Archive for the ‘Inspiration’ Category

Cobaan dalam Hidup

Posted: 22 March, 2011 in Inspiration

Ketika kerja mu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang “Ketulusan”.

Ketika usaha mu dinilai tidak penting, maka pada saat itu kau sedang belajar “Keikhlasan”.

Ketika hati mu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang “Memaafkan”.

Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang “Kesungguhan”.

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang “Kemurah Hatian”.

Tetap sabar, tetap semangat, tetap tersenyum karena itu semua adalah tantangan yang harus kita lalui karena selalu ada Tuhan yang menyertai kita di setiap detik permasalah yang kita hadapi.

 

Sumber

Mother Teresha Quotes

Posted: 4 August, 2010 in Inspiration

Our life of poverty is as necessary as the work itself. Only in heaven will we see how much we owe to the poor for helping us to love God better because of them.

Peace begins with a smile.

Spread love everywhere you go. Let no one ever come to you without leaving happier.

Sweetest Lord, make me appreciative of the dignity of my high vocation, and its many responsibilities. Never permit me to disgrace it by giving way to coldness, unkindness, or impatience.

The biggest disease today is not leprosy or tuberculosis, but rather the feeling of being unwanted.

The greatest destroyer of peace is abortion because if a mother can kill her own child, what is left for me to kill you and you to kill me? There is nothing between.

The hunger for love is much more difficult to remove than the hunger for bread.

The miracle is not that we do this work, but that we are happy to do it.

The most terrible poverty is loneliness and the feeling of being unloved.

The success of love is in the loving – it is not in the result of loving. Of course it is natural in love to want the best for the other person, but whether it turns out that way or not does not determine the value of what we have done.

There are no great things, only small things with great love. Happy are those.

There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in – that we do it to God, to Christ, and that’s why we try to do it as beautifully as possible.

There is more hunger in the world for love and appreciation in this world than for bread.

There must be a reason why some people can afford to live well. They must have worked for it. I only feel angry when I see waste. When I see people throwing away things that we could use.

We are all pencils in the hand of God.

We can do no great things, only small things with great love.

We need to find God, and he cannot be found in noise and restlessness. God is the friend of silence. See how nature – trees, flowers, grass- grows in silence; see the stars, the moon and the sun, how they move in silence… We need silence to be able to touch souls.

We ourselves feel that what we are doing is just a drop in the ocean. But the ocean would be less because of that missing drop.

We shall never know all the good that a simple smile can do.

We think sometimes that poverty is only being hungry, naked and homeless. The poverty of being unwanted, unloved and uncared for is the greatest poverty. We must start in our own homes to remedy this kind of poverty.

Be faithful in small things because it is in them that your strength lies.

Being unwanted, unloved, uncared for, forgotten by everybody, I think that is a much greater hunger, a much greater poverty than the person who has nothing to eat.

Do not think that love, in order to be genuine, has to be extraordinary. What we need is to love without getting tired.

Do not wait for leaders; do it alone, person to person.

Each one of them is Jesus in disguise.

Even the rich are hungry for love, for being cared for, for being wanted, for having someone to call their own.

Everytime you smile at someone, it is an action of love, a gift to that person, a beautiful thing.

God doesn’t require us to succeed; he only requires that you try.

Good works are links that form a chain of love.

I am a little pencil in the hand of a writing God who is sending a love letter to the world.

I do not pray for success, I ask for faithfulness.

I have found the paradox, that if you love until it hurts, there can be no more hurt, only more love.

I know God will not give me anything I can’t handle. I just wish that He didn’t trust me so much.

I try to give to the poor people for love what the rich could get for money. No, I wouldn’t touch a leper for a thousand pounds; yet I willingly cure him for the love of God.

I want you to be concerned about your next door neighbor. Do you know your next door neighbor?

If we have no peace, it is because we have forgotten that we belong to each other.

If we want a love message to be heard, it has got to be sent out. To keep a lamp burning, we have to keep putting oil in it.

If you can’t feed a hundred people, then feed just one.

If you judge people, you have no time to love them.

If you want a love message to be heard, it has got to be sent out. To keep a lamp burning, we have to keep putting oil in it.

A to Z for Success

Posted: 4 July, 2010 in Inspiration

Accept. Terimalah orang lain apa adanya.

Believe. Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan.

Care. Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

Direct. Arahkan pikiran anda pada hal-hal yang positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

Earn. Terimalah penghargaan orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

Face. Hadapilah masalah dengan yakin dan benar.

Go. Berangkatlah dari kebenaran.

Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

Jealously. Rasa ini dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan diri sendiri.

Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

Mind. Perhatikan urusan sendiri dan jangan menyebar gosip tentang orang lain.

Never. Jangan terjerumus kedalam seks, obat terlarang dan alkohol.

Observe. Amatilah segala sesuatu di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan dan belajar dari orang lain.

Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Question. Pertanyaan perlu, untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

Respect. Hargai diri sendiri dan orang lain juga.

Self confidence, self esteem, self respect. Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.

Take. Bertanggungjawab pada setiap tindakan kita.

Understand. Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun kita harus berusaha menjadi yang terbaik.

Value. Nilai diri sendiri dan orang lain, bersabarlah melakukan yang terbaik.

Work. Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

X’tra. Berusaha lebih keras membawa keberhasilan.

You. Anda harus membuat sesuatu yang berbeda.

Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula.

Jati diri

Posted: 1 October, 2009 in Inspiration

Shaping Your Life.

Apa yang membuat anda menjadi anda, apa yang membedakan anda dengan orang lain? Faktor2 apa pembentuk jati diri seseorang?

Pertama, we are shaped by the book we read. Kita itu dibentuk dari buku yang kita baca. Ini adalah hasil pemikiran filsof yang suka membaca. Aliran dan kesukaan bukunya apa, maka itulah yang bakalan membentuk kita sebagai orang yang berbudaya dan mempunyai pemikiran. Kalau bacaannya buku-buku politik, maka Anda akan terbentuk sebagai orang yang suka dengan hal-hal politik. Kalau suka membaca buku humor, maka Anda akan menjadi orang yang humoris. Kalau suka membaca buku akademis, maka Anda akan menjadi orang yang akademis.

Kedua, we are shaped by the people we meet. Kita ini dibentuk dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kita dibentuk oleh orang tua, teman, kolega, bos, atau pun anak buah kita. Kita terbentuk oleh orang-orang di sekeliling kita.

Ketiga, we are shaped by the though we think. Kita dibentuk oleh cara kita berpikir, filosofi, pandangan, dan keagamaan kita akan kehidupan. Maka kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kita berpikir.

Terakhir, we shaped by the action we perform. Kita dibentuk oleh tindakan, kelakuan kita dan kebisaaan kita dalam melakukan sesuatu.

Jadi inilah empat hal yang akan membentuk kita yaitu buku yang kita baca, orang yang kita temui, cara kita berpikir dan tindakan-tindakan yang kita lakukan.Nah, kalau ingin sukses, cobalah untuk membentuk diri kita dengan cara yang positif. Cobalah untuk mempengaruhi diri sendiri supaya bentuk yang diterima atau jadinya nanti adalah bagus.

Pertama yang harus kita lakukan adalah membaca buku-buku bermutu yang membuat kita lebih sukses. Kedua, carilah teman, sahabat, atau network yang berguna dan bisa membawa kesuksesan kita. Tidak hanya berteman kepada orang yang senang saja, tetapi juga berteman kepada orang yang bisa membawa kesuksesan kita, karena saya percaya bahwa kesuksesan itu dapat ditularkan kepada orang lain. Jadi kalau Anda dekat dengan entrepreneur, maka Anda akan ketularan menajdi entrepreneur. Kalau Anda dekat dengan orang creative, maka Anda akan ikut creative. Kalau berkumpul dengan orang yang semuanya merokok, maka Anda akan turut merokok. Sekali lagi Anda dibentuk oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. Pilihlah orang itu supaya dapat sama dengan tujuan hidup Anda.

Ketiga, cobalah Anda mempunyai pikiran-pikiran yang positive, mau maju, selalu memikirkan tentang sukses dan bukan dipengaruhi oleh pikiran yang negative yang selalu iri, dengki dan tidak mau maju. Terakhir Anda harus melakukan action dari hari ke hari untuk mencapai kesuksesan. Anda harus dibentuk oleh empat hal ini secara positive.

Kalau segala tindakan Anda mencerminkan nilai positive dalam kehidupan, maka Anda pun akan menjadi lebih positive dan terbentuk sebagai orang posistive yang akan mencapai kesuksesan. Kalau kita tidak bertindak, maka apapun yang kita pikirkan hanya menjadi angan2 dan tidak akan ada hasil apapun. Semua hasil akhir kita ditentukan oleh keputusan dan tindakan2 yang kita lakukan. Salam sukses untuk semua.

The Power of Giving

Posted: 1 October, 2009 in Inspiration

Alkisah,

Ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark,
yang pada suatu malam akan menonton sirkus bersama ayahnya.
Ketika tiba di loket, Clark dan Ayahnya mengantri di belakang
serombongan keluarga besar yang terdiri dari Bapak, Ibu dan
8 orang anaknya.

Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus.
Dari pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya,
Clark tahu bahwa Bapak ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk
dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu.
Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak
8 anak tadi nampak pucat pasi.
Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah
payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa
dan 8 anak yang total harganya 60 dollar.

Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus
mengatakan kepada anak2 mereka bahwa malam itu mereka batal
nonton sirkus karena uangnya kurang.
Sementara anak2 nya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar
untuk segera masuk ke sirkus.
Tiba2 Ayah Clark menyapa Bapak 8 anak tadi dan berkata: “Maaf Pak,
uang ini tadi jatuh dari saku Bapak”, sambil menjulurkan lembaran 20
dollar dan mengedipkan sebelah matanya.

Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan
terima kasih kepada Ayah Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi
sangat berarti bagi keluarganya.
Tiket seharga 60 dollar pun terbayar dan dengan riang gembira keluarga
besar itupun pun segera masuk ke dalam sirkus.

Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang.
Ya, mereka batal nonton sirkus, karena uang Ayah Clark sudah diberikan
kepada Bapak 8 anak tadi.
Malam itu, Clark merasa sangat bahagia.
Ia tidak dapat menyaksikan sirkus, tapi telah menyaksikan dua orang Ayah hebat.

Cerita di atas mengingatkan saya akan kekuatan memberi.
The Power of Giving. Lebih tepatnya lagi “Giving and Receiving”.
Karena memberi dan menerima, adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dari cerita diatas, ada dua kebahagiaan yang terjadi dalam aktifitas memberi.
Yaitu kebahagiaan bagi yang menerima, dan sekaligus kebahagiaan yang diperoleh
si pemberi.
Bapak 8 anak yang “diselamatkan” oleh Ayahnya Clark, tentu pada saat itu akan
merasa sangat bahagia.
Tapi Ayah Clark sendiri juga merasakan kebahagiaan yang sangat luar-biasa.

Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat
karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri.
Tidak berlebihan apabila Deepak Chopra dalam 7 Spiritual Law of Success
mencantumkan “Law of Giving” sebagai hukum kedua untuk sukses.
Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima.
Coba kita perhatikan.. Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum
memberi dan menerima.
Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida,
sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa
dan membebaskan oksigen.

Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini
berjalan, mengalir.
Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal ini.
Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency,
yang akar katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir.

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah :
Apakah yang harus saya berikan?
Jawabannya sama dengan pertanyaan :
Apa yang Anda ingin dapatkan?
Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang.
Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan.
Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang.
Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas,
apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir
kembali kepada Anda.
Alam semesta mengikuti hukum ini.
Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari
yang mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda!
Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang.
Ada yang bertanya, lalu bagaimana jika uang Anda belum banyak?
Wah, kalau begitu Anda perlu memberi lebih banyak lagi 🙂

Seandainya giving belum menjadi habit,
sebetulnya ada beberapa tips yg bisa Anda terapkan.
InsyaAllah jika dilaksanakan secara rutin,
akan memperkuat syaraf giving Anda:

1. Hadiah.
Kemanapun Anda pergi untuk bertemu dengan seseorang,
usahakan membawakan suatu hadiah, apapun bentuk hadiah tadi.
Hal ini sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita jaman dahulu,
namun sering kita lupakan.
Perhatikan saja, orang tua kita dahulu setiap berkunjung ke rumah
teman atau saudara selalu membawa oleh-oleh.
Anda juga bisa memulai kebiasaan ini.
Mungkin sekedar membawa sebungkus coklat, bunga atau doa.
Ya, kalaupun terpaksa tangan Anda kosong, berikan doa ketika
Anda bertemu dengan seseorang.

2. Bersyukur.
Syukuri setiap pemberian yang Anda terima hari ini.
Lho, bagaimana jika hari ini saya tidak menerima pemberian apa-apa?
Salah, Anda pasti menerima sesuatu dari alam semesta.
Mulai dari udara pagi yang cerah, sinar matahari yang hangat,
sapaan tetangga yang ramah, bahkan teguran dari orang tidak dikenal,
bertemu teman lama yang Anda rindukan, dan masih banyak lagi.
Ya tentu lebih konkret lagi apabila tiba-tiba hari ini ada yang memberikan
handphone atau iPod baru kepada Anda.
Jelas Anda harus syukuri apa yang Anda terima.

3. Cinta.
Berkomitmenlah untuk selalu berbagi apa yang Anda sebetulnya bisa
berikan setiap saat : Cinta.
Mungkin Anda langsung tertawa.
Ah, kalau cuma cinta saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya.
Mungkin Anda benar.
Yang harus Anda ingat adalah seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah
kata kerja, bukan kata benda.
Artinya, harus di praktek-kan.
Ya, kalau Anda sudah memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda,
praktek-kan.
Berapa kali Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda?
Berapa kali Anda dalam sehari mengucapkan bahwa Anda sayang suami/
istri Anda?

4. Tawa.
Ini bukan hal sepele.
Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan.
Bantulah orang-orang di sekitar Anda mengekspresikan rasa bahagia
melalui tertawa.
Berapa kali dalam sehari Anda tertawa?
Tahukan Anda bahwa seorang anak tertawa rata2 150 kali dalam sehari,
dan orang dewasa hanya 15 kali dalam sehari.
Bergembiralah, bagikan tawa di rumah Anda, jika tidak nanti anak Anda
lebih menyukai Mas Tukul daripada Anda.

5. Pengetahuan.
Anda pasti tahu sesuatu lebih baik dari seseorang.
Mungkin Anda jago mengurus ikan Arwana, bagikan.
Anda pintar dalam mengurus tanaman Aglonema? Bagikan.
Anda pintar memasak, tulis resep dan bagikan.
Bagikan pengetahuan Anda, karena pengetahuan adalah gift
dari Yang Maha Kuasa.

Menyikapi Kehilangan

Posted: 1 October, 2009 in Inspiration

Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN ?

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis,
protes pada takdir, hingga bunuh diri. Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama,
yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar?
Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The HealingStories karya GW Burns berikut ini,
dapat memberikan inspirasi.

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa
putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit.
Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah,
ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.
Anak anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak
dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan
kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan,
yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu.
Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.
“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa.

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran.

Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor.
Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki
nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar
kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena
istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples.
Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel.
Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel.
Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.
Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat
menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu.
Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya.
Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu.
Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru.
Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan
melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah.
Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar.
Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar.
Lelaki itupun setuju.

Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima.
Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.
Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati,
merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari
mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan?
Apa yang diambil oleh perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata,
“Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Renungan :
Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan.
Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa
sukses hanyalah TITIPAN Tuhan.
Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup.
Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam
kepedihan yang berlebihan?

Kehilangan

Posted: 1 October, 2009 in Inspiration

Aku mau sharing mengenai sebuah kisah menarik dari buku yang sedang kubaca “TALENT IS NEVER ENOUGH” karya John C. Maxwell yang mungkin berguna dan bermanfaat untuk kalian. Mungkin kamu pernah menonton America’s Most Wanted, program televisi yang melakukan reka ulang kisah-kisah kejahatan dan memotivasi para pemirsanya untuk menolong pihak yang berwajib mencari dan menangkap para pelaku kejahatan, yang sering kali merupakan penjahat sadis. Pembawa acara program ini adalah John Wals.

Mungkin kamu mengira John Wals adalah seorang jurnalis atau aktor, seorang yang professional dalam dunia pertelevisian tetapi sebenarnya tidak demikian. Ini adalah kisah yang dialami John Wals.

John awalnya memiliki usaha sendiri bersama tiga orang mitranya, mereka melakukan pembangunan berbagai hotel mewah. Tetapi suatu hari putra John diculik, tetapi karena tidak ada bukti tentang kejahatan tersebut, pihak berwenang lambat untuk menolong John dan istrinya dalam menemukan putra mereka. Mereka mencari selama enam belas hari, dan tragisnya anak laki-laki tersebut ditemukan dalam keadaan tewas.

Kehidupan John hancur sebagaimana keadaan hatinya karena kehilangan buah hati yang dikasihinya. Berat badannya turun drastis, rumahnya disita, bahkan bisnisnya hancur. Ia telah kehilangan semua harapan. Hingga suatu hari John bertemu dengan Dr.Ronald Wright, seorang ahli koroner didaerahnya yang bertanya padanya, “Anda sedang berpikir tentang bunuh diri, bukan?”

“Untuk apa lagi saya harus hidup,” jawab John. “Saya tidak mempunyai apa-apa. Anak saya satu-satunya telah dibunuh. Saya bahkan tidak bisa bicara dengan istri saya. Saya tidak mempunyai pekerjaan, rumah saya disita, seluruh hidup saya berakhir.”

“Tidak, tidak demikian,” jawab Dr.Ronald. “Anda fasih berbicara. Anda bisa menyusun sebuah kampanye terbesar untuk anak hilang dalam sejarah Florida. Pergilah dan berusahalah untuk mengubah segala sesuatu.”

John berkata bahwa itu adalah nasihat terbaik yang ia pernah dapatkan dari siapapun. Itu memberikannya sebuah tujuan hidup. Dan tujuan hidup itu memberikannya lebih dari sebuah alasan untuk tidak bunuh diri. Itu memberinya kekuatan untuk melayani dan menolong orang lain. Pada tahun 1988, ia memulai acara America’s Most Wanted yang masih terus berlanjut hingga saat ini. Acara itu telah berjasa atas penangkapan 1050 penjahat dan juga empat belas nama yang terdaftar dalam FBI’s Most Wanted, dan juga menyelamatkan puluhan anak-anak yang hilang. John menemukan tujuan hidupnya saat dia berada di lembah terdalam kehidupannya, dan dia berhasil bangkit dan bahkan menjadi berkat bagi banyak orang.

Perjalanan hidup kita pun pasti pernah mengalami yang namanya kehilangan, bukan…? Misalnya seperti kisah di atas, kehilangan salah satu orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya. Dan reaksi kita dari kehilangan pun berbeda-beda, bukan…? Dan seringkali lebih banyak kekecewaan daripada kebangkitan dari kehilangan tersebut. Mengapa…? Karena kita masing-masing dilahirkan dengan potensi yang berbeda, dengan bakat yang berbeda, dalam lingkungan yang berbeda, dan cara pandang yang berbeda tentang kehidupan.

Cara yang tepat untuk mengukur seberapa jauh diri kita telah berkembang dan maju adalah membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita dimasa lalu. Apakah kamu hari ini lebih bisa mengontrol emosi dibanding bulan lalu…? Apakah kamu hari ini lebih bijaksana dibanding setahun yang lalu…?

Intinya adalah kamu dan aku mempunyai potensi dan standard yang berbeda. Adalah tidak bijaksana kalau membandingkan potensi kita dengan yang lain. Kemenangan sejati adalah ketika dengan potensi yang kamu miliki, kamu bisa melampaui standard dirimu sendiri. Seperti John Wals yang bangkit dari keterpurukannya dengan menentukan tujuan hidupnya sehingga bisa mencapai potensi yang dia miliki, hal yang sama juga dapat kamu lakukan, ketika kamu menentukan tujuan hidupmu lalu selanjutnya dengan berdoa, berusaha dan berjuang maka kamu akan mencapai potensi maksimal kamu. Ingatlah bahwa jati diri seseorang juga dapat dilihat dari keberanian bertanggungjawab terhadap apapun yang terjadi di kehidupannya.

…Have a Inspiring Day…

“I Try Not Become A Man Of Success But Rather To Become A Man Of Value, Significance, Quality & Inspiration In Life”
“God Has Not Called Me To Be Successful But He Has Called Me To Be Faithful”
“If I Die Tomorrow..I’d Be Alright..Because I Believe..That After I’m Gone..The Spirit Carries On…”