Archive for the ‘People’ Category

Kata-Kata Mutiara Bung Karno

Posted: 25 January, 2009 in People

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Nick Vujicic – Life Without Limbs

Posted: 28 December, 2008 in People

TRULY AWESOME STORY ! ! ! ! !

My name is Nick Vujicic and I was born without limbs and doctors have no medical explanation for this birth “defect”. As you can imagine, I was faced with many challenges and obstacles.

Their firstborn son had been born without limbs! There were no warnings or time to prepare themselves for it. The doctors were shocked and had no answers at all! There is still no medical reason why this had happened and Nick now has a Brother and Sister who were born just like any other baby.

I know that there is no such thing as luck, chance or coincidence that these “bad” things happen in our life.

I had complete peace knowing that God won’t let anything happen to us in our life unless God has a good purpose for it all

I am now twenty-three years old and have completed a Bachelor of Commerce majoring in Financial Planning and Accounting. I am also a motivational speaker and love to go out and share my story and testimony wherever opportunities become available. I have developed talks to relate to and encourage students through topics that challenge today’s teenagers. I am also a speaker in the corporate sector.

I have a passion for reaching out to youth and keep myself available for whatever God wants me to do, and wherever He leads, I follow.

Writing several best-selling books has been one of my dreams and I hope to finish writing my first by the end of the year.

It will be called “No Arms, No Legs, No Worries!”

I believe that if you have the desire and passion to do something, and if it’s God’s will, you will achieve it in good time. As humans, we continually put limits on ourselves for no reason at all! What’s worse is putting limits on God who can do all things. We put God in a “box”. The awesome thing about the Power of God, is that if we want to do something for God, instead of focusing on our capability, concentrate on our availability for we know that it is God through us and we

can’t do anything without God. Once we make ourselves available for God’s work, guess whose capabilities we rely on? God’s!

The ONLY FEAR IN LIFE IS THAT I FORGET HOW GOD HAS LED ME IN THE PAST!

And remember:

WHEN YOU’RE BUSY JUDGING PEOPLE, YOU HAVE NO TIME TO LOVE THEM.

Sumber

Fakta Unik Tokoh-Tokoh Dunia

Posted: 28 December, 2008 in People

1. Tentu Anda semua kenal dengan Kubilai Khan. Yup, kaisar Mongol yang sangat kejam dan ekspansif ini ternyata memiliki sisi toleransi yang sangat tinggi. Percaya tidak, Kubilai Khan adalah tokoh pemimpin dunia pertama yang menyatakan bahwa hari-hari besar agama Buddha, Kristen, Yahudi, dan Islam dijadikan sebagai hari libur resmi kenegaraan. Asal tahu saja, Kubilai Khan adalah cucu dari Genghis Khan yang sangat legendaris itu yang memiliki kekuasaan yang merentang dari perbatasan Eropa, Timur Tengah, hingga hampir seluruh Asia Timur pada abad ke-13. Dengan kata lain, hari libur resmi kenegaraan pada tiap hari besar agama di dunia memang memungkinkan untuk dilakukan oleh Kubilai Khan karena luasnya wilayah kekuasaannya.

2. Galileo Galilei memang manusia yang kurang beruntung selama hidupnya. Bahkan setelah mati sekalipun, Galileo tetap mengalami kesulitan. Setelah pandangan-pandangan ilmiahnya soal tata surya membuat dirinya berurusan dengan pihak gereja, kematiannya pun dirundung masalah. Saat kematiannya pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung dikubur, tapi tetap disimpan hingga tahun 1737, kira-kira hampir seabad. Tak cukup hanya itu, sebelum dikubur di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong tiga jari Galileo sebagai “kenang-kenangan”. Dua dari jari itu kemudian dimiliki oleh seorang dokter Italia, dan jari ketiga-sepotong jari tengah-saat ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer.

3. Siapakah dia? Tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832 dia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833 dia kembali bangkrut (kasian banget ya..). Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa. Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840, ia gagal dalam pemilihan anggota senat AS. Tahun 1842, dia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS. Tahun 1848 ia kalah lagi di kongres. Tahun 1855, lagi-lagi gagal di senat. Tahun 1856 ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden. Tahun 1858 ia kalah lagi di senat. Tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat. Siapakah dia? Dialah Abraham Lincoln. Intinya adalah jangan pernah menyerah dengan berbagai kegagalan yang pernah dialami, bahkan seberat apapun cobaan itu. Coba dan coba lagi!

4. Kalau ada yang mengatakan bahwa seorang yang bergelut di bidang seni memiliki perasaan yang halus, maka cobalah baca fakta berikut ini. Johannes Brahms (1833-1897), komposer besar Jerman, adalah salah seorang yang sangat membenci binatang. Di kala santai atau sedang mencari inspirasi, komposer ini sering pergi ke loteng rumahnya dan mempersiapkan busur dan anak panah. Di sana hampir tiap waktu ia memanah kucing-kucing milik tetangganya. Kebiasaan buruk ini terus dilakukannya hingga sepanjang hidupnya!

5. Napoleon Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah tahun 1799 bermaksud melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napoleon sedang terserang influenza. Saat menginspeksi pasukan, Napoleon terserang batuk berat hingga ia mengatakan “Ma sacre toux” (Batuk sialan). Perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan “Massacrez Tous” (Bunuh semua). Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh. Hanya karena batuk sang jenderal dan kuping perwira yang error!

6. Di masa jayanya, Wilhelm Steinitz adalah salah satu pemain catur paling cemerlang di dunia. Namun saat semakin tua, ia secara perlahan-lahan dijangkiti kegilaan, dan sering merasa bahwa ia dapat menelepon seseorang tanpa menggunakan telepon, ataupun bermain catur tanpa menyentuh bidak. Puncak kegilaannya terjadi saat Steinitz mengumumkan kepada masyarakat luas bahwa ia hendak menantang Tuhan untuk bermain catur. Lebih parah lagi, ia menawarkan fur satu bidak dalam pertandingan ini!

Sumber

Einstein Juga Manusia

Posted: 4 November, 2008 in People

Seorang Albert Einstein yang terkesan hanya berkutat dengan penelitian ilmiah ternyata tidak lepas dari kisah percintaan dan perselingkuhan. Einstein diketahui berhubungan dengan banyak wanita, dua di antaranya dinikahi.
Kisah-kisah asmara Einstein terkuak dari beberapa surat yang dikoleksi Albert Einstein Archieves di Hebrew University, Jerusalem. Surat-surat yang berasal dari anak dan istri Einstein ini akhirnya dipamerkan ke publik 20 tahun setelah kematian Margot. Anak perempuan tiri Einstein itu sebelumnya memang meminta pihak universitas tidak menguak kehidupan keluarganya sampai batas waktu yang ditentukan.
“Melalui surat-surat tersebut, kita mengetahui informasi sisi lain kehidupan Albert Einstein,” kata Barbara Wolff dari Hebrew University. Bukti-bukti ini mengambarkan Einstein sebagai manusia biasa dan bukan seorang manusia yang lepas dari intrik sebagaimana tertulis dalam biografinya sejak 30 tahun lalu.

Biografi yang kebanyakan ditulis berdasarkan data sekretarisnya selama tahun 1950-an menampilkan sosok Einstein sebagai jenius tanpa petualangan di kehidupan seksualnya. Sejauh ini, kehidupan pribadi Einstein hanya dikenal sebagai bapak dari dua anak laki-laki dengan istri pertamanya Mileva. Setelah bercerai, Einstein menikah dengan Elsa.
Pada biografi tersebut, ia digambarkan sebagai orang yang dingin dan kasar terhadap Mileva. Namun, surat-suratnya kini menggambarkan betapa hubungannya dengan anak-anak dan istrinya penuh kasih sayang, terutama pada pernikahannya yang kedua.
“Aku mimpikan Margot menikah dengan baik-baik. Aku mencintainya seperti anak perempuanku sendiri,” tulis Einstein kepada Elsa pada 1924. Einstein menulis surat hampir setiap hari kepada istri keduanya Elsa dan anak tirinya Margot.
Relatif selingkuh
Namun, dengan surat-surat itu pula, Einstein mendiskusikan perselingkuhannya secara terbuka kepada istri dan anaknya. Misalnya, dengan menuliskan “perempuan itu menghujaniku dengan perhatian yang tidak terkira.”
Pada salah satu surat yang dikirimkan ke Margot pada 1931, Einstein mengeluh terhadap penaklukannya pada seorang wanita terkemuka dari Berlin, Mrs M yang dimaksudkan kepada Ethel Michonowski. Dalam suratnya dituliskan, “Mrs M mengikutiku hingga ke Inggris dan memburuku sampai lepas kontrol. Di antara sekian wanita, aku hanya tertarik pada Mrs L yang sopan dan pantas.” Pada surat lainnya yang dikirim ke Margot, Einstein memintanya menyerahkan surat kecil kepada Margarita yang diketahui sebagai petualang cinta dari Rusia.
Ilmuwan yang lahir di Jerman itu sangat sering bepergian ke berbagai negera sepanjang hidupnya. Ratusan surat telah ditulis dan dikirimkannya kepada keluarga maupun sahabat-sahabatnya. Sekitar 3500 lembar surat dikirimkan kepada istri pertama, kedua, dan anak-anaknya sepanjang 1912 hingga 1955.
Selain surat-surat yang berisi kehidupan percintaannya, Einstein juga menuliskan banyak hal. Misalnya, ketidaksenangannya pada anak laki-lakinya yang terkena schizophrenia. Beberapa kali ia mengungkapkan bahwa akan lebih baik jika anaknya tidak lahir.
Di surat lainnya yang dikirm tahun 1921 atau setahun setelah percobaan teori relativitas diakui, Einstein mengatakan, “Aku akan segera bosan dengan relativitas. Segala sesuatu akan kabur jika selalu dihubungkan dengannya.”

Surat-surat pribadi yang dikirimkan Einstein kepada anak dan istrinya menggambarkan sisi lain kehidupan ilmuwan jenius pencetus teori relativitas.

Pesan moralnya apa?? Bingung kan? Saya juga… hehehe

Siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenius-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–-300?..

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.

Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun – sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika – sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.

Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.

Sumber

Pygmalion

Posted: 26 October, 2008 in People

Pygmalion Effect ?
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”

* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.”

* Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.” Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,

* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.

* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.

* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only…. how nice!!!!

Kisah: Nelson Mandela

Posted: 26 October, 2008 in Motivation, People

Nelson Mandela adalah seorang negarawan yang begitu pasti diingat oleh warga dunia. Dia menjadi ikon bagi Afrika selatan dan tetap terkenal walaupun sekarang dia sudah bukan presiden dan pensiun. Mengapa saya menulis tentang beliau? Karena, tepat hari ini, adalah hari dimana beliau dilahirkan 90 tahun yang lalu.

Afrika Selatan tidaklah sebebas sekarang. Dulu, disini terjadi politik apartheid, dimana bangsa kulit putih membedakan dirinya dengan orang asli yang berkulit hitam. Bangsa belanda yang menjajah mereka mempratekkan politik tersebut dan meperlakukan hukum dan undang yang begitu memberatkan yang menyebabkan bangsa kulit hitam tersisih . Nelson adalah salah satu orang yang menantang politik apartheid. Karena itu, dia dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1963 dan ditaruh di penjara di pulan Robben, sebelah selatan Afrika Selatan. Dia mengatakan sebelum masuk penjara, beliau adalah orang yang begitu keras kepala, emosional, dan mudah tersinggung. Namum, setelah lepas dari sana, dia menjadi seorang yang berimbang, disiplin, dan dewasa. Setelah di penjara selama 27 tahun lebih, pada 11 Fevruari 1990, Nelson dilepaskan. empat tahun berikutnya, Mandela menjadi presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam. Dia hanya menjabat 1 kali peroode. Pada tahun 1999, beliau menyerahkan tonggak kepemimpinanya pada Thabo Mbeki. Ini membuktikan bahwa beliau mempunyai jiwa besar. Selanjutnya, Mandela berkecimpung pada Yayasan sosial untuk memerangi berbagai masalah di Afrika Selatan. Hingga sekarang, suara Mandela tetap ditunggu oleh dunia.

Salah satu yang membuat saya kagum pada Mandela adalah sikap memaafkan. Ada satu cerita yang begitu indah. Selama Mandela dipenjara selama hampir 28 tahun, dia sering mendapat siksaan. Oleh sipirnya, dia selalu dihina, diejek, tak jarang diperlakukan kasar secara fisik. Tak lama, setelah menjadi presiden, Mandela kembali mengunjungi tempat penjara dimana dia pernah ditahan. Sipir- sipir yang dahulu memperlakukan kasar pada mandela begitu ketakutan ketika mereka berhadapan dengan Mandela. Lalu, Mandela berbicara dengan mereka, “Wah, kamu dahulu yang pernah menyiksa aku, yah? Aku masih mengingatnya dan tak mungkin aku lupakan. Di keningku, mataku, pipiku, badanku, punggungku, kakiku, kamu pernah menghajarnya(sambil menunjuk tempat-tempat tersebut).” Sipir-sipir tersebut makin ketakutan. Kemudian, Mandela menepuk pundak mereka sambil tertawa dan berkata, ” Tetapi aku sudah memaafkannya dan tidak akan membalasnya.”

Yup,
Mandela adalaha seorang pemimpin yang melaksanakan idenya dengan tidak menggunakan kekerasan sama seperti Mahatma Gandhi. Seumur hidup ketika dia memerintah, tidak ada balas dendam terhadap bangsa kulit putih. Dia menyerukannya dan juga melakukannya. Bahkan, Indonesia sudah kalah. Karena, tahun 2010 Piala dunia akan dilaksanakan disana.Mari kita mencontoh hidup Mandela yang begitu luar biasa. 27 tahun bukanlah tahun yang sebentar. Namum Mandela dapat memaafkan seterunya. Apakah kita sudah memaafkan lawan kita?

“Am I not destroying my enemies when I make friends of them?”- Abraham Lincoln

TAKEN FROM CHANWORKS.COM