Archive for the ‘Relation’ Category

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Untukku

Posted: 29 August, 2009 in Relation
Di tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan baik, sayangnya dia tidak sering tidak menghargai istrinya. Dia bukan seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk lalu memukuli anak dan istrinya.
Suatu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dengan mencuri uang tabungan isterinya ia naik bis menuju utara ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa teman bisnis baru dimulainya. Untuk beberapa saat kehidupan baru dinikmatinya. Bulan dan tahun berlalu, datanglah masa yang sulit bisnisnya gagal lalu ia mulai kekurangan uang. Selanjutnya dia mulai terlibat dalam perbuatan criminal yaitu membuat cek palsu dan menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat yang naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara dan pengadilan menghukumnya tiga tahun penjara. Menjelang akhir masanya di penjara, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istri dan keluarganya. Akhirnya ia menulis surat kepada istrinya menceritakan betapa menyesalnya dia. Juga disampaikannya bahwa dia masih mencintai istri dan anak-anaknya. Dia berharap pintu maaf masih terbuka untuknya pulang…
Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, mungkin engkau telah melupakan dan tidak menungguku lagi. Namun sebaliknya jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih menerimaku kembali, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku di satu-satunya pohon Oak yang berada di pusat kota. Nanti apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, itu tidak mengapa, aku paham dan mengerti perasaanmu. Aku tidak akan turun dari bis dan akan melanjutkan perjalanan menuju Miami serta aku berjanji tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku”.
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Tidak tahu juga apakah isterinya telah menerima surat itu atau sekalipun dia telah membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Kelihatan sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar kisahnya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, nanti waktu lewat di White Oak kendaraan di pelankan …. Kita ingin lihat apa yang akan terjadi”
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Tidak berani dia mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya pohon Oak sudah di kelihatan dikejauhan. Tak kuasa ia menahan tetesan air mata yang mulai membasahi pipinya… Oh Tuhan, tidak kelihatan sehelai pita kuning … tapi yang terlihat adalah ratusan pita kuning bergantungan di pohon Oak… Ya Tuhan, seluruh pohon dipenuhi pita kuning !!!
Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih lebih manis jika kita melakukan apa yang disiratkan oleh liriknya.
ON ROUND THE OLD OAK TREE ON ROUND THE OLD OAK TREE
I’m coming’ home, I’ve done my time
Now I’ve got to know what is and isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’ll know just what to do
If you still want me
If you still want me
Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Bus driver, please look for me
’cause I couldn’t bear to see what I might see
I’m really still in prison
And my love, she holds the key
A simple yellow ribbons what I need to set me free
I wrote and told her please
Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Now the whole damned bus is cheering
And I can’t believe I see
A hundred yellow ribbons round the old oak tree
I’m coming home
I’m coming’ home, I’ve done my time
Now I’ve got to know what is and isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’ll know just what to do
If you still want me
If you still want me
Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Bus driver, please look for me
’cause I couldn’t bear to see what I might see
I’m really still in prison
And my love, she holds the key
A simple yellow ribbons what I need to set me free
I wrote and told her please
Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree
It’s been three long years
Do ya still want me?
If I don’t see a ribbon round the old oak tree
I’ll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree
Now the whole damned bus is cheering
And I can’t believe I see
A hundred yellow ribbons round the old oak tree
I’m coming home

Di tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan baik, sayangnya dia tidak sering tidak menghargai istrinya. Dia bukan seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam dalam keadaan mabuk lalu memukuli anak dan istrinya.

Suatu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dengan mencuri uang tabungan isterinya ia naik bis menuju utara ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama beberapa teman bisnis baru dimulainya. Untuk beberapa saat kehidupan baru dinikmatinya. Bulan dan tahun berlalu, datanglah masa yang sulit bisnisnya gagal lalu ia mulai kekurangan uang. Selanjutnya dia mulai terlibat dalam perbuatan criminal yaitu membuat cek palsu dan menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat yang naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara dan pengadilan menghukumnya tiga tahun penjara. Menjelang akhir masanya di penjara, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istri dan keluarganya. Akhirnya ia menulis surat kepada istrinya menceritakan betapa menyesalnya dia. Juga disampaikannya bahwa dia masih mencintai istri dan anak-anaknya. Dia berharap pintu maaf masih terbuka untuknya pulang…

Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, mungkin engkau telah melupakan dan tidak menungguku lagi. Namun sebaliknya jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih menerimaku kembali, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku di satu-satunya pohon Oak yang berada di pusat kota. Nanti apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, itu tidak mengapa, aku paham dan mengerti perasaanmu. Aku tidak akan turun dari bis dan akan melanjutkan perjalanan menuju Miami serta aku berjanji tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku”.

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Tidak tahu juga apakah isterinya telah menerima surat itu atau sekalipun dia telah membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Kelihatan sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar kisahnya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, nanti waktu lewat di White Oak kendaraan di pelankan …. Kita ingin lihat apa yang akan terjadi”

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Tidak berani dia mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya pohon Oak sudah di kelihatan dikejauhan. Tak kuasa ia menahan tetesan air mata yang mulai membasahi pipinya… Oh Tuhan, tidak kelihatan sehelai pita kuning … tapi yang terlihat adalah ratusan pita kuning bergantungan di pohon Oak… Ya Tuhan, seluruh pohon dipenuhi pita kuning !!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih lebih manis jika kita melakukan apa yang disiratkan oleh liriknya.

ON ROUND THE OLD OAK TREE ON ROUND THE OLD OAK TREE

I’m coming’ home, I’ve done my time

Now I’ve got to know what is and isn’t mine

If you received my letter telling you I’d soon be free

Then you’ll know just what to do

If you still want me

If you still want me

Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Bus driver, please look for me

’cause I couldn’t bear to see what I might see

I’m really still in prison

And my love, she holds the key

A simple yellow ribbons what I need to set me free

I wrote and told her please

Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Now the whole damned bus is cheering

And I can’t believe I see

A hundred yellow ribbons round the old oak tree

I’m coming home

I’m coming’ home, I’ve done my time

Now I’ve got to know what is and isn’t mine

If you received my letter telling you I’d soon be free

Then you’ll know just what to do

If you still want me

If you still want me

Whoa, tie a yellow ribbon ’round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Bus driver, please look for me

’cause I couldn’t bear to see what I might see

I’m really still in prison

And my love, she holds the key

A simple yellow ribbons what I need to set me free

I wrote and told her please

Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree

It’s been three long years

Do ya still want me?

If I don’t see a ribbon round the old oak tree

I’ll stay on the bus

Forget about us

Put the blame on me

If I don’t see a yellow ribbon round the old oak tree

Now the whole damned bus is cheering

And I can’t believe I see

A hundred yellow ribbons round the old oak tree

I’m coming home

Tiga Karakteristik dalam Hubungan

Posted: 10 August, 2009 in Relation

Penampilan memang bisa menjadi daya tarik dalam menjalin hubungan, namun tidak selamanya penampilan menjadi hal mutlak dalam menentukan apakah seseorang itu tepat untuk anda. Ada tiga karakteristik yang anda harus pertimbangkan ketika anda mulai menjalin hubungan dengan seseorang.

1. Chemistry.
Apakah ia membuat hati anda berdebar-debar dan kaki anda gemetaran? Ketika anda sedang sendiri apakah anda berulang kali teringat wajahnya, kata-kata yang ia ucapkan membuat hati anda meleleh? Saat akhir kencan, apakah anda ingin berjalan berdampingan dengannya ke depan pintu? Jika, bagaimanapun, anda tidak merasakan demikian, jangan khawatir. Ingat, perempuan itu seperti wadah tembikar yang memanas dengan perlahan, dan laki-laki seperti microwave, siap kapan saja. Selama anda melihat ia manis dan anda senang dengannya, ia tepat.

2. Kecocokan.
Bagaimana anda “berpadu” bersama? Apakah anda berdua nyaman dengan kesunyian? Apakah anda merasa adanya tekanan untuk tampil sempurna di depannya, atau ia membuat anda merasa sempurna dengan apa adanya diri anda? Apakah anda “mengerti” satu sama lain? Apakah anda suka/benci hal yang sama? Kecocokan pada dasarnya berarti kegiatan anda bertautan, anda berdua menikmati melakukan hal yang sama, dan anda berdua menginginkan hal yang sama di waktu bersamaan. Misalnya, anda ingin memiliki anak dan ia tidak, anda TIDAK COCOK.

3. Komunikasi.
Apakah anda merasa bisa mengatakan apapun padanya, atau anda harus berhati-hati dalam mengatakan sesuatu di dekatnya? Bagaimana anda masing-masing mengungkapkan emosi, keinginan, dan kebutuhan anda, dan apakah anda nyaman membicarakan hal itu semua? Bagaimana anda saling berdebat? Bagaimana anda mengatasi perbedaan
pendapat? Bukan persoalan apakah anda memiliki opini yang berbeda atau tidak. Perhatian adalah unci komunikasi, karena jika anda merasa dikasihi, anda akan memberikannya rasa hormat, dan tidak ada yang akan bertanya, “Bisakah kamu mendengarku sekarang?”

Sejujurnya, anda beruntung jika ia memenuhi 51%, meskipun sedikit lebih dari setengah, dari kebutuhan anda dari tiga di atas. Perbedaan dalam suatu hubungan itu baik dan sehat – itu berarti anda bisa belajar dari satu sama lain. Bayangkan betapa membosankannya bila pasangan anda persis sama sepertia anda. Tiga hal di atas adalah hal sederhana yang anda pertimbangkan di 9 hari pertama, di antara waktu anda berbicara dengannya dan memimpikan dirinya.

10 Tips Nganter Cewek

Posted: 10 August, 2009 in Relation

1. Jangan pernah mengatakan, “Lho, bajunya kan masih banyak!”
terutama dalam konteks pakaian pesta.
Ketahuilah, seorang perempuan nggak mungkin mengenakan baju yang sama
berulang2 ke pesta2 yang dihadiri oleh satu komunitas tertentu.
Misalnya kalau satu baju sudah dipakai ke pernikahan teman kantor,
baju itu nggak bisa dipakai ke acara teman kantor lagi.

2. Menyarankan berbelanja barang yang lebih murah bisa berakibat
Anda harus menemani ke pasar dan sejenisnya.
Ini jauh lebih melelahkan. Jadi pertimbangkan mana yang lebih
menguntungkan: mahal & nyaman di mal atau murah & lelah di pasar.

3. There’s no such thing as a pattern dalam mengunjungi toko/counter.
Bisa linear, bisa acak sampai2 kalau ditarik garis akan menyerupai benang kusut.
Siapkan kompas dan/atau peta gedung bila perlu, agar nggak kesulitan mencari pintu keluar.

4. Selisih harga Rp.2500,- adalah alasan yang sangat valid untuk kembali ke toko pertama.
Anda sebagai pengantar, harus siap menjawab di mana lokasi toko pertama tersebut.

5. “Cuma lihat2 saja” seharusnya diartikan sebagai,”Cuma lihat2 saja, lalu dicoba sebentar, kemudian dibayar”.
Jangan pernah tertipu, apalagi jika Anda berprofesi sebagai penyandang dana.

6. Jangan terkecoh dengan tujuan berbelanja.
Niat membeli satu kemeja berarti akan membawa pulang setidaknya satu barang lain.
Kemejanya? Bisa jadi beli juga, tapi seringkali nggak.

7. Ingat bahwa sepatu baru memerlukan tas baru yang cocok, dan vice versa.
Bahkan style nabrak pun harus dirancang, seberapa nabrak .

8. Pertanyaan “Bagus nggak?” harus dijawab dengan tepat.
Di sini diperlukan kemampuan membaca pikiran,karena jawaban “Nggak” ketika sang pembelanja sangat menginginkan barang tersebut, bisa fatal akibatnya.
Jangan sekali2 menjawab dengan “Nggak tau”, apalagi asal jawab biar cepat pulang.

9. Pertanyaan “Aku pantas nggak pakai ini?” bisa diikuti dengan pertanyaan
yang paling sulit dijawab di jagat raya: “Kenapa, aku gemuk ya?”.
Bersiap2lah dengan jawaban terbaik.

10.Persiapkan stamina sebaik-baiknya.
Pembelanja bisa tidur lelap dalam perjalanan pulang karena kelelahan dan
puas, sementara Anda masih harus menyetir mobil menembus kemacetan.
rupanya susah juga yaa… ngurus perempuan itu…

Aku sangat menyukai ucapan mama : “Barang milikku yg paling berharga adalah kamu!” Ucapan yang sangat menyejukkan hati. dan sampai sekarang aku masih mengingatnya terus!

Papa dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yg dialami para muda-mudi dizaman itu, tapi hal ini sudah umum, tapi dizaman sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dg papa dan tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai!
Badai itu nyaris memisahkan mereka. hanya karena emosi sesaat saja! Papa dan mama bekerja diinstansi yg sama, oleh karena itu setiap hari berangkat dan pulang bersama. Suatu hari mereka kerja lembur, mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 2.00 dinihari dan baru pulang kerumah.

Papa sangat letih dan lapar, sampai dirumah tidak ada makanan maupun minuman yg siap disaji. Papa yg lapar minta mama untuk menyiapkan makanan dan minuman. Beberapa hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil, ditambah lagi dg adanya lembur, badan dan pikiran sungguh melelahkan, sehingga dg kondisi yg labil itu, mama spontan menjawab dg nada keras, ” mau makan dan minum, memangnya tidak bisa masak sendiri? Apa tidak punya tangan dan kaki lagi, ya?”

Karena papa juga terlalu capek, dan langsung menjawab dg acuh tak acuh, “kamu ini isteriku, memasak adl sudah menjadi kewajibanmu! ”

Mama langsung merespon, “tengah malam begini mau masak apa? Sudah lewat waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!”

Mendengar itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dg emosi, “kamu salah makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut,ya? Istri memasak untuk suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu? Kamu tidak senang, ya? Kalau tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini!!!”

Mama tidak menyangka akan menerima reaksi yg begitu keras. Setelah terdiam sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air mata, “kamu ingin aku pergi……. .aku akan pergi sekarang!” Mama segera kembali kekamar untuk mengemasi barang2nya.

Melihat mama masuk kamar dan berkemas-kemas, papa berkata kepada mama yg membelakanginya, “bagus! Pergi sana!Ambil semua barang2mu dan jangan kembali lagi!”

Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak ada kata2 kebencian lagi yg muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama tetap tak kunjung keluar dari kamar. Merasakan keanehan itu, papa kemudian menyusul masuk kamar dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan linangan air mata. Sambil menatap koper kulit besar yg masih tergeletak diatas ranjang. Melihat papa datang, dg ter-isak2 mama berkata, “duduklah diatas koper kulit itu, supaya aku boleh mengenang masa2 perpisahan kita yg terakhir.”

Merasa aneh, maka dengan sendu papa akhirnya tidak tahan juga untuk tidak bertanya, ” “untuk apa?”

Sambil menangis dg ter-putus2 mama berkata, “emas dan perak aku tidak memilikinya, ” tapi milikku yang paling berharga adalah kamu!” Kamu dan anak2ku, aku tidak memiliki apapun….”

Meskipun kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih mengingatnya terus sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata2 terakhir itu, papa merasa sangat tergoncang, sejak malam itu, papa telah diubah dan telah menjadi sangat hormat dan sayang kepada mama. Menggandeng tangan anak2, merangkul mama serta senantiasa saling berpelukan. Kelak aku juga bercita-cita ingin mendapatkan pasangan yg seperti papa.

Kehidupan apapun yg kita jalani ini, itu tidaklah penting; tapi yg terpenting adl bagaimana sikap kita dalam menghadapi hidup ini, terutama disaat-saat badai itu muncul.”

1000 Burung Kertas

Posted: 1 February, 2009 in Relation

Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran, Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl, menggantungkannya di dalam kamar Girl. Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya..

Waktu itu… Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua… Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy.

Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis… Ke Paris…Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu…

Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy, kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa… Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya…

Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah…!!

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras… dia pernah menjual koran… menjadi karyawan sementara… bisnis kecil… setiap pekerjaan dikerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun…
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari… waktu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan.

Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Girl….
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang Boy tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri, ia ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Boss.

Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut.

Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman.

Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy.

Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup,

Orang-tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke Paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis,

maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.

Girl mengatakan…
kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya. dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.

Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy.

Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, Mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah….

Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka.

Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

“Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin

menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit…
melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu?

Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.

Masa lalu seperti asap… hilang dan tak kan kembali…. menambah kerinduan di hatiku…

Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah..”

PESAN :
Kirimkan artikel ini kepada teman2. Teman2 kamu, mereka seperti barang berharga yang tidak mudah ditemukan. Mereka memberikan kita kebahagiaan, mendorong kita untuk, mereka mendengarkan cur-hat kita dan share pujian2 mereka. Terus kirimkan kepada teman2 kamu dan semua orang yang kamu kenal. Apabila artikel ini kembali padamu, kamu akan tahu kalau kamu mempunyai teman sejati….

Antara Mencintai dan Mengagumi

Posted: 1 February, 2009 in Relation

Ketika kamu mencintai seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang tak terlukis
Ketika kamu mengagumi seseorang, waktu yang kamu habiskan dengannya merupakan bahagia yang bisa terucap

Ketika kamu mencintai seseorang, masa yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan bahagia yang sama
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang terlalui adalah masa yang ingin kamu ulang dengan senang yang sama

Ketika kamu mencintai seseorang, jauh dilubuk hatimu… sebenarnya kamu menyimpan keinginan memilikinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, jauh dilubuk hatimu… sebenarnya kamu menyimpan tanya adakah yang sepertinya

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang seseorang itu menghindarimu agar kamu tak terluka meski dia tahu cintamu tak harus milikinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang seseorang itu menghindarimu agar kamu tak jatuh cinta padanya meski dia tahu rasamu tak selalu berujung cinta atau mungkin dia takut jatuh hati padamu

Ketika kamu mencintai seseorang, air matamu akan berlinang ketika dia meninggalkanmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, kecewamu yang mengalir deras ketika dia meninggalkanmu

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa saja tak lagi memikirkannya terlebih ketika kamu mencintai seseorang yang baru
Ketika kamu mengagumi seseorang, meski kamu jatuh cinta berkali-kali dengan orang lain bisa saja kamu tetap menyimpan kekagumanmu dengannya dan kamu pun juga tahu bahwa disepanjang hidupmu belum tentu kamu akan menemukan sosok menakjubkan yang menjadi rasi bintang ketika kamu tersesat

Ketika kamu mencintai seseorang, setiap moment indah itu tak akan terlupakan
Ketika kamu mengagumi seseorang, setiap kata yang meneguhkan itulah yang seringkali kamu ulang dihati dan pikiranmu

Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya… dia masih bisa memberikan inspirasi untuk karyamu
Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya inspirasi itu bisa saja berkurang namun bisa pula tumbuh dari jiwa yang lain

Ketika kamu mencintai seseorang, sebenarnya kamu ingin hidup bersamanya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu seringkali ingin berbagi dengannya betapa hidupmu bahagia hidup dengan orang lain yang kamu cintai

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu tak ingin dia sedih dan berusaha menghiburnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak ingin dia sedih namun kadang bingung harus bersikap seperti apa karena takut dia salah mengartikan sikapmu

Ketika kamu mencintai seseorang, dia bisa menjadi seseorang yang segalanya bagimu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi pintu untuk membuka duniamu yang tersembunyi

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak memerlukan alasan untuk mencintai
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu selalu butuh alasan untuk mengaguminya

Ketika kamu mencintai seseorang, hal itu selalu berasal dari hati
Ketika kamu mengagumi seseorang, hal itu merupakan perpaduan antara hati dan pikiran

Ketika kamu mencintai seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku mencintainya”
Ketika kamu mengagumi seseorang, hatimu akan berkata ”Dia berbeda dan aku ingin sepertinya”

Ketika kamu mencintai seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu bertahan
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia telah menjadi salah satu alasan mengapa kamu memiliki semangat

Ketika kamu mencintai seseorang, ketika kamu kehilangannya ”ada” hal-hal yang tak ingin kamu kenang
Ketika kamu mengagumi seseorang, ketika kamu kehilangannya seringkali ada hal-hal yang ingin kamu kenang

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu takut dia mengetahuinya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kamu tak peduli apa dia tahu atau tidak

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu ingin berjalan disampingnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, menatap jejaknya itu sudah cukup

Ketika kamu mencintai seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik membuat dia bahagia denganmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu ingin tahu adalah bagaimana cara terbaik agar kamu menjadi seseorang yang menyenangkan baginya

Ketika kamu mencintai seseorang, mungkin kamu pernah berkali-kali jatuh cinta dalam suatu rentang waktu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dalam rentang waktu yang sama belum tentu kamu berkali-kali mengagumi orang lain dengan sudut pandang yang sama

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mencintainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu tak peduli dengan sikapnya. Yang kamu tahu kamu mengaguminya

Ketika kamu mencintai seseorang dan bila dia berkorban sesuatu untukmu kamu akan lebih mencintainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, dan bila dia berkorban sesuatu untukmu, kamu ingin membalas kebaikannya

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang cintamu akan kamu simpan dalam hati dan kamu rela menunggunya selamanya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kekaguamanmu akan tetap hidup sampai waktu yang kamu sendiri tak mengetahuinya dan kamu tak perlu menunggu untuk kekaguman itu

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang kamu melihat fotonya karena kamu sedang rindu, sebel, mengenang, ingin berbicara dengannya dan alasan lainnya
Ketika kamu mengagumi seseorang, kadang kamu melihat fotonya seolah-olah dia sedang berbicara padamu untuk memberikanmu semangat

Ketika kamu mencintai seseorang, kadang dia ingin tahu betapa dia sangat memperhatikanmu
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia akan seringkali terdiam namun sebenarnya dia peduli terhadapmu

Ketika kamu mencintai seseorang, semua sikapmu dianggap wajar
Ketika kamu mengagumi seseorang, sikapmu kadang dianggap berlebihan

Ketika kamu mencintai seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu menyukainya
Ketika kamu mengagumi seseorang, dia terlintas dipikiranmu karena kamu ingin tahu apa, bagaimana dan seperti apa jalan dan pandangan baik darinya yang ingin kamu ikuti

Ketika kamu mencintai seseorang, kamu bisa menemukan getaran hati
Ketika kamu mengagumi seseorang, yang kamu temukan hanya cerah tanpa getar seperti kamu mencintai seseorang

Tidak semua orang bisa kamu cintai dan kamu kagumi
Tidak semua orang dari yang kamu cintai bisa kamu kagumi
Tidak semua orang dari yang kamu kagumi bisa kamu cintai
Antara mencintai dan mengagumi, keduanya memang terlihat hampir sama namun sebenarnya sangat jauh berbeda

Tidak semua orang mencintai kita dan tidak semua orang mengagumi kita. Yang mencintaimu bisa saja lebih dicintai orang lain dan yang mengagumimu bisa saja lebih dikagumi orang lain. Apapun itu bentuknya, intinya sama bahwa dengan semua itu hidup kita akan terasa lebih bermakna. Kadang dari hal kecil yang kita abaikan merupakan hal besar yang tak ingin dilupakan orang lain disepanjang hidupnya meski kamu telah melupakannya. Mencintai dengan wajar dan mengagumi dengan wajar… kebahagiaan dari dua rasa itu akan unik membawamu dalam hidup penuh warna.

Jangan Menikah Karena…

Posted: 27 January, 2009 in Relation

Bagaimana cara berpacaran yang baik?
80% masalah keluarga yang timbul setelah pernikahan adalah disebabkan karena masa pacaran yang tidak baik. Dan selama pacaran yang tidak baik ini seperti menaruh bom waktu yang akan meledak ketika seseorang melanjutkan pacarannya ke jenjang pernikahan.

Banyak orang berpacaran dengan melalui pergaulan yang tidak sehat. Padahal Tuhan rencanakan banyak hal baik yang dimulai dari pergaulan. “Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik”.
Berikut adalah motivasi salah dalam berpacaran yang terkadang terdapat dalam pikiran, dan hal ini kita terus bawa hingga perkawinan:

Masalah usia
Sering kita menganggap kalau kita harus menikah di usia tertentu yang kita anggap sudah cukup. Hal ini salah. Allah punya rencana untuk tiap mahluk-Nya berbeda-beda. Dan usia tiap orang untuk menikah berbeda-beda. Untuk itu hendaknya kita tidak menghakimi teman kita yang sering kali dianggap ‘perawan tua’ atau semacamnya. Usia matang bukan berarti obral besar-besaran, namun bukan juga tetap jual mahal.

Rasa kesepian
Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa kesepian kita. Faktor ini terkadang terjadi pada kaum wanita. Dengan anggapan bahwa dirinya kesepian, maka ia akan menerima siapa saja yang tertarik dengannya.

Tekanan dari orang tua atau teman Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan bukan atas dasar tekanan dari orang lain. Berusaha membuat senang orang tua atau teman suatu saat akan membahayakan hubungan apalagi jika masuk dalam pernikahan.

Merasa sudah cocok
Disaat kita menemukan calon, dan kita merasa sudah cocok, hati-hatilah!. Kita harus teliti lebih jauh tentang diri pasangan kita. Seperti cerita, sepasang muda-mudi yang merasa bahwa pasangannya itu baik dan segera akan menikah karena kebaikan pasangannya itu. Ingat! bahwa kita bukan mencari orang baik untuk dijadikan pasangan hidup, tetapi orang benar. Karena orang baik belum tentu orang benar, tetapi orang benar pasti seorang yang baik.

Alasan Materi
Seperti warisan, kekayaan dan jabatan yang sifatnya tidak kekal dan hanya menjadikan manusia rakus harta. Banyak orang mengganggap kebahagiaan tergantung harta banyak sehingga mereka berani menjual imannya demi pasangan yang dianggap mapan. Ini salah besar. Tuhanlah sumber kebahagiaan sehingga meninggalkan iman artinya melepaskan diri dari damai sejahtera yang dijanjikan Tuhan.

Asmara atau ketertarikan jasmani Ingatlah janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Karena apabila kita sudah menjadi tua pun semua kecantikan itu akan hilang.

Hasrat dan Nafsu Biologis
Ini dikhususkan untuk kaum pria. Janganlah menikah bila seorang pria belum menang dalam hal kekudusan atau nafsu. Janganlah berpikir kalau menikah adalah alternatif lain untuk seorang pria daripada ia lari ke berbuat dosa. Menikahlah dengan niatan atau maksud baik.

Kuasa gelap
Janganlah kita sekali-kali memakai cara ini dalam menentukan pasangan hidup kita. Ingat apa yang ditabur itu yang akan dituai. Iblis mungkin akan memberikan kepada kita wanita yang sempurna, pria yang sempurna seperti yang kita idamkan, tapi ia akan memberikan kuitansi pada kita.
Misalnya: perkawinan anda hanya berumur lima tahun, atau anak yang anda lahirkan akan idiot, atau anda harus mengalami sakit-penyakit, masalah dengan bisnis anda, dan sebagainya. Tapi kalau kita meminta pada Tuhan, DIA memberikan yang menurutnya terbaik untuk kita, malah Ia akan memberikan damai sejahtera kepada keluarga kita selamanya, yang tidak akan dapat ditukar dengan uang seberapa besarnya pun. Jadi jangan pernah berpikir: “Bila cinta ditolak, dukun bertindak”.