Archive for the ‘Success’ Category

Sukses Tanpa Konsultan

Posted: 7 May, 2009 in Success

Guys, ada beberapa kata bijak yang patut di simak….
1. Kepuasan muncul dalam tindakan, bukan dalam hasil

2. Kau tidak harus membiarkan dirimu berpendirian keras

3. Jangan pernah bercerita apa-apa pada orang lain

4. Yang mudah berjanji, sulit dipercaya

5. Tidak ada kejahatan yang lebih besar daripada terlalu banyak keinginan

6. Lihat sisi positif dari semua peristiwa

7. Kalau kamu bosan, kamu akan jadi membosankan

8. Orang yang terhormat hanya muncul tiga kali dalam surat kabar: saat lahir, menikah dan mati –di luar itu dianggap tidak sopan

9. Masa lalumu tidak akan tertinggal, dan masa depanmu tidak akan maju terlalu jauh

10. Tidak ada salahnya mengikuti undian-undian berhadiah, tapi membuka situs-situs di internet yang menawarkan program-program berhadiah akan lebih baik.

Tanda-tanda Orang yang Berbakat Kaya

Posted: 25 January, 2009 in Success

Satu hal yg perlu diketahui, seseorang untuk menjadi kayak tak perlu harus jenius. Namum memang diperlukan karakter dan kualitas tertentu untuk menjadi kaya. ( from : William Tanuwidjadja : 99 tanda orang berbakat kaya )

Nah apa aja nih tanda2 nya, apakah kamu termasuk didalamnya? ini dia :

1. Berpikir seperti layaknya orang kaya : Orang yang berbakat kaya selalu belajar berpikir dan bertindak layaknya orang kaya.

2. Tidak berpikir konsumtif :Orang yang berbakat kaya akan selalu berpikir tentang apa yang mereka akan lakukan dengan uang agar dapat berlipat ganda.

3. Pintar mengelola arus kas : Selalu menghitung banyak rupiah yang tersisa setelah dikurangi kebutuhan hidup yamng sifatnya mendasar.

4. Mampu membedakan aset dan liabilitas : Mereka selalu memikirkan apakah aset2 itu menghasilkan arus kas masuk atau justru keluar.

5.Selalu membangun intengible aset (aset non fisik ):yaitu selalu menjaga hubungan dengan relasi, teman, , jaringan, kepercayaan, cara berpikir, visi, pemikiran, keyakinan, dan otokritik.

6. Bekerja untuk belajar, bukan demi uang : Mereka bekerja untuk orng lain sebenarnya untuk mempelajari sesuatu, biasanya mereka memepelajari sistem bisnis, bagaimana aliran uang, cara membangun jaringan relasi, dll.

7. Sangat percaya diri : Mereka percaya akan kemampuan yg dimilikinya untuk mendapatkan kekayaan.

8. Mengenali dirinyya dengan baik : Mereka paham potensi, potensi, kelemahan, serta karakter-karakter spesifik yang dia miliki.

9. Memandang uang sebagai organisme : Merka menanam uang dilahan yg tepat, memeliharanya, membersihkan hamanya, dan disaat yang tepat memetik hasilnya.

10. Tak pernah mengeluh, merasa miskin dan kekurangan

11. Siap mental untuk menjadi kaya

12. sangat mampu mengendalikan diri : Orang2 yang super kaya selalu menampakan mimik yang standar, senym yang bijak,dan tampaknya, well semuanya terkendali, walaupaun pasar pada saat itu sedang pora-poranda. Orang kaya sangat mampu mengendalikan diri agar sikapnya tidak dapat dibaca oelh publik.

13. Memahami logika ” Take n Give ” :Orang kaya sangat paham dengan pameo ” There’s no free lunch “tak ada sesuatu yang gratis.

14. Berorientasi pada proses : si kaya memikirkan nilai guna yang seperti apa untuk mendapatkan uang banyak.

15. Mencintai perannya : orng kaya biasanya mencintai perannya dalam kehidupan bisnis dan sosial.

16. Mempercayai prinsip reltivitas uang : Orang2 kaya telah melatih dirinya untuk tidak terkejut melihat price list atu penawaran2 apapun. semuanya kembali pada apa yang bisa didapatkan dari pengeluaran tersebut.

17. Memhami konsep : Time value of money” : nilai lebih untuk masa depan

18. Tak ingin bersusah payah : Jangan salah orang yang tak ingin bersusah payah bukan berarti ia malas. Kalau dia berpikir dan terus berpikie untuk menemukan sistem dan cara bekerja yang efektif dan efisien untuk mendapatkan hasil yg lebih baik, maka mereka memiliki bakat untuk menjadi kaya.

19. kreatif : merupakan bagian terpenting dri bakat menjadi kaya. Orang kaya selalu kreatif dalam menemukan cara2 baru dalam berbisnis.

20 Menghargai gagasan yang beroroientasi pada tindakan : Orang kaya bisa memilih ide yang menarik yg hanya sebatas ide dan yang bisa menghasilkan uang.

21. Open mind : Orang2 berbaka kaya sangat yakin tak ada sesuatu yang tak mungkin terjadi. mereka terus bermimpidi dan yakin mimpinya suatu saat dapat terwujud.

22. Mampu menilai karakter orang lain : Orang2 kaya sellau memilih staf atau karyawan yg sesuai dengan karakter dirinya.

23. Waspada terhadap pujian : pujian bisa membuat terlena dan lupa diri, orang kaya lebih terbuka menerima kritik.

24. Terbuka menerima kritik : orang kaya telah berlatih untuk menerima kritik stajam apapun.

25. Mampu memahami berbagai bntuk uang : bagi orng kaya pengertian uang sangatlah luas

26. mampu menggunakan Sumber daya orng lain : orang kaya menggunakan waktu dan tenaga orng lain bahkan uang orng lain untuk memperkaya dirinya.

27. Tak pernah merasa puas : ketidak puasan bukan dilihat dari banyaknya uang yang telah dimiliki, tetapi cara kerja dan cara 2 bisnis yg telah di sempurnakan.

28. mampu mendeteksi kemana uang mengalir : mereka memahami kemana uang mengalir

29. Memahami nilai guna yang tersembunyi : orang kaya memiliki sense yang tajam terhadap berbagai macam peluang bisnis.

30. memikirkan hal terburuk, tetapi tidak takut karenanya : Orang kaya salalu mendahului pemikirannya dari hal yag terburuk.

31. memiliki alasan kuat untuk setiap pengeluarannya

32. Menciptakan uang, bukan mencari uang : orang berbakat kaya selalu berpikir saluran pipa kekayaan.

33. Tahu persis bagaimana uangny bekerja

34. Fokus dan spesifik : mereka tidak mau kehilangan fokus pada wilayah dimana mereka memiliki kompetensi inti.

35. Percaya bahwa uang tiak tumbuh dipohon : mereke berpikir uang dan kekayaan hanyalah konsekuensi dari gagasan dan tindakan anda.

36. Tidak percaya ” abnormal Return ” : Tidak satupun instrumen investasi yg bebas resiko.

37. Mampu membedakan lemak dan memangkas otot : Mereka hanya membuak lemaknya, yaitu sesuatu yang membuat bisnis menjadi tidak fleksibel, terlalu birokratis dan tidak responsif terhadap perubahan.

38. Cerdas secara finansial dan numerik

39. Lebih suka berbelanja secar tunai

40. tidak pernah mau mengunakan kartu kredit apalagi minta kenaikan plafon kartu kredit

41. Tidak bisa dirayu iklan konsumtif

42. Menggunakan setiap aktivitas konsumsi sebagai sarana pembelajaran

43. selalu berpegang pada azas uilitas dalam berkonsumsi

44. Mencari daya ungkit : orang2 berbakat kaya selalu mencari daya ungkit untuk menaikan nilai aset

45. Peka terhadap detail : Orang2 berbakat kaya biasanya gampang memahami gambaran umum suatu persoalan.

46. Menghargai waktu

47. Mampu menghitung “opprtunity cost ( biaya semu ) ” : muncul sebagai konekuensii logis ketika kita mengambil suatu pilihan dan mengorbankan pilihan lain, tetapi orang berbakat kaya mampu menghitung opprtunity cost sehingga mereka bisa menentukan secara tepat pilihannya yg disisuaikan dengan tujuan awal.

48. Berani gagal

49. Skeptis menghadapi smua proposal

50. Disiplin terhadap anggaran

51. Mampu membedakan Needs dan wants :

52. membiarkan pihak lawan menawar terlebih dahulu

53. Bisa melihat potensi terpendam dari segsala sesuatu

54. Menginvestasikan uang dan waktu secara aktif

55. Tak suka menabung : Orang kaya tidak menabung dengan tujuan mengumpulkan ” sedikit2 demi sedikit lama2 menjadi bukit”. kalupun punya tabungan, mootifnya adalah penyimpanan sajja, bukan untuk mendapatkan hasil. Mereka pasti menanamkan uangnya kedalam instrumen2 yang bisa memberi return secara cepat. Investasi tidak dikenai pajak, kecuali apabila investor menginginkan profit taking. namun, bunga tabungan selalu dipangkas pajak, tidak peduli apakah pemilik tabungan akan memakai uangnya atau tidak.

56. memeliki kepekaan terhadap bunga majemuk :

57. mampu menghitung nilai nominal dari segala sesuatu

58. Tidak pernah mencintai aaset secara tidak rasional : orang2 kaya tidak pernah mencintai asetnya secara berlebihan, sehingga menggappnya tidak bisa dinilai dengan uang.

59. Tidak pernah mengeluhkan modal yang kecil

60. Stabil secara emosional

61. Bisa memahami kebutuhan dan keinginan orang lain

62. Proporsional dalam mengambil resiko : orng kaya sellau mengukur resiko dan keuntungan, kkarena keduanya berbanding lurus.

63. Punya nyali dan berani kehilangan uang

64. bersikap obyektif dan rasional

65. Memegang asas profesionalisme : Orang2 kaya tidak mencampuraduk hubungan profesional dan pertemanan.

66. memiliki kemampuan kordinasi

67. Tidak takut utang

68.mampu menjadi penilai aset yang handal

69. memahami rir=tme dan timing :

70. Selalu tertarik pada cara kerja suatu alat atau sistem

71. menghindari bekerja dengan penghasilan tetap

72. menghindari utang budi

73. Jago menkomunikasikan gagasan bisnis

74. Bekerja bukan berdasarkan hasil jangka pendek

75. Mewaspadai kebiasaan buruk

76. meyukai perubahan

77. mempunyai sense terhadap keseimbangan uang dan barang

78. mampu menemukan substansi :merka selalu merujuk pada poin pentingnya pada saat membeli sesuatu, sperti pada saan membeli bor misalnya, mereka membeli bor berorientasi pada tujuannya yakni untuk membuat lubang.

79. berpikir dari berbagai sudut pandang

80. respek terhadap orang2 sukses

81. Lihai dalam permainan ego

82. Berwatak simple dan praktis

83. menganggap krisis sebagai peluang

84. Mampu memahami kebutuhan orang lain merupakan salah satu kunci sukses bisnis

85. Bisa berpikir seperti orng awam

86. mempercayai kekuatan pikiran

87. Memahami kegagalan dari sudut pandang lain dan merubahnya menjadi sesuatu pembelajaran yang dpt merubah mnjadi kemajuan usahanya

88.. Tidak menganalkan belas kasihan

89. mampu menghitung cepat

90. Memiliki skala prioritas dalam pengeluaran

91. Mampu mengenali pola : selalu berusaha memahami pola yang berlaku dan cara kerja segala sesuatu.

92. Peka terhadap kualitas

93. berorientasi pada ” value for money ” : setiap sen uang yang keluar harus memiliki alasan yang kuat.

94. Mengerti kekuatan informasi

95. bukan persentasenya, tapi nominalnya

96. selalu mengikui perkembangan terbaru

97. mencatat segala transaksi keuangan

98. Mampu mengukur peluang dan probabilitas

99. Membiarkan setiap transaksi berdiri sendiri..

——-FINISH————

Apa kamu termasuk didalamnya???

” Uang bukanlah tujuan akhir, uang adalah teman bagi kita untuk mencapai tujuan akhir.” ( William Tanuwidjaja )

semoga memacu hidup kalian ya, semangatttt !!!

Keberhasilan Setiap Hari

Posted: 28 December, 2008 in Success

Dua hari yang lalu, Wanto sangat kesal. Sudah dua tahun berturut-turut hasil penjualan timnya selalu melampaui target. Baru bulan lalu dia gagal. Wajar dong. Bulan lalu bisnis sedang sulit. Tapi, bukannya pengertian yang didapatkan. Ternyata atasannya marah-marah.

Masih bagus kalau marah-marahnya di dalam ruangan. Ini marah-marah di ruang terbuka. Di depan semua orang! Di depan semua anak buahnya!. Bahkan di depan karyawan dari divisi lain. Benar-benar bikin malu. Wanto kesal sekali.

Seakan-akan seluruh usahanya selama dua tahun ini sia-sia saja. Seakan-akan atasannya sudah melupakan prestasi kerjanya selama ini.

Apakah beliau sudah lupa ketika selama ini Wanto sering pulang malam, kerja di hari libur, bahkan tidak pernah mengambil jatah cutinya, karena ingin meningkatkan penjualan? Apakah kesungguhan dan kejujurannya dalam bekerja tidak diperhitungkan lagi? Wanto sakit hati. Rasanya ingin mengundurkan diri saja dari pekerjaannya.

Untung, anak buahnya memberikan dukungan padanya sehingga Wanto tidak merasa terlalu malu. Bukan dia saja yang dimarahi kan? Bahkan, Tia yang baru bekerja tiga bulan segera mengeluarkan seluruh data kliennya yang pernah dihubungi. Tia langsung bekerja. Dia segera menelepon seluruh klien tersebut satu demi satu. Memang beberapa gagal ditelepon karena mereka sedang bepergian atau sedang rapat. Tapi beberapa klien bisa dihubungi.

Pada waktu semua orang merasa sedih dan tegang karena habis dimarahi, Tia segera membuat janji bertemu pada hari itu juga. Ternyata tiga orang kliennya bersedia diajak bertemu. Hebat! Tia langsung berangkat mengunjungi
kliennya.

Semua karyawan lainnya mencoba kembali pada pekerjaan mereka masing-masing. Wanto masih uring-uringan. Hatinya masih sakit karena dimarahi seperti itu. Mengapa atasan tidak mau menerima hasil penjualan yang jelek? Kan baru satu kali? Kalau berbulan-bulan gagal, bolehlah marah. Ini kan baru satu kali? Hari itu Wanto tidak bisa berpikir.

Keesokan harinya, Tia datang pagi-pagi dengan ceria. Wajahnya penuh senyum. Ternyata kemarin Tia berhasil mendapat order dari dua klien yang ditemuinya. Semua orang kaget. Mereka tidak menjual apa-apa kemarin.

Memang beberapa orang menemui klien, tapi tidak terjadi penjualan. Hasil penjualan Tia memberikan angin segar kepada semua orang. Wanto sendiri merasa lebih segar hari itu. Tia sendiri juga sedang sangat gembira. Dia kan masih terhitung karyawan baru? Baru tiga bulan bekerja. Baru lulus masa percobaan. Tapi hasil penjualan Tia kemarin luar biasa.

Semua orang bertanya mengapa Tia bisa memperoleh dua order dalam sehari. Dengan polos Tia bercerita. Ketika kemarin melihat atasannya marah-marah, ada satu kalimat yang sangat diingat Tia. Atasannya berkata: “Jangan hanya bangga dengan keberhasilan masa lalu!
Itu hanya kenangan.

Kebanggaan itu tidak ada gunanya kalau keberhasilan masa lalu tidak dipertahankan. Buatlah diri kalian bangga dengan keberhasilan setiap hari! Dengan keberhasilan setiap minggu! Dengan keberhasilan setiap bulan!”

Insiprasi

Mendengar kata-kata itu, Tia seperti mendapat inspirasi baru. Betul juga ya? Dia sempat terlena dengan keberhasilan penjualan timnya. Selama dua bulan dia bekerja, target selalu tercapai.

Di bulan ketiga ini Tia merasa memang kerjanya lebih santai. Terlena dengan keberhasilan sebelumnya. Lagipula dua bulan berturut-turut bekerja giat, rasanya ingin istirahat juga. Makanya, bulan lalu Tia tidak menghasilkan apa- apa.

Tapi kemarin, dia tergugah oleh kata- kata atasannya. Memang keberhasilan harus dipertahankan. Bagaimana caranya? Mulai dari keberhasilan setiap hari, lalu keberhasilan setiap minggu, lalu keberhasilan setiap bulan.

Kalau dia bisa membuat keberhasilan setiap hari, maka pasti minggu yang dijalani akan menjadi minggu yang berhasil. Kalau setiap minggu adalah minggu yang berhasil, maka sudah pasti bulan itu akan menjadi bulan keberhasilan. Jadi kuncinya adalah mencari keberhasilan setiap hari. Lebih mudah dan lebih ringan untuk dilakukan.

Karena itu Tia kini mencoba mengatur agar setiap hari menjadi hari keberhasilan. Mungkin dia belum tentu bisa menjual setiap hari, tapi setiap hari tetap bisa diisi dengan keberhasilan.

Kemarin terjadi dua penjualan dan satu janji untuk mengirimkan brosur. Hari ini brosur harus segera dikirim sesuai dengan janjinya. Pagi ini Tia juga berhasil menelepon pelanggan yang biasanya sulit ditelepon karena terlalu sibuk. Berarti itu juga sebuah keberhasilan. Menyenangkan juga.

Dia bisa mengisi setiap hari menjadi hari keberhasilan. Wah, hidup ini menjadi menyenangkan bagi Tia. Dia merasa lebih hidup. Bekerja menjadi lebih mengasyikkan.

Wanto malu mendengar cerita Tia yang polos. Kemarin dia sakit hati, malu, dan tersinggung karena dimarahi di depan orang lain, makanya kemarin perkataan atasannya tersebut tidak diperhatikan.

Tapi Tia lain. Ketika dimarahi kemarin, dia mendengarkan. Akibatnya Tia mendapat ilmu baru. Menjadikan setiap hari menjadi hari penuh keberhasilan. Wanto juga ingin begitu. Fill your day with achievement! With Success! Have successful days, weeks, and months!

Sumber

Keberhasilan Setiap Hari

Posted: 24 December, 2008 in Success

Dua hari yang lalu, Wanto sangat kesal. Sudah dua tahun berturut-turut hasil penjualan timnya selalu melampaui target. Baru bulan lalu dia gagal. Wajar dong. Bulan lalu bisnis sedang sulit. Tapi, bukannya pengertian yang didapatkan. Ternyata atasannya marah-marah.

Masih bagus kalau marah-marahnya di dalam ruangan. Ini marah-marah di ruang terbuka. Di depan semua orang! Di depan semua anak buahnya!. Bahkan di depan karyawan dari divisi lain. Benar-benar bikin malu. Wanto kesal sekali.

Seakan-akan seluruh usahanya selama dua tahun ini sia-sia saja. Seakan-akan atasannya sudah melupakan prestasi kerjanya selama ini.

Apakah beliau sudah lupa ketika selama ini Wanto sering pulang malam, kerja di hari libur, bahkan tidak pernah mengambil jatah cutinya, karena ingin meningkatkan penjualan? Apakah kesungguhan dan kejujurannya dalam bekerja tidak diperhitungkan lagi? Wanto sakit hati. Rasanya ingin mengundurkan diri saja dari pekerjaannya.

Untung, anak buahnya memberikan dukungan padanya sehingga Wanto tidak merasa terlalu malu. Bukan dia saja yang dimarahi kan? Bahkan, Tia yang baru bekerja tiga bulan segera mengeluarkan seluruh data kliennya yang pernah dihubungi. Tia langsung bekerja. Dia segera menelepon seluruh klien tersebut satu demi satu. Memang beberapa gagal ditelepon karena mereka sedang bepergian atau sedang rapat. Tapi beberapa klien bisa dihubungi.

Pada waktu semua orang merasa sedih dan tegang karena habis dimarahi, Tia segera membuat janji bertemu pada hari itu juga. Ternyata tiga orang kliennya bersedia diajak bertemu. Hebat! Tia langsung berangkat mengunjungi
kliennya.

Semua karyawan lainnya mencoba kembali pada pekerjaan mereka masing-masing. Wanto masih uring-uringan. Hatinya masih sakit karena dimarahi seperti itu. Mengapa atasan tidak mau menerima hasil penjualan yang jelek? Kan baru satu kali? Kalau berbulan-bulan gagal, bolehlah marah. Ini kan baru satu kali? Hari itu Wanto tidak bisa berpikir.

Keesokan harinya, Tia datang pagi-pagi dengan ceria. Wajahnya penuh senyum. Ternyata kemarin Tia berhasil mendapat order dari dua klien yang ditemuinya. Semua orang kaget. Mereka tidak menjual apa-apa kemarin.

Memang beberapa orang menemui klien, tapi tidak terjadi penjualan. Hasil penjualan Tia memberikan angin segar kepada semua orang. Wanto sendiri merasa lebih segar hari itu. Tia sendiri juga sedang sangat gembira. Dia kan masih terhitung karyawan baru? Baru tiga bulan bekerja. Baru lulus masa percobaan. Tapi hasil penjualan Tia kemarin luar biasa.

Semua orang bertanya mengapa Tia bisa memperoleh dua order dalam sehari. Dengan polos Tia bercerita. Ketika kemarin melihat atasannya marah-marah, ada satu kalimat yang sangat diingat Tia. Atasannya berkata: “Jangan hanya bangga dengan keberhasilan masa lalu!
Itu hanya kenangan.

Kebanggaan itu tidak ada gunanya kalau keberhasilan masa lalu tidak dipertahankan. Buatlah diri kalian bangga dengan keberhasilan setiap hari! Dengan keberhasilan setiap minggu! Dengan keberhasilan setiap bulan!”

Insiprasi

Mendengar kata-kata itu, Tia seperti mendapat inspirasi baru. Betul juga ya? Dia sempat terlena dengan keberhasilan penjualan timnya. Selama dua bulan dia bekerja, target selalu tercapai.

Di bulan ketiga ini Tia merasa memang kerjanya lebih santai. Terlena dengan keberhasilan sebelumnya. Lagipula dua bulan berturut-turut bekerja giat, rasanya ingin istirahat juga. Makanya, bulan lalu Tia tidak menghasilkan apa- apa.

Tapi kemarin, dia tergugah oleh kata- kata atasannya. Memang keberhasilan harus dipertahankan. Bagaimana caranya? Mulai dari keberhasilan setiap hari, lalu keberhasilan setiap minggu, lalu keberhasilan setiap bulan.

Kalau dia bisa membuat keberhasilan setiap hari, maka pasti minggu yang dijalani akan menjadi minggu yang berhasil. Kalau setiap minggu adalah minggu yang berhasil, maka sudah pasti bulan itu akan menjadi bulan keberhasilan. Jadi kuncinya adalah mencari keberhasilan setiap hari. Lebih mudah dan lebih ringan untuk dilakukan.

Karena itu Tia kini mencoba mengatur agar setiap hari menjadi hari keberhasilan. Mungkin dia belum tentu bisa menjual setiap hari, tapi setiap hari tetap bisa diisi dengan keberhasilan.

Kemarin terjadi dua penjualan dan satu janji untuk mengirimkan brosur. Hari ini brosur harus segera dikirim sesuai dengan janjinya. Pagi ini Tia juga berhasil menelepon pelanggan yang biasanya sulit ditelepon karena terlalu sibuk. Berarti itu juga sebuah keberhasilan. Menyenangkan juga.

Dia bisa mengisi setiap hari menjadi hari keberhasilan. Wah, hidup ini menjadi menyenangkan bagi Tia. Dia merasa lebih hidup. Bekerja menjadi lebih mengasyikkan.

Wanto malu mendengar cerita Tia yang polos. Kemarin dia sakit hati, malu, dan tersinggung karena dimarahi di depan orang lain, makanya kemarin perkataan atasannya tersebut tidak diperhatikan.

Tapi Tia lain. Ketika dimarahi kemarin, dia mendengarkan. Akibatnya Tia mendapat ilmu baru. Menjadikan setiap hari menjadi hari penuh keberhasilan. Wanto juga ingin begitu. Fill your day with achievement! With Success! Have successful days, weeks, and months!