Archive for the ‘Relation’ Category

Mencintai dalam Diam

Posted: 18 March, 2011 in Relation

Mencintai seseorang bukan hal yang mudah. Bagi sebagian orang.!!!
Mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan.
Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan “apa kabar…”.
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya.
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.
Lelah dan lelah dan lelah..

Hanya sebuah sikap diam dan keheningan.
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya “apakah aku cukup pantas?”
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah.
Dan dalam diam itu pula,menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.!!
Dalam kelelahan, ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal.
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan “Aku mencintaimu”.
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan “aku baik- baik saja”.
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.
Akhirnya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa  akan menjadi lebih bermakna.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup.
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena  merasa tidak berdaya.
Tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Tidak berani untuk membangun sebuah harapan.
Tidak berani untuk mengatakan “Aku mencintaimu.
Dan ini adalah pilihan terakhir, mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil  untuk tidak mengingatnya…

Sumber

Banyak remaja laki-laki maupun perempuan takut mengatakan “I love you” kepada orang yang disukainya, hingga suatu saat mereka menyesal, dan rasa sesal itu akan terbawa hingga akhir hayat.

Ada sebuah kisah, yang aslinya dalam bahasa inggris, namun di sini telah diterjemahkan.

 

(1 SMA)

Saat aku duduk di kelas bahasa inggris, kutatap gadis disampingku. Dia adalah sahabatku. Kutatap rambut panjang sehalus sutra-nya, dan berharap dia adalah milikku. Tapi dia tidak menyadarinya, itu yg aku tahu.

Setelah kelas selesai, dia berjalan ke arahku dan meminta catatan yang ketinggalan kemarin, dan kuberikan padanya. Dia berkata “terima kasih” dan memberi ciuman di pipiku.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

(2 SMA)

Telepon berdering. Di ujung sana, ada dia. Dia menangis, dan berkata terus-terusan betapa kekasihnya telah menghancurkan hatinya. Dia memintaku untuk datang karena dia tak ingin sendirian, dan aku pun datang. Aku duduk di sofa di sebelahnya, menatap matanya yang lembut, berharap dia adalah milikku.

Setelah 2 jam berlalu dng sebuah film Drew Barrymore & tiga kantong kripik akhirnya dia memutuskan untuk tidur.

Dia melihatku, berkata “terima kasih” dan mencium pipiku.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

(3 SMA)

Sehari sebelum pesta kelulusan dia berjalan ke lokerku.
“Pasanganku sakit” katanya. Dia tidak mungkin bisa cepat sembuh & aku tak punya pasangan.

Sewaktu SMP, kami pernah membuat janji jika ada diantara kita yang tak punya pasangan maka kita akan datang berdua, sebagai teman baik. Dan itu yang kami lakukan.

Malam kelulusan, setelah semuanya selesai, aku berdiri di depan tangga rumahnya. Dia tersenyum padaku, dan memandangku dengan matanya yang sebening kristal.

Aku ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tdk punya perasaan yg sama & aku tahu itu.

Lalu dia berkata “Ini salah satu momen terindah buatku, terima kasih” dan menciumku di pipi.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Hari Wisuda

Sehari berlalu, lalu seminggu, lalu sebulan. Sebelum aku sempat berkedip, ini sudah hari kami wisuda. Kulihat tubuhnya yang sempurna melayang seperti malaikat di panggung untuk menerima diploma.

Aku ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinay dia tdk menyadarinya & aku tahu itu.

Sebelum semua orang pulang, dia mendatangiku dengan pakaian & topinya, dia menangis ketika aku memeluknya. Lalu dia mengangkat kepalanya dari pundakku, dan berkata “kau sahabat terbaikku, terima kasih” dan mencium pipiku.

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Beberapa tahun kemudian

Sekarang aku duduk di bangku gereja, ini hari pernikahannya. Aku melihatnya mengatakan “ya, saya bersedia” dan memasuki kehidupan barunya, menikahi seorang pria.

Aku ingin dia menjadi milikku, namun sptnya dia tdk mengetahuinya dan aku tahu itu.

Sebelum pergi, dia mendatangiku dan berkata “kau datang!”.
Dia berkata “terima kasih” dan mencium pipiku…

Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya … tapi aku terlalu malu, & aku tak tahu kenapa.

Pemakaman

Bertahun-tahun berlalu, aku menatap peti mati berisi wanita yang menjadi “sahabat terbaikku”. Dalam acara itu, mereka membacakan buku harian yang ditulisnya ketika dia masih SMA. Tubuhku terkulai lemas ketika kudengar:

“Aku memandangnya & berharap dia adalah milikku tapi sptnya dia tidak mengetahui perasaanku dan aku tahu itu. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu & aku tak tahu kenapa. Kuharap suatu hari dia akan berkata jika dia mencintaiku…”

“Kuharap juga begitu” aku berkata pada diriku sendiri & airmatakupun jatuh membasahi wajahku…

-Sad Ending-

 

Semoga kisah di atas dapat menjadi pencerahan bagi kita yang sedang jatuh cinta, atau yang akan jatuh cinta. . .

Salam hangat untuk orang yang dikasihi. .

10th grade

As I sat there in English class, I stared at the girl next to me. She was my so called “best friend”. I stared at her long, silky hair, and wished she was mine. But she didn’t notice me like that, and I knew it. After class, she walked up to me and asked me for the notes she had missed the day before and handed them to her. She said “thanks” and gave me a kiss on the cheek. I wanted to tell her, I want her to know that I don’t want to be just friends, I love her but I’m just too shy, and I don’t know why.

11th grade
The phone rang. On the other end, it was her. She was in tears, mumbling on and on about how her love had broke her heart. She asked me to come over because she didn’t want to be alone, so I did. As I sat next to her on the sofa, I stared at her soft eyes, wishing she was mine. After 2 hours, one Drew Barrymore movie, and three bags of chips, she decided to go to sleep. She looked at me, said “thanks” and gave me a kiss on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don’t want to be just friends, I love her but I’m just too shy, and I don’t know why.

Senior year
The day before prom she walked to my locker. My date is sick” she said; he’s not going to go well, I didn’t have a date, and in 7th grade, we made a promise that if neither of us had dates, we would go together just as “best friends”. So we did. Prom night, after everything was over, I was standing at her front door step. I stared at her as she smiled at me and stared at me with her crystal eyes. I want her to be mine, but she isn’t think of me like that, and I know it. Then she said “I had the best time, thanks!” and gave me a kiss on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don’t want to be just friends, I love her but I’m just too shy, and I don’t know why.

Graduation Day
A day passed, then a week, then a month. Before I could blink, it was graduation day. I watched as her perfect body floated like an angel up on stage to get her diploma. I wanted her to be mine, but she didn’t notice me like that, and I knew it. Before everyone went home, she came to me in her smock and hat, and cried as I hugged her. Then she lifted her head from my shoulder and said, “you’re my best friend, thanks” and gave me a kiss on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don’t want to be just friends, I love her but I’m just too shy, and I don’t know why.

A Few Years Later
Now I sit in the pews of the church. That girl is getting married now. I watched her say “I do” and drive off to her new life, married to another man. I wanted her to be mine, but she didn’t see me like that, and I knew it. But before she drove away, she came to me and said “you came!”. She said “thanks” and kissed me on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don’t want to be just friends, I love her but I’m just too shy, and I don’t know why.

Funeral
Years passed, I looked down at the coffin of a girl who used to be my “best friend”. At the service, they read a diary entry she had wrote in her high school years. This is what it read: I stare at him wishing he was mine, but he doesn’t notice me like that, and I know it. I want to tell him, I want him to know that I don’t want to be just friends, I love him but I’m just too shy, and I don’t know why. I wish he would tell me he loved me! `I wish I did too…` I thought to my self, and I cried.

Some people never understand
(Beberapa orang tidak pernah mengerti )

Once a lady when having a conversation with her lover, asked:
(Sesekali seorang wanita dalam percakapan dengan kekasihnya, bertanya: )

Lady :Why do you like me..? Why do you love me?
(Lady: Mengapa kamu menyukai saya ..? Mengapa kau mencintai saya? )

Man :I can t tell the reason.. but I really like you..
(Man :Saya tidak bisa mengatakan alasannya .. tapi aku benar-benar cinta padamu .. )

Lady :You can t even tell me the reason… how can you say you like me? How can you say you love me?
(Lady: kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya … bagaimana kamu bisa bilang kau menyukai aku? Bagaimana kau bisa bilang kau mencintaiku? )

Man :I really don t know the reason, but I can prove that I love U.
(Man :Aku tidak tahu mengapa, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku cinta padamu )

Lady :Proof? No! I want you to tell me the reason. My friend s boyfriend can tell her why he loves her but not you!
(Lady: Proof? Tidak! Aku ingin kau menceritakan alasannya. Seperti pacar teman saya bisa mengatakan mengapa dia mencintainya, tapi tidak seperti kau! )

Man :Ok..ok!!! Erm… because you are beautiful, (Man :Ok .. ok! … Mm karena kamu cantik, )
because your voice is sweet, (karena suaramu yang manis)
because you are caring, (karena kamu peduli,)
because you are loving, (karena cintamu terhadapku,)
because you are thoughtful, (karena kamu bijaksana )
because of your smile, (karena senyummu)
because of your every movements. (karena setiap gerakanmu)

The lady felt very satisfied with the man is answer.
(Wanita itu merasa sangat puas dengan jawaban dari pria tersebut. )

Unfortunately, a few days later, the Lady met with an accident and went in comma.
(Sayangnya, beberapa hari kemudian, wanita tersebut mengalami kecelakaan dan dia koma)

The Guy then placed a letter by her side,
(Lelaki itu meletakkan surat di sisinya)

here is the content:
(Ini isinya)

Darling,Because of your sweet voice that I love you…Now can you talk? No! Therefore I cannot love you.
(Sayang, karena suara manismu bahwa aku cinta padamu … Sekarang Anda bisa bicara? Tidak! Maka dari itu saya tidak dapat mencintaimu. )

Because of your care and concern that I like you..Now that you cannot show them, therefore I cannot love you.
(Karena kepedulianmu dan perhatianmu itu aku menyukaimu .. Sekarang kamu tidak dapat menunjukkan itu, karena itu aku tidak bisa mencintai kamu.)

Because of your smile,because of your every movements that I love you..
(Karena dengan senyummu, karena setiap gerakanmu yang membuat aku mencintaimu .. )

Now can you smile? Now can you move?No, therefore I cannot love you…
(Sekarang kamu bisa tersenyum? Sekarang bisa Anda bergerak? Tidak, karena itu aku tidak bisa mencintaimu … )

If love needs a reason, like now,There is no reason for me to love you anymore.
(Jika cinta memiliki alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagi saya untuk mencintai kamu lagi. )

Does love need a reason?
(Apakah cinta membutuhkan alasan?)

NO!Therefore,
I still LOVE YOU…
(TIDAK! Oleh karena itu
Aku masih MENCINTAIMU …)

“True love never dies for it is lust that fades away. Love bonds for a lifetime but lust just pushes away”
(“Cinta sejati tidak akan pernah mati tetapi nafsu akan memudar. Cinta bertahan seumur hidup, tetapi nafsu pergi begitu saja”)

Apakah cinta masih memerlukan alasan?
Masihkah anda (para wanita) berpikir “Aku mencintaimu karena kau cantik, manis, dan sebagainya??”
Jawabannya ada di diri anda masing-masing. . .

Love doesn’t need any reasons, because love itself is the reason. . .
(Cinta tidak membutuhkan alasan, karena cinta itu sendiri adalah alasannya. . .)

PS: (For someone out there) I love you, just the way you are…

Gombal

Posted: 4 July, 2010 in Relation

Di antara jemarimu, diciptakan ruang kosong, agar ada tempat untuk diisi oleh jemariku.

Kamu ga pernah bisa kuusir dari pikiranku. Ya udah, mungkin tempatmu emang di sana.

Ketika kamu menutup diri, aku tau bukan untuk membuatku pergi. Kamu cuma ingin tahu, apakah aku cukup kuat untuk membukanya.

Memikirkanmu, aku jadi malas tidur. Soalnya, hidupku kini jauh lebih indah dari impian manapun.

Gimana kalo kita berdua jadi komplotan penjahat: Aku mencuri hatimu, dan kamu mencuri hatiku…

Mereka bilang waktu akan mengobati semuanya.Masalahnya, tanpa kamu disini, waktu seperti berhenti.

Katanya orang bisa jadi bodoh karena cinta, tapi aku ngga peduli itu. Aku cuma mikir, betapa bodohnya mantanmu, yang berhenti mencintaimu.

Aku ngga bisa janjiin cinta kita berakhir bahagia, karena aku hanya punya cinta yang ngga akan berakhir

Ayolah tinggal sesukamu di dalam hatiku. Janji, aku ngga bakalan nagih uang kontrakan.

Plis aku butuh bantuan kamu. Soalnya, kunci buat membuka pintu kebahagiaanku, ga tau napa, ada padamu.

Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan!

Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku.

Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya.

Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu.

Berusaha melupakanmu, sama sulitnya denganmengingat seseorang yangtak pernah kukenal.

Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku… akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa.

Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu.

Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih!

Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?

Lebih baik menulis daripada tidak berbuat apa-apa. Itulah yang kemudian membuatku ingin menulis kembali.. Tentang banyak hal tentunya. Yang pastinya, aku hanya ingin membahasakan pikiran dan perasaanku.

Aku mulai dengan membahas tentang Cinta :

Pernahkan mendengar tentang kata-kata rugi di dalam suatu hubungan. Apakah dalam cinta ada kata rugi ataupun untung (bati)? Jikalau dua orang menjalin suatu hubungan, adakah yang dirugikan atau diuntungkan dalam konteks perasaan? Jika menurutku kata sakit, bahagia itu ada tapi aku ragu untuk mengatakan bahwa dalam cinta itu ada kata untung-rugi.

Tapi kita sering mendengar untung rugi dalam suatu hubungan dalam konteks materi juga seksualitas. Contohnya, beberapa kawan kita mengatakan betapa ruginya kita tidak memanfaatkan materi, pengaruh, kekuasaan yang pacar kita punya. Setelah kita putus ma pacar kita tapi kita tidak mendapat sesuatu atau pernah melakukan sesuatu bisa jadi merupakan suatu untung-rugi. Untung bagi pihak satu dan rugi bagi pihak lainnya.

Dalam hal seks misalnya, kita dianggap rugi jikalau kita belum menidurinya. Atau kita dirugikan karena dia belum menjadi suami kita tapi sudah meniduri kita lalu meninggalkan kita begitu saja. Hal-hal seperti itu sudah berkembang sejak jaman dulu. Bahkan ketika tante dan om saya masih muda pun demikian. Tapi, emang sekarang lebih terbuka saja.

Lalu jadi timbul pertanyaan, apakah suatu hubungan hanya berisi tidur dan seks? Walaupun banyak hubungan yang berakhir hanya karena seks. Apakah kita bercinta dengan materi bukan orang yang memiliki materi tersebut? Walaupun banyak hubungan yang berakhir karena masalah materi.

Bagaimanakah parameter sesungguhnya? Apakah itu dinilai dari fisik (paras rupawan, body montok tinggi semampai)? Walaupun banyak orang berfisik baik namun ditinggalkan oleh kekasihnya ntah karena seks yang tidak memuaskan, tidak bermateri yang berlebih, atau juga attitude yang tidak bisa diterima. Wah, ternyata sangat kompleks dan bersinergi. Inilah manusia yang kehidupannya selalu kompleks dan selalu ada sudut pandang yang berbeda. Dan semua pertanyaan ini mempunyai jawaban yang pastinya berbeda-beda.

Jikalau sudah demikian, apakah kita mau untuk dirugikan dalam suatu hubungan? Saya yakin setiap orang akan menolak. Apakah kita mau diuntungkan dalam menjalin suatu hubungan? Pastinya akan mengangguk tanda setuju. Namun, kenapa kita tidak mencoba membangun suatu hubungan yang saling menguntungkan? Kata saling menguntungkan berbeda arti dengan saling memanfaatkan untuk mencapai keuntungan masing-masing. Memanfaatkan orang lain (walaupun itu pasangan kita) menjadi suatu fenomena yang lazim dalam kehidupan kita sehari-hari dalam gaya hidup yang semakin individualis.

Simpelnya, misalnya saya mempunyai pacar yang cantik dan pinter. Maka, setelah kami resmi pacaran saya diuntungkan dengan adanya dia dalam mengerjakan tugas-tugas saya. Juga dengan tubuhnya yang menghangatkan saya (dia juga diuntungkan dalam hal ini). Dan dia yang diuntungkan dengan adanya ojek/supir yang setia menunggu berjam-jam di salon kecantikan, ada donatur yang siap membiayai keinginannya (bukan kebutuhannya), dll.

Toh, tapi kita ternyata tidak pernah berpikir secara matematis berapa jika dinominalkan. Itu dikarenakan kita iklas. Dan memang tidak berniat untuk meminta kembali nominal tersebut. Jadi, sekarang kembali pada realitas. Kita sudah mengakhiri hubungan dan berpisah. Namun, kenapa masih memikirkan kita diuntungkan atau dirugikan jika pada saat kita menjalani suatu hubungan kita merasa semua itu ikhlas?

Ikhlaskan saja jika dia meninggalkan kita. Kita tidak dirugikan. Jikalau kita merasa rugi, itu adalah kerugian yang dilakukan oleh kita sendiri akibat kebodohan kita sendiri dan cuma perasaan kita sendiri. Buang jauh rasa rugi itu.

Maafkanlah orang itu dan saatnya berubah. Hubungan yang telah berakhir harusnya dapat memberikan kita keuntungan tentang pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana menjalin suatu hubungan yang baik di masa depan. Kancingkan baju, pasang dan ikat sepatumu lalu tegakkanlah badanmu. Berlarilah dan tatap hari-harimu dengan semangat.

NB: Cuma share aja dari Artikel sebelah, bukan buatan saya, thx

Perbedaan Cinta dan Suka

Posted: 1 October, 2009 in Relation

Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai, kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam Dihadapan orang yang kau sukai, kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang…. rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki.
Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia. walaupun harus kehilangan.

Just Five More Minutes

Posted: 29 August, 2009 in Relation
While at the park one day, a woman sat down next to a man on a bench near a playground.
“That’s my son over there,” she said, pointing to a little boy in a red sweater who was gliding down the slide.
“He’s a fine looking boy” the man said. “That’s my daughter on the bike in the white dress.”
Then, looking at his watch, he called to his daughter. “What do you say we go, Melissa?”
Melissa pleaded, “Just five more minutes, Dad. Please? Just five more minutes.”
The man nodded and Melissa continued to ride her bike to her heart’s content. Minutes passed and the father stood and called again to his daughter. “Time to go now?”
Again Melissa pleaded, “Five more minutes, Dad. Just five more minutes.”
The man smiled and said, “OK.”
“My, you certainly are a patient father,” the woman responded.
The man smiled and then said, “Her older brother Tommy was killed by a drunk driver last year while he was riding his bike near here. I never spent much time with Tommy and now I’d give anything for just five more minutes with him. I’ve vowed not to make the same mistake with Melissa.
She thinks she has five more minutes to ride her bike. The truth is, I get Five more minutes to watch her play.”
Life is all about making priorities, what are your priorities?
Give someone you love 5 more minutes of your time today!

While at the park one day, a woman sat down next to a man on a bench near a playground.

“That’s my son over there,” she said, pointing to a little boy in a red sweater who was gliding down the slide.

“He’s a fine looking boy” the man said. “That’s my daughter on the bike in the white dress.”

Then, looking at his watch, he called to his daughter. “What do you say we go, Melissa?”

Melissa pleaded, “Just five more minutes, Dad. Please? Just five more minutes.”

The man nodded and Melissa continued to ride her bike to her heart’s content. Minutes passed and the father stood and called again to his daughter. “Time to go now?”

Again Melissa pleaded, “Five more minutes, Dad. Just five more minutes.”

The man smiled and said, “OK.”

“My, you certainly are a patient father,” the woman responded.

The man smiled and then said, “Her older brother Tommy was killed by a drunk driver last year while he was riding his bike near here. I never spent much time with Tommy and now I’d give anything for just five more minutes with him. I’ve vowed not to make the same mistake with Melissa.

She thinks she has five more minutes to ride her bike. The truth is, I get Five more minutes to watch her play.”

Life is all about making priorities, what are your priorities?

Give someone you love 5 more minutes of your time today!