika Anda bertanya pertanyaan yang sudah bisa ditebak, seperti “Bagaimana sekolah?” Jadi, cobalah jadi kreatif. Ubah cara bertanya atau pertanyaannya untuk membuat anak Anda tahu bahwa Anda tertarik.

6. Berhenti dan dengarkan
. Begitu si anak mulai membuka mulutnya untuk menceritakan mengenai hari atau sekolahnya, berhentilah melakukan apa pun yang sedang Anda lakukan, dan berikan perhatian penuh. Tangkap informasi sekecil apa pun untuk Anda tanyakan lagi kepadanya dan berikan ekspresi bahwa Anda memang tertarik. Ia akan terbuka begitu ia tahu bahwa Anda memang tertarik.

7. Regangkan perbincangan dengan pertanyaan mengundang
. Jika si anak berbagi detail, coba gunakan metode peregangan. Artinya, jangan memaksa atau mengorek-ngorek, tetapi gunakan penyambung ungkap, seperti, “Oya?”, “Iya,” atau “Wow, kok bisa gitu, ya?” Pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidak mengancam, tetapi mengundang si kecil untuk bercerita.

8. Mengulang ucapannya. Cobalah ulang ucapan yang ia sampaikan. Misal, “Aku main ayunan di taman tadi.” Anda bisa balas, “Kamu main di ayunan?” Trik ini akan menarik ketertarikan si anak untuk terbuka kepada Anda.

9. Rumah yang menyenangkan untuk anak-anak. Kebanyakan orangtua merasa mereka tahu lebih banyak tentang anaknya dari teman si anak. Jadi, cobalah membuat rumah lebih menyenangkan untuk dikunjungi teman-teman si anak. Undang teman-teman si anak, isi kulkas dengan makanan menyenangkan. Siapkan keranjang basket atau mainan lain yang bisa dilakukan oleh si anak bersama teman-temannya. Saat teman-temannya bermain, cobalah untuk bersikap bersahabat kepada teman-temannya. Tak hanya teman-temannya yang akan berbagi cerita, tetapi si anak bisa jadi ikut-ikutan masuk dalam perbincangan.

10. Info yang berkaitan dengan sekolah. Cari tahulah apa pun yang berkaitan dengan sekolah. Entah itu dengan mengikuti perkumpulan orangtua, atau minta dikirimkan newsletter sekolah jika ada. Jangan segan untuk mencari tahu tentang guru dan keadaan kelas si kecil dari wali kelas atau orangtua lain.

11. Kenali waktu harian si anak. Ketahui kapan si anak paling enak diajak bicara. Seharian bersekolah, baru tiba di rumah, biasanya dia melakukan apa, atau kapan ia biasa bersosialisasi, ketahui itu dan kenali waktu senggangnya.

12. Duduk bersebelahan. Anak laki-laki memang cenderung lebih tertutup. Anak yang sensitif akan merasa takut jika orangtuanya mengajaknya duduk dan berkata, “Sini, Mama mau bicara tentang hari kamu.” Cobalah datangi ia, duduk di sebelahnya, jangan berseberangan, karena ia akan melihatnya sebagai sebuah ancaman atau penghakiman.

13. Kenali kesukaannya.
Beberapa anak, khususnya anak laki-laki lebih mudah terbuka saat ia bicara tentang dirinya sambil melakukan suatu hal yang ia sukai, seperti lempar bola basket, makan es krim, menggambar, atau membangun Lego.

14. Masukkan diri Anda dalam perbincangan. Dengan Anda yang memulai bercerita tentang hari Anda, si kecil bisa ikutan merasa ingin berbagi cerita. Hal ini bisa Anda lakukan sambil makan malam bersama. Akan lebih baik jika si ayah pun ikutan berbagi cerita harinya.

Awas, Jangan Mengguncang Bayi!

Posted: 15 December, 2010 in Family

Tahukah Anda, beberapa tahun silam, ahli kedokteran mengidentifikasi satu jenis penyakit yang serius pada bayi, namanya “Sindrom Kematian Mendadak” –> Salah satu pemicunya ini adalah guncangan pada tubuh bayi.

Pernah melihat orangtua yang melempar-lemparkan bayinya ke udara lalu menangkapnya untuk mendengar sang bayi tertawa? Atau mengguncang-guncang bahunya keras sambil berekspresi lucu?

Jika Anda melakukan demikian, maka berhentilah segera. Dan jika melihat orang lain berbuat begitu pada bayi mereka, cegahlah, karena sangat berbahaya.

Selain itu, rata-rata sekitar 100 bayi di Jerman setiap tahun mengalami kerusakan parah di otak karena mereka diguncang-guncang pengasuhnya, yang hampir di semua kasus, “terlalu terbebani”.

Laporan mengenai angka tersebut berdasarkan sensus dari unit penyakit langka anak-anak di Jerman. Asosiasi
dokter anak di Jerman memperkirakan angka bayi yang mengalami trauma akibat diguncang-guncang, sebenarnya lebih tinggi lagi.

“Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak,” kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi tersebut.

Mengapa guncangan pada bayi bisa bermuara pada kematian?

Menurut ahli kedokteran tadi, ini dikarenakan bayi yang masih sangat muda belum bisa menahan kepalanya sendiri lantaran otot lehernya yang lemah. Akibatnya, jika bayi terguncang badannya, kepalanya akan bergoyang ke depan dan belakang.

Goyangan ini yang mengakibatkan kerusakan otak serta pendarahan di dalam otak dan pada permukaan otak, sehingga dapat menimbulkan masalah serius pada otak sang bayi, dan dapat mengakibatkan masalah yang berlangsung permanen, seperti :

1. Kerusakan otak

2. Cerebral palsy

3. Kebutaan

4. Epilepsi

5. Kesulitan berbicara

6. Kesulitan belajar

7. Kesulitan koordinasi

8. Serangan jantung

9. Keterbelakangan mental

Berikut adalah TIPS untuk Mencegah

* JANGAN PERNAH MENGGUNCANG BAYI di bawah umur 3 tahun, dengan alasan apapun juga.

* Saat Anda menggendong bayi anda, JANGAN LUPA UNTUK SELALU MENYANGGA KEPALA bayi Anda dengan tangan.

* Beritahukan pentingnya melindungi kepala bayi Anda KEPADA BABY SITTER atau pengasuh bayi anda.

* PASTIKAN semua orang yang dekat dan sering menggendong bayi anda tahu benar bahayanya seorang bayi jika diguncang-guncang atau digoyang.

* Jika dengan sengaja/tidak sengaja, anda mengguncang-guncang bayi anda, SEGERA BAWA BAYI ANDA KE DOKTER untuk diperiksakan. Pendarahan di dalam otak hanya dapat diobati jika anda segera memberitahukan kepada dokter bahwa anda baru saja mengguncang bayi anda. Cara ini akan menyelamatkan.

Pada beberapa orang anak bahkan dapat menimbulkan kematian. Ini dikenal dengan shaken-baby-syndrome. Kenapa berbahaya?

1. Bayi memiliki kepala lebih besar dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, dan otot lehernya masih lemah. Jika diguncang, kepalanya akan tersentak ke depan dan ke belakang.

2. Sentakan-sentakan itu akan mengguncang otak dan merusaknya.

3. Pembuluh darah kecilnya akan ikut rusak, menimbulkan pendarahan di otak dan sekitarnya, dan juga di mata bayi.

Resiko terbesar adalah pada bayi dibawah satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di usia yang lebih besar. Yang harus diwaspadai adalah guncangan-guncangan ini dapat terjadi justru ketika kita asyik bermain dengan sang bayi.

Karenanya ada beberapa permainan dan aktivitas yang harus dihindari untuk mencegahnya, antara lain:

1. Melempar bayi ke udara.

2. Lari-lari sambil membawa bayi di punggung atau di kepala.

3. Kuda-kudaan (bayi naik ke punggung, naik ke kaki dan digoyang-goyang).

4. Memutar bayi.

8 Kebohongan Seorang Ibu

Posted: 30 July, 2010 in Family, Reflection

1. Cerita ini dimulai ketika aku masih kecil, saya terlahir sebagai anak lelaki dari sebuah keluarga miskin. Yang terkadang untuk makan pun kita sering kekurangan. Kapanpun ketika waktu makan, ibu selalu memberikan bagian nasi nya untuk saya. Ketika beliau mulai memindahkan isi mangkuknya ke mangkuk saya, dia selalu berkata “Makanlah nasi ini anak ku. Aku tidak lapar”
ini adalah kebohongan Ibu yang pertama.

2. Ketika aku mulai tumbuh dewasa, dengan tekun nya ibu menggunakan waktu luangnya untuk memancing di sungai dekat rumah kami, dia berharap jika dia mendapatkan ikan, dia dapat memberikan aku sedikit makanan yang bergizi untuk pertumbuhan ku. Setelah memancing, dia akan
memasak ikan tersebut menjadi sup ikan segar yang meningkatkan selera makan ku. Ketika aku memakan ikan tersebut, ibu akan duduk disebelah ku dan memakan daging sisa ikan tersebut, yang masih menempel pada tulang ikan yang telah aku makan. Hatiku tersentuh sewaktu melihat hal
tersebut, aku menggunakan sumpitku dan memberikan potongan ikan yang lain kepadanya. Tetapi dia langsung menolaknya dengan segera dan mengatakan ” Makanlah ikan itu nak, aku tidak seberapa menyukai ikan”
Itu adalah kebohongan ibu yang kedua.

3. Kemudian, ketika aku berada di bangku sekolah menengah, untuk membiayai pendidikan ku, ibu pergi ke sebuah badan ekonomi (KUD) dan membawa kerajinan dari korek api bekas. kerajinan tersebut menghasilkan sejumlah uang untuk menutupi kebutuhan kami. Ketika musim
semi datang, aku terbangun dari tidurku dan melihat ibuku yang masih terjaga, dan ditemani cahaya lilin kecil dan dengan ketekunan nya dia melanjutkan pekerjaan nya menyulam. Aku berkata “Ibu, tidurlah, sekarang sudah malam, besok pagi kamu masih harus pergi bekerja.” Ibu
tersenyum dan berkata “Pergilah tidur, sayang. Aku tidak Lelah.”
Itu adalah kebohongan ibu yang ketiga.

4. Pada saat Ujian akhir, ibu meminta izin dari tempat ia bekerja hanya untuk menemaniku. Pada saat siang hari dan matahari terasa sangat menyengat, dengan tabah dan sabar ibu menugguku dibawah terik sinar matahari untuk beberapa jam lamanya. Dan setelah bel berbunyi, yang menandakan waktu ujian telah berakhir, Ibu dengan segera menyambutku dan memberikan ku segelas teh yang telah beliau siapkan sebelumnya di botol dingin. kental nya teh terasa tidak sekental kasih sayang dari Ibu, yang terasa sangat kental. Melihat ibu menutup botol tersebut dengan rasa haus, langsung saya memberikan gelasku dan memintanya untuk minum juga. Ibu berkata “Minumlah, nak. Ibu tidak haus!”
Itu kebohongan ibu yang keempat.

5. Setelah kematian ayahku yang disebabkan oleh penyakit, Ibuku tersayang harus menjalankan peran nya sebagai orang tua tunggal. dengan mengerjakan tugasnya terlebih dahulu, dia harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri. Hidup keluargaku menjadi semakin kompleks. Tak ada hari tanpa kesusahan. Melihat keadaan keluargaku pada saat itu yang semakin memburuk, ada seorang paman yang tinggal dekat rumahku datang untuk menolong kami, baik masalah yang besar dan masalah yang kecil. Tetangga kami yang lain yang tinggal
dekat dengan kita melihat kehidupan keluarga kami sangat tidak beruntung, Mereka sering menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang sangat keras kepala, tidak memperdulikan nasihat mereka, dia berkata ” Saya tidak butuh cinta”
Itu adalah kebohongan ibu yang kelima.

6. Setelah saya menyelesaikan pendidikanku dan mendapatkan sebuah pekerjaan. itu adalah waktu bagi ibuku untuk beristirahat. Tetapi dia tetap tidak mayu; dia sangat bersungguh-sungguh pergi ke pasar setiap pagi, hanya untuk menjual beberapa sayuran untuk memenuhi kebutuhan nya. Saya, yang bekerja di kota yang lain, sering mengirimkan beliau sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan nya, tetapi Beliau tetap keras kepala untuk tidak menerima uang tersebut. Beliau sering mengirim kembali uang tersebut kepadaku. Beliau berkata “Saya punya cukup uang”
itu adalah kebohongan ibu yang keenam.

7. Setelah lulus dari program sarjana, kemudian saya melanjutkan pendidikan saya ke tingkat Master, saya mengambil pendidikan tersebut, dibiayai oleh sebuah perusahaan melalui sebuah program beasiswa, dari sebuah Universitas terkenal di Amerika. Akhirnya saya bekerja pada
perusahaan tersebut. Dengan gaji yang lumayan tinggi, saya berniat untuk mengambil Ibu dan mengajak nya untuk tinggal di amerika. Tetapi Ibuku tersayang tidak mau merepotkan anak lelakinya, Beliau berkata kepadaku “Saya tidak terbiasa”
itu adalah kebohongan ibu yang ketujuh.

8. Sewaktu memasuki masa tua nya, ibu terkena kanker tenggorokan dan harus dirawat di rumah sakit. Saya yang terpisah sangat jauh dan terpisah oleh lautan, segera pulang ke rumah untuk mengunjungi ibuku tersayang. Beliau terbaring lemah ditempat tidurnya selepas selesai
menjalankan operasi. Ibu yang terlihat sangat tua, menatapku dengan tatapan rindu yang dalam. Beliau mencoba memberikan senyum diwajahnya. meskipun terlihat sangat menyayat dikarenakan penyakit yang dideritanya. Itu sangat terlihat jelas bagaimana penyakit tersebut
menghancurkan tubuh ibuku. dimana beliau sangat terlihat lemah dan kurus. Saya mulai mencucurkan airmata di pipi dan menangis. Hatiku sangat terluka, teramat sangat terluka, melihat ibuku dengan keadaan yang demikian. Tetapi ibu, dengan segala kekuatannya, berkata “jangan menangis, anakku sayang, Ibu tidak sakit”
Itu adalah kebohongan ibu yang kedelapan.

Setelah megatakan kedelapan kebohongannya, ibuku tersayang menutup matanya untuk selamanya. .

Sumber

Bahaya Permainan Mandi Bola-Bola

Posted: 4 July, 2010 in Family

McDonalds, Burger king, Time Zone… Tempat bermain bagi anak2 yang
dipenuhi bola2… biasanya disebut kolam bola….

Satu dari putra2ku kehilangan jam tangannya dan karenanya dia sangat kecewa. Jadi kami menggali di antara bola2 untuk mencarinya. Daripada menemukan jam tersebut, kami menemukan muntahan, makanan, kotoran, dan sesuatu lainnya yang tidak ingin saya sebutkan. Saya pergi ke manager dan memprotess hal tersebut, dan menemukan bahwa kolam bola hanya dibersihkan satu kali setiap bulannya. Saya bahkan ragu bahwa itu telah dilakukan sesering itu. Anak2ku tidak akan pernah bermain lagi di kolam bola manapun.

Beberapa di antara kalian mungkin bukan orang tua, tapi mungkin kau punya keponakan, cucu, atau berteman dengan anak2.

Kasus lainnya akan membuatmu terenyuh. ketika aku membacanya, hatiku terasa tersayat, dan aku mohon agar ini difoward ke lebih banyak orang lagi. Kau tidak akan bisa membayangkan bertapa pentingnya ini..

Hai, namaku Lauren Archer, putraku KEvin dan aku tinggal di Melbourne, Australia .
2 October 1999, aku membawa putra tunggalku ke MC Donalds untuk perayaan
ulang tahunnya yang ketiga. Setelah dia menyelesaikan makan siangnya aku mengijinkan dia bermain di kolam bola. ketika tak lama kemudian dia mulai melolong, aku bertanya kepadanya apa ada masalah. Dan dia menunjukkan pantatnya dan berkata dengan sederhana : “Ma, disini sakit”.

Aku tidak dapat menemukan apapun yang keliatannya bermasalah pada dia saat itu. Aku memandikannya ketika kami pulang, dan menemukan di point yang dia tunjuk, terdapat memar – bekas bilur di pantatnya. Berdasarkan pemeriksaan, kelihatannya itu adalah sesuatu seperti ada serpihan di bawah memar itu. Aku membuat janji dengan dokter pada hari berikutnya dan anakku mulai muntah dan gemetaran, kemudian matanya berputar ke belakang kepalanya, dari situ, aku memutuskan untuk ke ruang darurat/ICU. Diameninggal tepat pada malam hari itu.

Yang mematikannya adalah memar di pantatnya, yang merupakan ujung sebuah jarum suntik yang patah ketika tertusuk masuk ke pantatnya. Hasil autopsy menyebutkan Kevin mati karena overdosis heroin.

Minggu berikutnya, polisi memindahkan bola2 dari kolam bola. di sana ditemukan makanan rusak, beberapa jarum suntik lainnya, beberapa masih dosis penuh, beberapa telah digunakan, pisau2, permen yang dimakan separuhnya, diapers, kotoran, dan genangan urine.

Jangan mengira ini hanya terjadi di Mc. Donalds. Seorang anak kecil lainnya telah bermain di kolam bola Burger King dan mulai mengeluh lengannya terluka. Dia juga meninggal kemudian. Ditemukan bahwa dia mendapat gigitan ular di sekitar lengan dan pantatnya. Ketika mereka membersihkan kolam bola itu, mereka menemukan sarang ular berbisa di dasar kolam bola tersebut. Anak kecil itu telah menderita sejumlah gigitan dari ular2 yang sangat berbisa.

Kirimkan ini, teruskan ini, jika anda peduli pada anak2. Teruskan kepada orang tua lainnya.

Apa jadinya dunia ini.. anak2 bahkan tidak aman di tempat bermain untuk anak2.
Think about it- Pikirkanlah. . sekalipun tidak mematikan jika tertusuk jarum suntik bekas, bagaimana jika jarum suntik itu jarum bekas pengidapAIDS?
Bayangkan bakteri di antara bola2 yang dasarnya ada kotoran?